Tragedi IMIP Pasca Longsor, Anggota DPR Desak Audit Total DAS: Jangan Tunggu Korban Berikutnya!

Bella, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 23 Februari 2026 | 18:42 WIB
Tragedi IMIP Pasca Longsor, Anggota DPR Desak Audit Total DAS: Jangan Tunggu Korban Berikutnya!
Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv di kompleks parlemen, Jakarta. ANTARA/HO-DPR
baca 10 detik
  • Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, menyoroti longsor di PT IMIP Morowali (18/2/2026) yang menyebabkan korban jiwa.
  • Rajiv mendesak audit menyeluruh tata kelola DAS di wilayah tambang serta prioritas rehabilitasi lingkungan di Morowali.
  • Ia meminta peninjauan ulang izin perusahaan jika kewajiban rehabilitasi lahan dan DAS tidak dilaksanakan secara efektif.

Suara.com - Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, memberikan sorotan tajam terkait musibah longsor yang menelan korban jiwa di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Rabu (18/2/2026).

Ia mendesak pemerintah untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap tata kelola daerah aliran sungai (DAS) di wilayah industri tambang dan pengolahan mineral di seluruh Indonesia.

Menurutnya, rehabilitasi DAS di sekitar wilayah Morowali harus menjadi prioritas utama, baik bagi pemerintah maupun pelaku usaha yang meraup manfaat ekonomi dari kawasan tersebut.

Ia menegaskan bahwa langkah-langkah seperti penanaman kembali pohon, penguatan sempadan sungai, serta pengendalian erosi merupakan hal yang mendesak.

“Rehabilitasi DAS adalah fondasi industri berkelanjutan. Kalau hulu rusak dan pengawasan izin longgar, maka risiko akan terus berulang. Kita tidak boleh menunggu korban berikutnya,” kata Rajiv kepada wartawan, Senin (23/2/2026).

Sebagai pusat hilirisasi nikel nasional yang menyokong rantai pasok industri baterai dan kendaraan listrik dunia, IMIP seharusnya memiliki sistem pengendalian banjir yang mumpuni.

Rajiv menilai tragedi ini menjadi tanda tanya besar terkait kerentanan ekologis dan keselamatan pekerja di lapangan.

"Kalau sampai ada korban jiwa, artinya ada mata rantai pengawasan yang perlu diperiksa lebih dalam. Kita tidak bisa hanya menyalahkan faktor cuaca. Kawasan industri seperti IMIP wajib memiliki sistem mitigasi banjir terukur, mulai dari perencanaan tata ruang, kapasitas drainase hingga pengelolaan daerah tangkapan air,” ujarnya.

Politisi dari Fraksi Partai NasDem ini mendesak dilakukan audit total terhadap kondisi DAS di Kabupaten Morowali, termasuk mengidentifikasi area tambang aktif maupun bekas tambang yang belum direhabilitasi.

baca juga

Ia meminta Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, serta pemerintah daerah bersikap transparan mengenai data luas lahan kritis dan tingkat erosi di kawasan tersebut.

Rajiv menekankan bahwa pengawasan pemerintah tidak boleh hanya bersifat formalitas di atas kertas, tetapi harus menyentuh implementasi teknis di lapangan.

“Kementerian Kehutanan harus lebih ketat dalam pengawasan pemberian dan evaluasi izin, terutama berkaitan dengan kawasan hutan untuk kegiatan tambang. Setiap pemegang izin wajib menjalankan rehabilitasi DAS secara nyata, bukan hanya di atas kertas,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan perusahaan bahwa mereka memiliki tanggung jawab moral dan hukum terhadap pemulihan lingkungan di area hulu. Jika kewajiban rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) tidak dijalankan secara efektif, ia meminta pemerintah untuk meninjau ulang izin perusahaan tersebut.

“Industri yang tumbuh di hilir memiliki tanggung jawab moral dan hukum terhadap kondisi hulu. Tidak adil jika beban pemulihan sepenuhnya dibebankan pada negara. Kalau rehabilitasi tidak berjalan efektif, izin harus ditinjau ulang,” jelasnya.

Sebagai langkah preventif ke depan, legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat II ini menyarankan pemanfaatan teknologi seperti sistem pemantauan berbasis satelit dan sensor hidrologi untuk mendeteksi potensi lonjakan debit air secara dini.

“Dengan dukungan teknologi satelit dan sensor lapangan, potensi lonjakan debit dapat diantisipasi lebih dini,” imbuhnya.

Rajiv mengingatkan bahwa hilirisasi memang penting bagi ekonomi nasional, namun tidak boleh mengabaikan keselamatan jiwa dan keberlanjutan lingkungan.

“Kalau rehabilitasi DAS diabaikan, kita sedang menabung risiko. Setiap musim hujan akan menjadi ujian dan paling rentan pekerja di lapangan. Industri boleh tumbuh, investasi boleh masuk. Tapi satu nyawa yang hilang harus menjadi refleksi bersama,” ungkapnya.

Ia juga meminta pihak perusahaan bertanggung jawab penuh kepada keluarga korban, termasuk memastikan hak jaminan sosial dan kompensasi diberikan tanpa hambatan.

“Tanggung jawab moral dan hukum harus ditegakkan,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), peristiwa tanah longsor terjadi di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Rabu (18/2/2026).

Dalam peristiwa tersebut, dilaporkan satu orang meninggal dunia dan sejumlah alat berat tertimbun. Setelah Tim SAR berhasil menemukan dan mengidentifikasi korban, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga pada Kamis (19/2/2026).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Alumni LPDP Ogah Anaknya Jadi WNI, Ketua Komisi X: Alarm Sosial dan Ujian Komitmen Kebangsaan

Soal Alumni LPDP Ogah Anaknya Jadi WNI, Ketua Komisi X: Alarm Sosial dan Ujian Komitmen Kebangsaan

News | Senin, 23 Februari 2026 | 15:30 WIB

Ibu Tiri Aniaya Anak hingga Tewas, DPR Desak Sistem Perlindungan Diperkuat hingga Level RT/RW

Ibu Tiri Aniaya Anak hingga Tewas, DPR Desak Sistem Perlindungan Diperkuat hingga Level RT/RW

News | Senin, 23 Februari 2026 | 14:13 WIB

Geger Alumni LPDP Ogah Anaknya Jadi WNI, DPR Minta Evaluasi Rekrutmen dan Penanaman Nilai Kebangsaan

Geger Alumni LPDP Ogah Anaknya Jadi WNI, DPR Minta Evaluasi Rekrutmen dan Penanaman Nilai Kebangsaan

News | Senin, 23 Februari 2026 | 12:35 WIB

Komisi VIII DPR RI Awasi Langsung Penyaluran PKH dan Sembako di Batam

Komisi VIII DPR RI Awasi Langsung Penyaluran PKH dan Sembako di Batam

News | Minggu, 22 Februari 2026 | 22:14 WIB

Komisi III DPR RI Siap Kawal Kasus Meninggalnya Nizam Safei

Komisi III DPR RI Siap Kawal Kasus Meninggalnya Nizam Safei

DPR | Minggu, 22 Februari 2026 | 17:05 WIB

Inginkan Sistem 'Selected Party', Surya Paloh: NasDem Konsisten Soal Threshold Tinggi

Inginkan Sistem 'Selected Party', Surya Paloh: NasDem Konsisten Soal Threshold Tinggi

News | Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:25 WIB

Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Komandan ISF di Gaza, Komisi I DPR: Bukti Kepercayaan Dunia pada TNI

Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Komandan ISF di Gaza, Komisi I DPR: Bukti Kepercayaan Dunia pada TNI

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 13:44 WIB

DPR Tegaskan Belum Ada Usulan untuk Kembalikan UU KPK ke Versi Lama

DPR Tegaskan Belum Ada Usulan untuk Kembalikan UU KPK ke Versi Lama

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 15:09 WIB

Nasdem Beberkan Alasan Ahmad Sahroni Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR RI

Nasdem Beberkan Alasan Ahmad Sahroni Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR RI

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 14:27 WIB

Targetkan Pulih Sebelum Lebaran 2026, Ini 13 Kesimpulan Rapat Satgas Bencana DPR dan Pemerintah

Targetkan Pulih Sebelum Lebaran 2026, Ini 13 Kesimpulan Rapat Satgas Bencana DPR dan Pemerintah

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 17:18 WIB

Terkini

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50 WIB

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:06 WIB

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:49 WIB

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:36 WIB

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:29 WIB

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:08 WIB

Ke Mana Febrie Adriansyah Setelah Penggeledahan Besar-besaran? Kejagung: Jangan Tanya Saya!

Ke Mana Febrie Adriansyah Setelah Penggeledahan Besar-besaran? Kejagung: Jangan Tanya Saya!

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:03 WIB

Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pejabat yang Berjasa Kembangkan B50

Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pejabat yang Berjasa Kembangkan B50

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:59 WIB

Mengenal Istilah 'Bangsa Kepiting', Analogi yang Dipakai Prabowo untuk Sifat Saling Menjatuhkan

Mengenal Istilah 'Bangsa Kepiting', Analogi yang Dipakai Prabowo untuk Sifat Saling Menjatuhkan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:51 WIB

Bukan Teror Tembakan! BGN Pastikan Kaca Kantor Pecah Akibat Cuaca Panas Ekstrem

Bukan Teror Tembakan! BGN Pastikan Kaca Kantor Pecah Akibat Cuaca Panas Ekstrem

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:47 WIB

×