Menlu AS Sebut Amerika Serikat Serang Iran Karena 'Pengaruh' Israel

M Nurhadi

Selasa, 03 Maret 2026 | 14:44 WIB
Menlu AS Sebut Amerika Serikat Serang Iran Karena 'Pengaruh' Israel
US Secretary of State Marco Rubio [Officiel Instagram]
baca 10 detik
  • Menlu AS Marco Rubio, Senin (2/3/2026), konfirmasi serangan udara AS respons serangan Israel terhadap Iran demi lindungi personel.
  • Pentagon secara internal menyatakan tidak ada intelijen yang mendukung rencana serangan balasan Iran terhadap pasukan Amerika Serikat.
  • Rubio menyatakan operasi awal ini fokus melumpuhkan rudal Iran, mengancam serangan lebih berat jika tujuan militer belum tercapai.

Suara.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengeluarkan keterangan kontroversial terkait keterlibatan militer Washington dalam eskalasi besar-besaran di Timur Tengah, khususnya Iran.

Dalam pengakuannya pada Senin (2/3/2026), Rubio mengonfirmasi bahwa militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara sebagai respon lanjutan dari serangan Israel yang sudah diprediksi sebelumnya.

Rubio menegaskan bahwa langkah tersebut diambil berdasarkan kalkulasi risiko yang sangat tinggi bagi personel militer Amerika di kawasan Teluk.

“Kami tahu bahwa Israel (akan menyerang Iran -red). Kami tahu itu akan memicu serangan terhadap pasukan Amerika. Dan kami tahu bahwa jika kami tidak menyerang mereka terlebih dahulu, sebelum mereka melancarkan serangan tersebut, kami akan menderita korban jiwa yang lebih besar.,” ujar Rubio saat berbicara kepada wartawan di Capitol Hill, dikutip via Anadolu Agency pada Selasa (3/3/2026).

Pernyataan ini muncul sesaat sebelum Rubio memberikan pengarahan kepada Gang of Eight—kelompok elit yang terdiri dari empat pemimpin kongres dan kepala Komite Intelijen DPR serta Senat Amerika Serikat.

Rubio bersikeras bahwa gempuran gabungan AS-Israel tersebut sangat krusial untuk mencegah kerugian jiwa yang lebih besar di pihak sekutu.

Meskipun Rubio mengeklaim adanya ancaman yang mendesak, sebuah laporan mengejutkan justru muncul dari internal Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon).

Berdasarkan laporan media internasional, para pejabat Pentagon dalam pengarahan tertutup pada hari Minggu justru memberikan informasi yang bertolak belakang kepada staf Kongres.

Dalam pertemuan rahasia tersebut, pihak Pentagon dikabarkan menyatakan bahwa tidak ada laporan intelijen yang menunjukkan bahwa Iran berencana untuk menyerang pasukan AS terlebih dahulu.

baca juga

Bahkan, media setempat meyakini, Iran sama sekali tidak berencana menyerang AS.

Hal ini memicu pertanyaan besar di kalangan pengamat politik mengenai keabsahan "ancaman mendesak" yang dijadikan alasan oleh administrasi Donald Trump untuk memulai konfrontasi bersenjata.

Meski demikian, Rubio mengklaim, kemampuan rudal balistik Iran dan rencana penargetan pangkalan AS sebagai dasar utama tindakan militer tersebut.

Ia menambahkan bahwa menunggu Iran untuk memukul lebih dulu hanya akan menghasilkan banyak korban, dan cara yang dilakukan AS adalah mempertahankan diri.

Di sisi lain, Israel telah lebih dulu mengumumkan bahwa mereka meluncurkan apa yang disebut sebagai serangan "preemptive" dengan sandi "Operation Lion's Roar" pada Sabtu dini hari.

Pemerintah Israel bahkan langsung menetapkan status darurat nasional secara "spesial dan mendesak" di seluruh wilayahnya.

Ironisnya, serangan besar ini meletus justru di saat jalur diplomasi sedang diupayakan. Perwakilan Washington dan Teheran sebenarnya tengah berada dalam proses negosiasi terkait program nuklir Iran dengan mediasi dari negara Oman.

Putaran negosiasi terakhir di Jenewa bahkan baru saja berakhir pada hari Kamis, hanya selang dua hari sebelum bom pertama dijatuhkan.

Laporan dari The New York Times mengindikasikan adanya pengaruh kuat dari Tel Aviv di balik keputusan militer Washington.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan terus mendesak Presiden Donald Trump untuk "strike a decisive blow" atau memberikan pukulan telak terhadap Iran.

Netanyahu dikabarkan sangat khawatir jika diplomasi nuklir yang baru dimulai tersebut justru akan menggagalkan rencana aksi militer yang telah dirancang lama oleh Israel yang memang mengincar Iran.

Marco Rubio memperingatkan bahwa operasional militer Amerika Serikat saat ini baru merupakan tahap awal. Fokus utama serangan adalah untuk melumpuhkan total kemampuan rudal Iran serta menghilangkan ancaman angkatan laut mereka terhadap jalur pelayaran global di Selat Hormuz dan Samudra Hindia.

Ia memberikan peringatan keras bahwa eskalasi lebih lanjut sangat mungkin terjadi dalam waktu dekat. “Saya tidak akan membocorkan detail upaya taktis kami, tetapi serangan terberat masih akan datang dari militer AS. Fase selanjutnya akan jauh lebih menghukum Iran daripada sekarang.,” kata Rubio dengan nada mengancam.

Saat ditanya mengenai durasi perang ini, Rubio enggan memberikan kepastian tanggal berakhirnya konflik. Menurutnya, Amerika Serikat memiliki objektif militer tertentu yang harus dicapai sepenuhnya. 

“Berapa lama waktu yang dibutuhkan? Saya tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan. Kami memiliki tujuan. Kami akan melakukan ini selama dibutuhkan.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Qatar Stop Produksi LNG Usai Diserang Drone Iran, Harga Gas Eropa Meroket 54 Persen

Qatar Stop Produksi LNG Usai Diserang Drone Iran, Harga Gas Eropa Meroket 54 Persen

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:36 WIB

Prabowo Ingin Mediasi Iran vs AS-Israel, Pakar HI Ungkap 5 Tantangan Besar RI

Prabowo Ingin Mediasi Iran vs AS-Israel, Pakar HI Ungkap 5 Tantangan Besar RI

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:25 WIB

Trump Peringatkan 'Gelombang Besar' Serangan ke Iran Segera Datang

Trump Peringatkan 'Gelombang Besar' Serangan ke Iran Segera Datang

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:05 WIB

Apakah Selat Hormuz Penting Bagi Amerika Serikat?

Apakah Selat Hormuz Penting Bagi Amerika Serikat?

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:02 WIB

Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya

Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 13:40 WIB

10 Panduan Pertolongan Pertama dari Serangan Nuklir untuk Kamu Pahami

10 Panduan Pertolongan Pertama dari Serangan Nuklir untuk Kamu Pahami

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 13:37 WIB

Terkini

Cara Menata Cermin di Kamar Tidur yang Baik Menurut Feng Shui, Diletakkan di Mana?

Cara Menata Cermin di Kamar Tidur yang Baik Menurut Feng Shui, Diletakkan di Mana?

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:23 WIB

Mengenal Nonchalant Core: Tren Bersikap 'Bodo Amat' ala Gen Z, Sehatkah Secara Mental?

Mengenal Nonchalant Core: Tren Bersikap 'Bodo Amat' ala Gen Z, Sehatkah Secara Mental?

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:23 WIB

Fakta Pahit Buruh Pengupas Bawang di Jogja, Kerja Seharian Hanya Diupah Rp3 Ribu

Fakta Pahit Buruh Pengupas Bawang di Jogja, Kerja Seharian Hanya Diupah Rp3 Ribu

Jogja | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:16 WIB

Dewa United Pertahankan Ivar Jenner di Tengah Beredarnya Rumor Transfer Persija Jakarta

Dewa United Pertahankan Ivar Jenner di Tengah Beredarnya Rumor Transfer Persija Jakarta

Bola | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Perbedaan Sunscreen vs Sunblock, Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Sensitif?

Perbedaan Sunscreen vs Sunblock, Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Sensitif?

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:15 WIB

9 Rekomendasi Moisturizer Murah di Bawah Rp50 Ribu untuk Kulit Glowing

9 Rekomendasi Moisturizer Murah di Bawah Rp50 Ribu untuk Kulit Glowing

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Harga Sunblock Water Resistant, Ini 5 Rekomendasi Produknya yang Anti Luntur!

Harga Sunblock Water Resistant, Ini 5 Rekomendasi Produknya yang Anti Luntur!

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:11 WIB

PNM Bangun Ekosistem Pembiayaan Mekaar, Bunga 8 Persen

PNM Bangun Ekosistem Pembiayaan Mekaar, Bunga 8 Persen

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:10 WIB

ESDM Buka Tender PLTS 30 GW, Jadi Langkah Awal Proyek Energi Surya 100 GW

ESDM Buka Tender PLTS 30 GW, Jadi Langkah Awal Proyek Energi Surya 100 GW

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Indonesia Bullion Market Association Resmi Hadir, Jadi Wadah Penguatan Ekosistem Emas Nasional

Indonesia Bullion Market Association Resmi Hadir, Jadi Wadah Penguatan Ekosistem Emas Nasional

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:10 WIB

×