Harga Minyak Dunia Terancam Melambung, Pemerintah Diwanti-wanti Tak Naikkan BBM Saat Lebaran

Bangun Santoso | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Selasa, 03 Maret 2026 | 17:07 WIB
Harga Minyak Dunia Terancam Melambung, Pemerintah Diwanti-wanti Tak Naikkan BBM Saat Lebaran
Foto sebagai ilustrasi harga minyak dunia. [Foto: ANTARA]
  • Konflik Timur Tengah diprediksi menaikkan harga minyak mentah dunia hingga $100/barel, membebani APBN Indonesia.
  • Pemerintah dihadapkan dilema menaikkan BBM subsidi atau menanggung beban fiskal besar, inflasi pasti meningkat.
  • Pengamat menyarankan jika kenaikan harga BBM subsidi harus dilakukan, pemerintah perlu memilih momentum yang kondusif pasca-Lebaran.

Suara.com - Eskalasi konflik global di wilayah timur tengah dan dan Selat Hormuz diprediksi akan memicu lonjakan harga minyak mentah dunia hingga menembus angka 100 dolar AS per barel.

Pengamat Ekonomi Energi UGM, Fahmy Radhi, menyebutkan bahwa kenaikan ini akan menciptakan beban fiskal yang sangat berat bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia.

Situasi ini menempatkan pemerintah pada posisi sulit untuk menentukan kebijakan harga BBM terlebih yang selama ini disubsidi.

Kendati demikian, Fahmy mewanti-wanti agar pemerintah tidak mengambil kebijakan menaikkan harga BBM di tengah momentum Ramadan dan Lebaran Idulfitri.

"Pilihannya itu harus menaikkan harga BBM subsidi, misalnya Pertalite dan Solar gitu ya, maka momentumnya jangan saat lebaran ini," kata Fahmy saat dihubungi, Selasa (3/3/2026).

Menurut Fahmy, tanpa adanya kenaikan harga BBM pun, tingkat inflasi pada saat lebaran sudah dipastikan akan meningkat.

"Karena kita tahu tanpa kenaikan harga BBM saja inflasinya akan tinggi, apalagi ditambah kenaikan BBM itu," ucapnya.

Ia menyarankan jika memang penyesuaian harga tidak dapat dihindari akibat harga minyak dunia yang terus membengkak, pemerintah harus mencari waktu yang lebih kondusif.

Penetapan momentum yang salah dalam menaikkan harga BBM subsidi dinilai dapat memicu instabilitas ekonomi.

"Jadi kalau misalnya pemerintah harus menaikkan harga BBM subsidi, ya harus cari momentum yang paling tepat gitu ya, misalnya beberapa lama setelah lebaran misalnya. Nah itu harusnya diputuskan dengan benar. Kalau salah, itu bisa berakibat fatal," tegasnya.

Dijelaskan Fahmy, kenaikan harga minyak dunia akan secara otomatis menaikkan biaya impor BBM Indonesia yang mencapai lebih kurang 1.200 barel per hari.

Kondisi tersebut tidak hanya dapat memicu inflasi, melainkan turut berisiko menguras devisa negara dan memperlemah nilai tukar Rupiah terhadap Dolar.

Jika sekarang harga minyak mentah dunia berkisar antara 70-85 dolar AS per barel. Ada kemungkinan jika konflik geopolitik ini makin meluas maka harga minyak dapat mencapai 100 dolar AS per barel.

Fahmy tak menampik bahwa keputusan untuk tetap mempertahankan subsidi atau menaikkan harga adalah dilema yang tidak mudah bagi Indonesia.

Oleh karena itu, ketepatan waktu dalam pengambilan kebijakan menjadi kunci. Agar tidak terjadi gejolak ekonomi dan sosial yang lebih parah di masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selat Hormuz Lumpuh: Harga Minyak Melambung

Selat Hormuz Lumpuh: Harga Minyak Melambung

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 12:05 WIB

Harga minyak dunia melonjak setelah kapal diserang di dekat Selat Hormuz

Harga minyak dunia melonjak setelah kapal diserang di dekat Selat Hormuz

News | Senin, 02 Maret 2026 | 13:36 WIB

Timur Tengah Membara, Harga Minyak Dunia Menuju Level Tertinggi 13 Bulan

Timur Tengah Membara, Harga Minyak Dunia Menuju Level Tertinggi 13 Bulan

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 10:56 WIB

Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?

Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?

Bisnis | Minggu, 01 Maret 2026 | 00:37 WIB

Bayang-bayang Perang AS-Iran, Harga Minyak Dunia 'Nangkring' di Level Tertinggi 7 Bulan

Bayang-bayang Perang AS-Iran, Harga Minyak Dunia 'Nangkring' di Level Tertinggi 7 Bulan

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:41 WIB

Timur Tengah Membara, Harga Minyak 'Terbang' Dekati Level Tertinggi 7 Bulan

Timur Tengah Membara, Harga Minyak 'Terbang' Dekati Level Tertinggi 7 Bulan

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 11:17 WIB

Harga Minyak Stabil di Tengah Bayang-bayang Surplus Pasokan Venezuela

Harga Minyak Stabil di Tengah Bayang-bayang Surplus Pasokan Venezuela

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 14:06 WIB

Terkini

Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov

Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov

News | Sabtu, 04 April 2026 | 14:05 WIB

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:50 WIB

Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap

Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:27 WIB

Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS

Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:07 WIB

Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil

Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil

News | Sabtu, 04 April 2026 | 12:53 WIB

Tragis! Niat Cari Makan, Karyawan Laundry Tewas Tersambar KRL di Pancoran

Tragis! Niat Cari Makan, Karyawan Laundry Tewas Tersambar KRL di Pancoran

News | Sabtu, 04 April 2026 | 11:42 WIB

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Said Abdullah Desak PBB Seret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Said Abdullah Desak PBB Seret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional

News | Sabtu, 04 April 2026 | 11:02 WIB

Perkuat Hak Saksi dan Korban, Komisi XIII DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU PSDK dengan 491 DIM

Perkuat Hak Saksi dan Korban, Komisi XIII DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU PSDK dengan 491 DIM

News | Sabtu, 04 April 2026 | 10:40 WIB

Halmahera Tengah Membara, Wagub Malut dan Petinggi TNI-Polri Turun Tangan Redam Bentrok Antarwarga

Halmahera Tengah Membara, Wagub Malut dan Petinggi TNI-Polri Turun Tangan Redam Bentrok Antarwarga

News | Sabtu, 04 April 2026 | 08:15 WIB

Tragedi Maut di Proyek TB Simatupang: Niat Menolong Berujung Petaka, 4 Pekerja Tewas

Tragedi Maut di Proyek TB Simatupang: Niat Menolong Berujung Petaka, 4 Pekerja Tewas

News | Sabtu, 04 April 2026 | 07:46 WIB