Peziarah TPU Kawi-Kawi Resah, Jasa Bersih Makam Musiman Diduga Memaksa Minta Uang

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Selasa, 17 Februari 2026 | 18:21 WIB
Peziarah TPU Kawi-Kawi Resah, Jasa Bersih Makam Musiman Diduga Memaksa Minta Uang
TPU Kawi-Kawi, Johar Baru, Jakarta Pusat. (Suara.com/Adiyoga)
baca 10 detik
  • Peziarah di TPU Kawi-Kawi mengeluhkan pembersih makam musiman yang memaksa meminta uang menjelang Ramadan.
  • Seorang peziarah dipaksa membayar puluhan ribu rupiah setelah sekelompok orang membersihkan tanpa izin.
  • Peziarah menyoroti abainya petugas keamanan yang membiarkan praktik pemaksaan jasa kebersihan tersebut terjadi.

Suara.com - Sejumlah peziarah yang mendatangi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kawi-Kawi, Johar Baru, Jakarta Pusat, mengeluhkan maraknya pembersih makam musiman yang dinilai sangat meresahkan.

Kehadiran para penyedia jasa dadakan tersebut terpantau mulai membanjiri area pemakaman seiring dengan meningkatnya volume peziarah menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Para pembersih makam liar ini biasanya langsung membuntuti peziarah sejak pertama kali mereka melangkahkan kaki di pintu gerbang TPU.

Rahmat (28), salah satu peziarah, mengaku sempat merasa terintimidasi karena dihampiri oleh sekitar 10 orang sekaligus saat baru tiba di lokasi pada Selasa (17/2/2026).

Kelompok tersebut terus mengikuti langkah Rahmat hingga mencapai pusara anggota keluarganya, lalu seketika mulai menyapu dan mencabuti rumput di sana.

Tanpa adanya instruksi atau izin dari pihak keluarga, para oknum ini bahkan nekat menyiramkan air mawar ke atas makam tersebut.

Setelah melakukan aksinya, mereka langsung menodongkan permintaan upah serta biaya air mawar secara paksa kepada Rahmat.

Lantaran enggan memicu keributan di area pemakaman, Rahmat akhirnya terpaksa merogoh kocek hingga puluhan ribu rupiah untuk diberikan kepada mereka.

"Mereka maksa minta duit kepada kami jadi dengan terpaksa kami kasih," kata Rahmat di lokasi, Selasa (17/2/2026).

baca juga

Atas kejadian tidak menyenangkan tersebut, Rahmat mendesak pihak pengelola untuk segera mengambil langkah tegas dalam menertibkan para pembersih makam musiman itu.

"Saya minta untuk menertibkan pembersih makam liar ini. Kami sangat tidak nyaman dengan mereka," pinta warga Johar Baru tersebut.

Keresahan serupa juga dialami oleh Putri (35), seorang warga Kemayoran yang sedang melakukan ziarah ke makam kerabatnya di TPU Kawi-Kawi.

Putri menyoroti kinerja petugas keamanan setempat yang dinilai abai dan membiarkan praktik pemaksaan tersebut terjadi di depan mata.

"Saya lihat, petugas keamanan hanya duduk-duduk saja, ngerokok, ngopi dan tidak pernah saya liat mereka patroli. Kalau begitu apa fungsinya mereka dipekerjakan menjadi petugas keamanan?," keluhnya.

Peziarah pun berharap adanya patroli rutin agar prosesi doa di makam kelak tidak lagi terganggu oleh tindakan premanisme berkedok jasa kebersihan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Digusur dari Lahan Makam, Ratusan Keluarga di Jaktim Minta Direlokasi ke Rusun

Digusur dari Lahan Makam, Ratusan Keluarga di Jaktim Minta Direlokasi ke Rusun

News | Senin, 24 November 2025 | 15:11 WIB

Krisis Lahan Pemakaman di Jakarta, 69 dari 80 TPU Sudah Penuh

Krisis Lahan Pemakaman di Jakarta, 69 dari 80 TPU Sudah Penuh

Foto | Senin, 27 Oktober 2025 | 18:34 WIB

Krisis Lahan, 11 TPU di Jakarta Ini Masih Terima Pembuatan Makam Baru

Krisis Lahan, 11 TPU di Jakarta Ini Masih Terima Pembuatan Makam Baru

News | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 11:42 WIB

Terkini

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

×