- Wakil Ketua Komisi X DPR RI menanggapi keluhan kebisingan lapangan Padel yang mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.
- Lalu Hadrian Irfani mendorong Pemda DKI Jakarta segera membuat regulasi ketat terkait sarana olahraga tersebut.
- Dua usulan konkret yang diajukan adalah pemasangan peredam suara dan izin komunikasi dengan warga sebelum pembangunan.
Ia mendukung langkah Gubernur DKI Jakarta yang berencana melakukan evaluasi terhadap keberadaan lapangan-lapangan tersebut.
Menurutnya, pemilik sarana prasarana olahraga harus memiliki tanggung jawab sosial agar aktivitas usahanya tidak memicu konflik dengan warga.
"Jadi kami mengimbau pemerintah daerah segera komunikasi dengan yang pemilik sarana prasarana ini, agar sebelum membangun itu harus komunikasi dengan masyarakat sekitar, karena supaya tidak terganggu. Bila perlu lapangan Padel itu buat peredam," pungkasnya.
Untuk diketahui, pembangunan lapangan padel tengah marak di Jakarta seiring meningkatnya popularitas olahraga tersebut. Bahkan, Pemprov DKI Jakarta turut menyediakan lapangan padel gratis di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, yang direncanakan mulai beroperasi pada bulan depan.
Namun demikian, di sejumlah lokasi, pembangunan lapangan padel yang berdekatan dengan kawasan hunian menuai protes warga. Keluhan paling banyak disampaikan melalui media sosial, terutama terkait kebisingan yang mengganggu waktu istirahat masyarakat.