Debat ICW: Desak Politisi Lepas Pengaruh Bisnis demi Cegah Konflik Kepentingan

Erick Tanjung

Minggu, 01 Maret 2026 | 12:48 WIB
Debat ICW: Desak Politisi Lepas Pengaruh Bisnis demi Cegah Konflik Kepentingan
Perwakilan Partai Buruh, Margianta dalam forum debat “Kepung ICW vs 6 Politisi” yang digelar Indonesia Corruption Watch (ICW) di Teater Utan Kayu, Jumat (27/2/2026). [Suara.com/Dinda Pramesti K]
baca 10 detik
  • ICW desak politisi lepas kendali bisnis guna hindari praktik perdagangan pengaruh.
  • PKB dorong peningkatan pendanaan partai oleh negara demi kurangi ketergantungan pemodal.
  • Partai Buruh minta politisi tak gunakan skema keluarga untuk sembunyikan aset bisnis.

Suara.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak para politisi yang menjabat di lembaga legislatif untuk melepaskan seluruh pengaruh serta keuntungan dari bisnis yang mereka kelola. Desakan ini mengemuka dalam forum debat 'Kepung ICW vs 6 Politisi' yang digelar di Teater Utan Kayu, Jumat (27/2/2026).

Mosi utama yang diangkat adalah kewajiban politisi menjabat untuk melepas kendali bisnis guna mencegah praktik trading in influence (perdagangan pengaruh). ICW menekankan bahwa sekadar melepas kepemilikan saham tidaklah cukup jika sang politisi masih memiliki kontrol secara terselubung.

“Banyak praktik di mana politisi mengeklaim sudah tidak memiliki saham, padahal mereka tetap bertindak sebagai beneficial owner atau memiliki kontrol penuh atas bisnis tersebut,” ujar peneliti ICW, Almas Sjafrina, Sabtu (28/2/2026).

Perwakilan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Riezal Ilham Pratama, menyepakati perlunya pencegahan konflik kepentingan. Namun, ia berpendapat akar masalahnya adalah ketergantungan finansial partai politik pada pemodal besar.

Perwakilan PKB, Riezal Ilham Pratama dalam forum debat “Kepung ICW vs 6 Politisi” yang digelar Indonesia Corruption Watch (ICW) di Teater Utan Kayu, Jumat (27/2/2026). [Suara.com/Dinda Pramesti K]
Perwakilan PKB, Riezal Ilham Pratama dalam forum debat “Kepung ICW vs 6 Politisi” yang digelar Indonesia Corruption Watch (ICW) di Teater Utan Kayu, Jumat (27/2/2026). [Suara.com/Dinda Pramesti K]

Riezal mengusulkan agar negara meningkatkan pendanaan publik bagi partai politik sebagai investasi untuk menciptakan infrastruktur demokrasi yang sehat dan berintegritas.

“Negara harus mau berinvestasi pada partai politik agar mereka tidak bergantung pada pengusaha. Jika partai sehat, pengusaha tidak perlu masuk partai hanya untuk mengamankan kepentingan bisnisnya melalui kebijakan,” jelas Riezal.

Selain itu, ia menekankan pentingnya mekanisme internal untuk melarang kader duduk di komisi DPR yang berkaitan langsung dengan sektor bisnis pribadinya.

Senada dengan itu, perwakilan Partai Buruh, Margianta, mendukung penuh desakan agar politisi melepas pengaruh bisnis tanpa menggunakan skema proxy, seperti mengalihkan aset kepada anggota keluarga. Ia menilai keterikatan elite politik dengan industri ekstraktif telah memperlemah perlindungan terhadap hak-hak buruh.

Namun, Margianta menambahkan bahwa solusi struktural tidak cukup hanya dengan menambah dana bantuan politik. Ia mendorong kebijakan pajak yang lebih progresif terhadap kelompok super kaya untuk mengurangi ketimpangan ekonomi dan praktik penghindaran pajak.

baca juga

“Orang-orang kaya ini harus dikenai pajak yang adil guna mendukung redistribusi kekayaan nasional,” tegasnya.

ICW dalam forum tersebut menyimpulkan bahwa konflik kepentingan di parlemen tidak hanya merusak integritas lembaga, tetapi juga mencederai iklim usaha yang adil. Lembaga antirasuah ini mendorong lahirnya regulasi tegas dalam UU Pemilu dan UU Partai Politik guna memastikan para pejabat publik benar-benar bersih dari cengkeraman kepentingan bisnis selama masa jabatan mereka.

___________________________

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Debat ICW vs Politisi Muda: Soroti Larangan Pebisnis Ekstraktif Duduk di Legislatif

Debat ICW vs Politisi Muda: Soroti Larangan Pebisnis Ekstraktif Duduk di Legislatif

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 12:37 WIB

Audiens Debat ICW Kritik Jawaban Normatif Politisi dan Desak Reformasi Antikorupsi

Audiens Debat ICW Kritik Jawaban Normatif Politisi dan Desak Reformasi Antikorupsi

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 12:23 WIB

DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran

DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:04 WIB

Terkini

Emiten PGEO Pasang Target Kapasitas PLTP Capai 1,8 GW pada 2034

Emiten PGEO Pasang Target Kapasitas PLTP Capai 1,8 GW pada 2034

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 19:05 WIB

Hyundai New CRETA Dilengkapi Drive Mode Adaptif untuk Berbagai Kondisi Berkendara

Hyundai New CRETA Dilengkapi Drive Mode Adaptif untuk Berbagai Kondisi Berkendara

Jawa Tengah | Rabu, 15 Juli 2026 | 19:00 WIB

ICW Cium Gelagat Kasus Eks Jampidsus Bakal Berhenti di Tengah Jalan: Sulit Lacak Aktor Besar

ICW Cium Gelagat Kasus Eks Jampidsus Bakal Berhenti di Tengah Jalan: Sulit Lacak Aktor Besar

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:56 WIB

Modus Judi Online Makin Canggih, Terbaru Lewat QRIS hingga E-Wallet

Modus Judi Online Makin Canggih, Terbaru Lewat QRIS hingga E-Wallet

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:55 WIB

Bukan Sekadar Tren, Alasan Barrel Pants Kini Jadi Andalan Gaya Sehari-hari

Bukan Sekadar Tren, Alasan Barrel Pants Kini Jadi Andalan Gaya Sehari-hari

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:52 WIB

Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko

Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:48 WIB

Daftar Pemain Terkuat dan Berpengaruh di Piala Dunia 2026

Daftar Pemain Terkuat dan Berpengaruh di Piala Dunia 2026

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:45 WIB

Sebulan Tak Diguyur Hujan, Sungai Cisadane Mulai Mengering

Sebulan Tak Diguyur Hujan, Sungai Cisadane Mulai Mengering

Foto | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:40 WIB

Asing Jual Bersih Rp160 Miliar, BMRI hingga RANS Malah Diborong

Asing Jual Bersih Rp160 Miliar, BMRI hingga RANS Malah Diborong

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:40 WIB

Bukan Didorong, ASN Nias Tewas Lompat dari Apartemen di Medan Gegara Diperas 2 Wanita

Bukan Didorong, ASN Nias Tewas Lompat dari Apartemen di Medan Gegara Diperas 2 Wanita

Sumut | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:38 WIB

×