GMKR Nilai Indonesia Hadapi Krisis Kedaulatan, Oligarki Disebut Rampas Hak Rakyat

Bella | Suara.com

Rabu, 11 Februari 2026 | 12:21 WIB
GMKR Nilai Indonesia Hadapi Krisis Kedaulatan, Oligarki Disebut Rampas Hak Rakyat
Eks Danjen Kopassus, Mayjen TNI (Purn) Soenarko. (tangkap layar/ist)
  • GMKR, dipimpin Soenarko, menilai kedaulatan rakyat Indonesia hilang dirampas oligarki berkekuatan ekonomi kuat.
  • Gerakan ini menyoroti kerusakan di sektor ekonomi, politik, dan hukum akibat pengabaian suara rakyat oleh penguasa.
  • Soenarko memperingatkan bahwa kondisi bangsa menuju kehancuran sebab penyelenggara negara abaikan amanah konstitusi.

Suara.com - Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) menilai Indonesia tengah menghadapi krisis kedaulatan yang serius. Hal itu disampaikan oleh mantan Komandan Jenderal Kopassus (2007–2008), Soenarko.

Menurutnya, kedaulatan rakyat yang merupakan hak mutlak dalam sistem demokrasi telah hilang akibat cengkeraman sekelompok kecil orang yang memiliki kekuatan ekonomi luar biasa.

“Kedaulatan rakyat itu adalah hak mutlak milik rakyat buat negara demokrasi. Sudah hilang dirampas oleh oligarki, dirampas sehingga rakyat sudah hampir sama sekali nggak punya hak menyampaikan segala sesuatunya," ujar Soenarko dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Rabu (11/2/2026).

Ia menegaskan GMKR bukanlah organisasi massa maupun partai politik, melainkan sebuah gerakan dari berbagai kalangan yang peduli terhadap kondisi bangsa. Mereka berkumpul untuk mengingatkan pemerintah agar mengembalikan marwah demokrasi dan menegakkan amanah konstitusi.

Soenarko juga membedah kondisi bangsa dalam tiga aspek utama, yakni ekonomi, politik, dan hukum. Ia menyebut saat ini rakyat hanya menjadi objek penindasan ekonomi.

Sumber daya alam dan wilayah strategis, seperti kawasan pesisir di PIK hingga kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), dinilai telah dikuasai oleh segelintir kelompok tertentu.

Selanjutnya di sektor politik, Soenarko menuding partai politik dan lembaga legislatif (DPR) telah mengabaikan suara publik.

"Kedaulatan politik sudah dirampok sama partai politik seenak-enak perutnya. orang-orang parpol yang ada di sana ya di DPR, apa ada DPR itu mau mendengarkan aspirasi rakyat? enggak ada, karena itu di luar banyak sindir keluhan lah ya sindiran keluhan kekecewaan dewan pengkhianat Rakyat itu politik," lanjutnya.

Kondisi hukum pun tak luput dari sorotan. GMKR menilai penegakan hukum di Indonesia saat ini sudah amburadul dan kacau balau, di mana hukum dapat dimanipulasi untuk membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar. Ia mencontohkan bungkamnya lembaga negara terhadap berbagai isu sensitif yang disuarakan masyarakat di akar rumput.

Menjawab mengenai tingkat keparahan kondisi saat ini, Soenarko menyatakan bahwa kerusakan terjadi di semua sektor secara merata. Hal ini, menurutnya, menandakan Indonesia sedang menuju jurang kehancuran jika penyelenggara negara tidak segera menyadarinya.

"Menurut kami ini sudah menjelang kehancuran kalau nggak segera disadari oleh penyelenggara negara. Penyelenggara negara ini eksekutif legislatif ya termasuk yudikatif," jelasnya.

Namun, ia menyayangkan sikap para penyelenggara negara yang dinilai abai dan masa bodoh. GMKR menduga godaan materi dan kenyamanan dari pihak oligarki jauh lebih kuat dibandingkan amanah konstitusi yang diberikan oleh rakyat.

"Antara amanah dengan godaan oligarki lebih menyenangkan godaan oligarki. Ya, amanahnya itu diabaikan," pungkasnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Said Didu Ungkap Data Ngeri: Misi Utama Prabowo Rebut RI dari Cengkeraman Oligarki

Said Didu Ungkap Data Ngeri: Misi Utama Prabowo Rebut RI dari Cengkeraman Oligarki

News | Senin, 19 Januari 2026 | 19:04 WIB

Fahri Hamzah: Pilkada Lewat DPRD Diskusi Efisiensi, Jangan Terlalu Curigai Prabowo

Fahri Hamzah: Pilkada Lewat DPRD Diskusi Efisiensi, Jangan Terlalu Curigai Prabowo

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 17:11 WIB

Menuju Kedaulatan Energi, RDMP Balikpapan Jadi Andalan ESDM Stop Impor BBM

Menuju Kedaulatan Energi, RDMP Balikpapan Jadi Andalan ESDM Stop Impor BBM

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 14:31 WIB

Wacana Pilkada oleh DPRD, Kedaulatan Rakyat di Persimpangan Pilihan?

Wacana Pilkada oleh DPRD, Kedaulatan Rakyat di Persimpangan Pilihan?

Your Say | Senin, 12 Januari 2026 | 17:00 WIB

DPR Kritik Keras Penangkapan Presiden Venezuela oleh AS: Ancaman Nyata Kedaulatan Dunia

DPR Kritik Keras Penangkapan Presiden Venezuela oleh AS: Ancaman Nyata Kedaulatan Dunia

News | Senin, 05 Januari 2026 | 11:13 WIB

Nelayan Banyuwangi dan Perjuangan Menjaga Laut dari Kerusakan

Nelayan Banyuwangi dan Perjuangan Menjaga Laut dari Kerusakan

Your Say | Rabu, 24 Desember 2025 | 21:10 WIB

Said Didu Bongkar 5 Kedaulatan RI yang 'Dirampas' Jokowi demi Oligarki Selama Satu Dekade

Said Didu Bongkar 5 Kedaulatan RI yang 'Dirampas' Jokowi demi Oligarki Selama Satu Dekade

News | Kamis, 18 Desember 2025 | 15:28 WIB

Eks Menkumham: Posisi Negara Kalah, Diperalat Oligarki untuk Validasi Perampokan Tanah Rakyat

Eks Menkumham: Posisi Negara Kalah, Diperalat Oligarki untuk Validasi Perampokan Tanah Rakyat

News | Senin, 15 Desember 2025 | 15:13 WIB

Telkom Tegaskan Peran Strategis dalam Menghadirkan Kedaulatan Digital yang Berkelanjutan

Telkom Tegaskan Peran Strategis dalam Menghadirkan Kedaulatan Digital yang Berkelanjutan

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 10:05 WIB

Luhut Ikut Bangun Bandara IMIP: Itu Fasilitas untuk Investor Nikel China, Bukan Ancaman Kedaulatan

Luhut Ikut Bangun Bandara IMIP: Itu Fasilitas untuk Investor Nikel China, Bukan Ancaman Kedaulatan

Bisnis | Senin, 01 Desember 2025 | 16:01 WIB

Terkini

Satu Mobil ke Bandara, Prabowo Antar Langsung Anwar Ibrahim Tinggalkan Indonesia

Satu Mobil ke Bandara, Prabowo Antar Langsung Anwar Ibrahim Tinggalkan Indonesia

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:29 WIB

Stok Tomahawk Menipis, Operasi Militer AS di Iran Picu Kekhawatiran

Stok Tomahawk Menipis, Operasi Militer AS di Iran Picu Kekhawatiran

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:24 WIB

Mundurnya Yudi Abrimantyo dari Kepala BAIS Dinilai Tamparan untuk Elite

Mundurnya Yudi Abrimantyo dari Kepala BAIS Dinilai Tamparan untuk Elite

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:15 WIB

Kematian Pekerja Tambang di Morowali Disorot DPRD, Diminta Diusut Tuntas

Kematian Pekerja Tambang di Morowali Disorot DPRD, Diminta Diusut Tuntas

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:07 WIB

Kabar Duka, Tokoh Agama dan Juru Damai Konflik Poso Ustad Adnan Arsal Wafat

Kabar Duka, Tokoh Agama dan Juru Damai Konflik Poso Ustad Adnan Arsal Wafat

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:04 WIB

'Ini Terakhir Kali Saya ke Jakarta': Curahan Hati Perantau yang Balik Kampung Demi Jaga Sang Putri

'Ini Terakhir Kali Saya ke Jakarta': Curahan Hati Perantau yang Balik Kampung Demi Jaga Sang Putri

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 22:43 WIB

Gus Ipul Dukung Narapidana Dapat Bansos PBI, Kemensos Siap Tindak Lanjut

Gus Ipul Dukung Narapidana Dapat Bansos PBI, Kemensos Siap Tindak Lanjut

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 22:31 WIB

Tiga Jam Bertemu di Istana hingga Antar ke Bandara, Ini Obrolan Presiden Prabowo dan PM Anwar

Tiga Jam Bertemu di Istana hingga Antar ke Bandara, Ini Obrolan Presiden Prabowo dan PM Anwar

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 22:22 WIB

Dorong Penyaluran Bantuan di Tapteng, Kasatgas Tito Tekankan Percepatan Pendataan

Dorong Penyaluran Bantuan di Tapteng, Kasatgas Tito Tekankan Percepatan Pendataan

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 21:36 WIB

12 Tahun Transjakarta: Layani 1,4 Juta Penumpang per Hari, Cakupan Tembus 92,5 Persen Jakarta

12 Tahun Transjakarta: Layani 1,4 Juta Penumpang per Hari, Cakupan Tembus 92,5 Persen Jakarta

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:36 WIB