- Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada Februari 2026, memicu perang regional setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
- Beberapa negara seperti Irak, Lebanon, dan Turki disiagakan tinggi karena ancaman kekacauan domestik dan potensi limpahan konflik militer.
- Iran melancarkan serangan balasan ke beberapa negara Teluk seperti UEA, Qatar, dan Bahrain yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat.
Menjadi salah satu yang paling terdampak. Rudal Iran menghantam area vital seperti Bandara Internasional Zayed (Abu Dhabi), Bandara Dubai, Pelabuhan Jebel Ali, hingga kawasan elite Palm Jumeirah. Laporan menyebutkan adanya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur sipil.
2. Qatar
Pangkalan Udara Al Udeid, basis militer terbesar AS di kawasan, dihantam puluhan rudal. Serangan ini merusak sistem radar dan menyebabkan sejumlah personel luka-luka.
3. Bahrain
Sebagai markas Armada Kelima Angkatan Laut AS, Bahrain menjadi target utama. Kondisi ini memaksa penutupan total kantor diplomatik dan pembatalan seluruh agenda resmi negara.
4. Kuwait dan Arab Saudi
Meski kedua negara ini berupaya melakukan de-eskalasi dalam beberapa tahun terakhir, wilayah mereka tetap terdampak ledakan proyektil Iran yang menyasar aset strategis AS di sana.
5. Yordania
Berada di garis lintasan rudal, Yordania mengaktifkan sistem pertahanan udara secara penuh untuk mencegat proyektil yang melintas di atas ibu kota Amman.
Baca Juga: 24 Jam Menegangkan! Cerita Eks Barcelona Berpacu dengan Waktu Tinggalkan Iran
Nasib Palestina yang Kian Terjepit
Laporan Atlantic Council menyoroti dampak pahit bagi warga Palestina. Di tengah perang besar ini, isu kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat seolah terlupakan oleh dunia.
Perhatian internasional dan bantuan logistik kini tersedot sepenuhnya pada konfrontasi AS-Israel-Iran, membuat posisi warga Palestina semakin rentan dan terisolasi.
Eskalasi konflik AS-Israel dan Iran pada 2026 menunjukkan bagaimana satu serangan dapat memicu efek domino geopolitik di Timur Tengah. Sejumlah negara kini berada dalam status siaga tinggi, sementara dampak kemanusiaan dan stabilitas regional menjadi taruhan besar dari perang yang terus membara.
Reporter: Dinda Pramesti K