- Menlu AS Marco Rubio, Senin (2/3/2026), konfirmasi serangan udara AS respons serangan Israel terhadap Iran demi lindungi personel.
- Pentagon secara internal menyatakan tidak ada intelijen yang mendukung rencana serangan balasan Iran terhadap pasukan Amerika Serikat.
- Rubio menyatakan operasi awal ini fokus melumpuhkan rudal Iran, mengancam serangan lebih berat jika tujuan militer belum tercapai.
Ironisnya, serangan besar ini meletus justru di saat jalur diplomasi sedang diupayakan. Perwakilan Washington dan Teheran sebenarnya tengah berada dalam proses negosiasi terkait program nuklir Iran dengan mediasi dari negara Oman.
Putaran negosiasi terakhir di Jenewa bahkan baru saja berakhir pada hari Kamis, hanya selang dua hari sebelum bom pertama dijatuhkan.
Laporan dari The New York Times mengindikasikan adanya pengaruh kuat dari Tel Aviv di balik keputusan militer Washington.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan terus mendesak Presiden Donald Trump untuk "strike a decisive blow" atau memberikan pukulan telak terhadap Iran.
Netanyahu dikabarkan sangat khawatir jika diplomasi nuklir yang baru dimulai tersebut justru akan menggagalkan rencana aksi militer yang telah dirancang lama oleh Israel yang memang mengincar Iran.
Marco Rubio memperingatkan bahwa operasional militer Amerika Serikat saat ini baru merupakan tahap awal. Fokus utama serangan adalah untuk melumpuhkan total kemampuan rudal Iran serta menghilangkan ancaman angkatan laut mereka terhadap jalur pelayaran global di Selat Hormuz dan Samudra Hindia.
Ia memberikan peringatan keras bahwa eskalasi lebih lanjut sangat mungkin terjadi dalam waktu dekat. “Saya tidak akan membocorkan detail upaya taktis kami, tetapi serangan terberat masih akan datang dari militer AS. Fase selanjutnya akan jauh lebih menghukum Iran daripada sekarang.,” kata Rubio dengan nada mengancam.
Saat ditanya mengenai durasi perang ini, Rubio enggan memberikan kepastian tanggal berakhirnya konflik. Menurutnya, Amerika Serikat memiliki objektif militer tertentu yang harus dicapai sepenuhnya.
“Berapa lama waktu yang dibutuhkan? Saya tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan. Kami memiliki tujuan. Kami akan melakukan ini selama dibutuhkan.”