Luhut Ikut Bangun Bandara IMIP: Itu Fasilitas untuk Investor Nikel China, Bukan Ancaman Kedaulatan

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 01 Desember 2025 | 16:01 WIB
Luhut Ikut Bangun Bandara IMIP: Itu Fasilitas untuk Investor Nikel China, Bukan Ancaman Kedaulatan
Kepala Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan Purnawiran TNI agar jangan terpecah belah. [Instagram/@luhut.pandjaitan]
baca 10 detik
  • Keberadaan Bandara IMIP dinilai mengancam kedaulatan negara.
  • Tapi Luhut membantahnya dan bilang untuk kepentingan investor nikel China.
  • Luhut juga mengaku terlibat langsung dalam proses pembangunan bandara itu.

Suara.com - Sorotan publik tertuju pada Bandara IMIP di Morowali, Sulawesi Tengah. Fasilitas udara yang menyatu dengan kawasan industri tambang raksasa Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) itu dinilai mengancam kedaulatan negara karena disebut tak memiliki aparat resmi negara seperti petugas Bea Cukai.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan akhirnya buka suara. Ia mengakui, di balik berdirinya bandara tersebut ada investasi besar-besaran dari perusahaan nikel asal China. Dan, Luhut mengaku terlibat langsung dalam proses pembangunan bandara itu.

Bandara IMIP dibangun saat Luhut masih menjabat Menko Kemaritiman dan Investasi di era Presiden Joko Widodo. Menurutnya, keberadaan lapangan terbang itu merupakan bagian dari paket tawaran agar China bersedia melakukan hilirisasi nikel di Indonesia.

“Keputusan izin pembangunan lapangan terbang itu diambil dalam rapat yang saya pimpin bersama sejumlah instansi. Itu diberikan sebagai fasilitas bagi investor, sebagaimana lazim dilakukan di negara-negara seperti Vietnam dan Thailand,” ujar Luhut dalam keterangan tertulis, Senin (1/12/2025).

Luhut bercerita dirinya berada di garda terdepan melobi China agar menanamkan modal di hilirisasi nikel. Ia bahkan berhubungan langsung dengan sejumlah pejabat tinggi Negeri Tirai Bambu, termasuk Presiden Xi Jinping, untuk memastikan investasi berjalan sesuai aturan Indonesia.

Upaya itu membuahkan hasil: China menggelontorkan investasi raksasa US$20 miliar di Morowali. Dengan angka sebesar itu, menurut Luhut, wajar bila investor meminta fasilitas tambahan seperti bandara.

“Jika mereka berinvestasi US$20 miliar, wajar mereka meminta fasilitas tertentu selama tidak melanggar ketentuan nasional,” tegasnya.

Menjawab isu ketiadaan aparat negara di Bandara IMIP, Luhut menegaskan fasilitas itu hanya melayani penerbangan domestik sehingga tidak membutuhkan layanan bea cukai maupun imigrasi. Ketentuan tersebut, katanya, sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ia bahkan menggarisbawahi bahwa pemerintah tidak pernah membuka opsi menjadikan bandara tersebut sebagai bandara internasional.

baca juga

“Tidak pernah kami saat itu mengizinkan bandara di Morowali atau Weda Bay menjadi Bandara Internasional,” tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ulasan Drama China Coroner's Diary: Menegakkan Keadilan Lewat Forensik

Ulasan Drama China Coroner's Diary: Menegakkan Keadilan Lewat Forensik

Your Say | Senin, 01 Desember 2025 | 14:19 WIB

3 Bandara Dicabut Status Internasional, Bandara IMIP Jadi Salah Satunya

3 Bandara Dicabut Status Internasional, Bandara IMIP Jadi Salah Satunya

Bisnis | Senin, 01 Desember 2025 | 11:17 WIB

Sinopsis The Last Wulin, Drama China Dibintangi Jiang Xin dan Gong Zheng

Sinopsis The Last Wulin, Drama China Dibintangi Jiang Xin dan Gong Zheng

Your Say | Sabtu, 29 November 2025 | 14:55 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×