Amerika Serikat Siap Tempur, Israel Justru Kelelahan Dibombardir Iran

Yazir F | Suara.com

Rabu, 04 Maret 2026 | 15:32 WIB
Amerika Serikat Siap Tempur, Israel Justru Kelelahan Dibombardir Iran
Ilustrasi perang Iran vs Amerika Serikat dan Israel. (Dok. Suara.com)
  •  Meskipun AS siap mendukung perang jangka panjang, Israel menghadapi risiko kebangkrutan energi dan ekonomi akibat akumulasi konflik sebelumnya.
  • Masyarakat Israel kini mulai merasakan dampak langsung perang di kota-kota besar, namun justru memicu gelombang militerisme yang lebih kuat.
  • Ketidakpastian politik dan ekonomi akibat perang mulai mendorong generasi berbakat Israel untuk meninggalkan negaranya.

Suara.com - Sejumlah pimpinan di Israel dan Amerika Serikat memberikan sinyal bahwa konfrontasi militer melawan Iran kemungkinan besar akan memakan waktu hingga berminggu-minggu.

Melansir laporan Al Jazeera, AS yang kini berada di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump tampak sangat percaya diri. Mereka menegaskan bahwa durasi perang bukan masalah besar bagi Pentagon, mengingat kapasitas militer AS yang dirancang untuk pertempuran jangka panjang.

Namun, lain cerita dengan kondisi Israel. Israel tengah didera kelelahan luar biasa pasca biaya ekonomi dan militer yang membengkak akibat genosida di Gaza.

Belum lagi keterlibatan mereka dalam rangkaian serangan di Lebanon dan Suriah, serta gesekan hebat dengan Iran sebelumnya. Dalam kondisi ekonomi dan psikologis yang terkuras, perang yang berlarut-larut kali ini diprediksi akan menjadi beban yang jauh lebih mahal bagi Tel Aviv.

Sejak melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu pekan lalu, wilayah Israel justru menjadi sasaran hujan rudal dan pesawat nirawak (drone).

Dampaknya sangat terasa di dalam negeri, peringatan serangan udara meraung di berbagai titik, sekolah-sekolah lumpuh, hingga mobilisasi puluhan ribu tentara cadangan secara masif.

Kota-kota vital seperti Haifa dan Tel Aviv kini berada dalam tekanan serangan yang konsisten, membuat petugas layanan darurat bekerja ekstra keras.

Masyarakat Israel, yang selama ini jarang merasakan dampak langsung dari skala peperangan yang biasa pemerintah mereka lancarkan ke pihak lain, kini terpaksa berulang kali menyelamatkan diri ke bungker-bungker perlindungan.

Menariknya, di tengah situasi mencekam ini, dukungan terhadap perang masih tergolong tinggi. Di kota-kota besar, opini publik menunjukkan hasrat kuat untuk melawan musuh yang selama berdekade-dekade didoktrinasikan sebagai ancaman eksistensial.

Seorang pakar ekonomi politik asal Israel, Shir Hever, mengamati fenomena ini sebagai pergeseran sosiologis. "Begitu perang dimulai, Israel tersapu oleh gelombang militerisme," ujarnya.

Kecenderungan pro-perang ini dinilai banyak analis sebagai bentuk radikalisasi yang semakin mengakar dalam masyarakat Israel.

Tokoh-tokoh politik sayap kanan yang dulunya dianggap marginal kini justru memegang kendali di pusat pemerintahan.

Sayangnya, kondisi ini membawa dampak sampingan yang serius. Polarisasi politik yang tajam ditambah tekanan ekonomi yang kian berat telah memicu eksodus massal kaum muda terpelajar ke luar negeri.

Sementara itu, bagi mereka yang memilih bertahan, kebencian terhadap Iran sebagai musuh utama kian mendarah daging. Perang berminggu-minggu ini dikhawatirkan akan menciptakan masyarakat yang semakin militeristik.

Akademisi dari Universitas Tel Aviv, Daniel Bar-Tal, memberikan perumpamaan sejarah yang cukup tajam. "Ini seperti peristiwa Blitz di Inggris saat Perang Dunia II," ungkapnya, merujuk pada ketahanan mental masyarakat di tengah gempuran udara yang terus-menerus demi melawan apa yang mereka anggap sebagai ancaman besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:49 WIB

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:30 WIB

Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman

Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:22 WIB

Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini

Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:16 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:12 WIB

Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali

Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali

News | Sabtu, 18 April 2026 | 15:54 WIB

Sosok Steven Garcia: Hilang Misterius, Disebut Punya Akses ke Fasilitas Nuklir Rahasia

Sosok Steven Garcia: Hilang Misterius, Disebut Punya Akses ke Fasilitas Nuklir Rahasia

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:50 WIB

Hampir Tiga Tahun Genosida di Palestina oleh Israel, Berapa Korbannya?

Hampir Tiga Tahun Genosida di Palestina oleh Israel, Berapa Korbannya?

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:06 WIB

Harga BBM Dijaga Tetap Stabil, Pertamina Imbau Masyarakat Hemat Energi

Harga BBM Dijaga Tetap Stabil, Pertamina Imbau Masyarakat Hemat Energi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 11:49 WIB

Kotak Pandora UFO dan Alien Bakal Dibuka Trump, Politikus AS: Publik Bakal Geleng-geleng

Kotak Pandora UFO dan Alien Bakal Dibuka Trump, Politikus AS: Publik Bakal Geleng-geleng

News | Sabtu, 18 April 2026 | 11:44 WIB

Terkini

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

News | Minggu, 19 April 2026 | 08:04 WIB

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

News | Sabtu, 18 April 2026 | 22:00 WIB

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:54 WIB

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:06 WIB

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:53 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:19 WIB

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:49 WIB

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:45 WIB

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:32 WIB