Berseragam Serba Hitam, SPPG Kepung Mabes Polri Desak Usut Teror Ketua BEM UGM hingga Tolak MBG

Bangun Santoso | Suara.com

Jum'at, 27 Februari 2026 | 21:10 WIB
Berseragam Serba Hitam, SPPG Kepung Mabes Polri Desak Usut Teror Ketua BEM UGM hingga Tolak MBG
Kelompok masyarakat yang menamakan diri Solidaritas Pemuda dan Pelajar ber-Gerak (SPPG) menggelar aksi demonstrasi pada Jumat, 27 Februari 2026 di Mabes Polri (Ist)
  • Solidaritas Pemuda dan Pelajar ber-Gerak (SPPG) demonstrasi di Jakarta pada 27 Februari 2026 menuntut usut tuntas teror Ketua BEM UGM.
  • Aksi ini juga menyoroti kegagalan negara dalam hak dasar pendidikan pasca tragedi siswa NTT dan kritik BEM UGM.
  • Massa menolak Program MBG, impor pick-up Kopdes, dan keanggotaan Indonesia pada Board of Peace senilai Rp17 triliun.

Suara.com - Gelombang aksi kembali mewarnai ibu kota. Kelompok masyarakat yang menamakan diri Solidaritas Pemuda dan Pelajar ber-Gerak (SPPG) menggelar aksi demonstrasi pada Jumat, 27 Februari 2026, dengan titik aksi di Mabes Polri dan kawasan Patung Kuda Indosat, Jakarta Pusat.

Massa aksi yang diperkirakan berjumlah sekitar 50 orang itu mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Faisal, mengatakan, aksi ini merupakan bentuk sikap tegas dan perlawanan konstitusional atas berbagai persoalan yang dianggap mencederai rasa keadilan publik.

“Suara rakyat adalah kekuatan perubahan. Kami hadir untuk memastikan negara tidak abai terhadap keresahan warganya,” tegasnya.

Desak Usut Tuntas Teror Ketua BEM UGM

Isu utama yang diangkat dalam aksi ini adalah desakan agar aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan teror dan intimidasi terhadap Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.

Dalam orasinya, massa menilai segala bentuk intimidasi fisik maupun psikis tidak boleh mendapat ruang di era keterbukaan demokrasi. Mereka meminta kepolisian bertindak profesional dan transparan.

Menurut massa aksi, kritik keras Tiyo terhadap sejumlah kebijakan publik tidak boleh dibalas dengan ancaman.

“Stop memelihara iklim ketakutan. Siapapun pelakunya harus ditindak tanpa pandang bulu,” demikian salah satu poin orasi yang disiapkan.

Soroti Kritik BEM UGM soal Tragedi Pendidikan

Aksi ini juga menyinggung surat terbuka BEM UGM kepada UNICEF tertanggal 6 Februari 2026. Surat tersebut merupakan respons atas tragedi meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur yang diduga mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli alat tulis seharga kurang dari Rp10 ribu.

Dalam surat tersebut, mahasiswa menilai tragedi itu sebagai cerminan kegagalan negara dalam menjamin hak dasar anak, khususnya akses pendidikan. Mereka menyoroti jurang antara capaian statistik yang kerap dipaparkan pemerintah dengan realitas sosial di lapangan.

Tiyo bahkan menyindir bahwa angka-angka keberhasilan yang disampaikan pemerintah terasa jauh dari kondisi nyata masyarakat. Kritik tersebut, menurut massa, menjadi alarm keras bahwa persoalan kemiskinan dan akses pendidikan belum terselesaikan.

Polri Diminta Fokus Pada Tupoksi

Dalam orasinya di depan Mabes Polri, massa SPPG juga menyoroti potensi keterlibatan aparat kepolisian dalam aspek operasional Program MBG yang dinilai bisa menggeser fokus utama institusi tersebut.

Mereka menegaskan bahwa tugas pokok dan fungsi Polri adalah sebagai pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), penegak hukum, serta pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Polri harus tetap fokus pada pemberantasan kejahatan, menjaga keamanan publik, dan menegakkan hukum. Jangan sampai energi dan sumber daya aparat justru tersedot ke urusan operasional logistik gizi,” tegas salah satu orator.

Menurut massa, potensi pergeseran fokus tersebut dikhawatirkan berdampak pada optimalisasi kinerja kepolisian dalam menangani persoalan kriminalitas di berbagai daerah.

Mereka menilai, apabila aparat terlalu jauh terlibat dalam distribusi maupun pengawasan teknis program yang bersifat administratif-logistik, maka perhatian terhadap isu-isu strategis seperti kejahatan jalanan, narkotika, perdagangan orang, hingga kejahatan siber bisa terabaikan.

“Negara memiliki banyak institusi teknis yang bisa mengelola program pangan dan gizi. Kepolisian seharusnya berdiri tegak sebagai penjaga hukum, bukan menjadi operator logistik,” ujar massa dalam orasi.

SPPG menegaskan bahwa kritik terhadap MBG bukan semata soal substansi program, melainkan juga tata kelola dan pembagian peran antar lembaga negara agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

Tolak Program MBG dan Impor 105.000 Pick-Up Kopdes

Selain isu teror, massa juga menolak Program MBG yang dinilai bermasalah dan tidak manusiawi. Mereka menilai program tersebut tidak menyentuh akar persoalan kesejahteraan rakyat dan justru menyisakan polemik di berbagai daerah.

Tak hanya itu, rencana impor 105.000 unit kendaraan pick-up untuk program Koperasi Desa Merah Putih juga menuai penolakan.

Massa menilai kebijakan tersebut berpotensi melukai industri otomotif nasional dan memperburuk kondisi ketenagakerjaan di tengah maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menurut mereka, alasan harga produksi mobil lokal yang dianggap lebih mahal seharusnya dapat diselesaikan melalui negosiasi teknis dengan produsen dalam negeri.

“Di saat ribuan buruh menghadapi ketidakpastian kerja, negara justru membuka pintu bagi produk luar,” kritik massa dalam naskah orasi.

Sejumlah warga di berbagai wilayah juga dilaporkan menyuarakan penolakan terhadap pembangunan Kopdes Merah Putih, dengan alasan keberadaannya dikhawatirkan mematikan ritel kecil yang sudah lebih dulu berdiri.

Tolak Indonesia Gabung Board of Peace

Isu lain yang diangkat adalah penolakan terhadap rencana Indonesia menjadi anggota permanen Board of Peace (BoP) dengan iuran sebesar Rp17 triliun.

Berdasarkan hasil survei lembaga Median, sebanyak 73,3 persen responden tidak setuju Indonesia membayar iuran sekitar 1 miliar dolar AS untuk keanggotaan tersebut.

Selain nominal yang dinilai besar, sebanyak 50,4 persen responden juga menyatakan tidak setuju Indonesia bergabung dalam forum tersebut.

Massa aksi menilai dana sebesar Rp17 triliun lebih mendesak dialokasikan untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat.

Aksi di Dua Titik

Aksi di Mabes Polri difokuskan pada tuntutan penegakan hukum atas dugaan teror terhadap Tiyo Ardianto. Sementara di Patung Kuda, massa menyampaikan kritik terhadap kebijakan MBG, impor kendaraan Kopdes, serta rencana keanggotaan BoP.

SPPG menegaskan bahwa aksi ini berlangsung secara damai dan mengajak seluruh elemen mahasiswa, buruh, dan masyarakat sipil untuk bersatu menyuarakan aspirasi.

“Bersatu, bergerak, dan bersuara. Karena ketika rakyat diam, ketidakadilan tumbuh dalam senyap,” tutup pernyataan mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat

Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:30 WIB

Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan

Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 23:28 WIB

Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil

Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 19:42 WIB

Kecewa Tak Ditemui Kapolri, BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Ancam Gelar Aksi Lebih Besar

Kecewa Tak Ditemui Kapolri, BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Ancam Gelar Aksi Lebih Besar

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 18:57 WIB

Dituntut 2 Tahun Penjara Terkait Demo Agustus, Syahdan Husein Soroti Kasus Aparat Bunuh Anak di Tual

Dituntut 2 Tahun Penjara Terkait Demo Agustus, Syahdan Husein Soroti Kasus Aparat Bunuh Anak di Tual

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 17:48 WIB

Demo di Mabes Polri, Mahasiswa UI Sindir Polisi Berpeci dan Berkerudung: Tak Bisa Pikat Hati Kami!

Demo di Mabes Polri, Mahasiswa UI Sindir Polisi Berpeci dan Berkerudung: Tak Bisa Pikat Hati Kami!

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 17:20 WIB

Ratusan Mahasiswa UI dan UPNVJ Mulai Datang! 'Polisi Pembunuh' Menggema di Depan Mabes Polri

Ratusan Mahasiswa UI dan UPNVJ Mulai Datang! 'Polisi Pembunuh' Menggema di Depan Mabes Polri

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 17:19 WIB

Terkini

Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih

Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih

News | Rabu, 15 April 2026 | 00:14 WIB

Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG

Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG

News | Selasa, 14 April 2026 | 23:49 WIB

Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!

Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!

News | Selasa, 14 April 2026 | 22:14 WIB

Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan

Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan

News | Selasa, 14 April 2026 | 21:51 WIB

Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual

Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual

News | Selasa, 14 April 2026 | 21:45 WIB

Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!

Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!

News | Selasa, 14 April 2026 | 21:07 WIB

Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani

Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:35 WIB

Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!

Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:31 WIB

Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati

Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:08 WIB

Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029

Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:39 WIB