Sisi Gelap Fast Fashion: Industri Fesyen Penyumbang 10 Persen Emisi Global, Apa yang Bisa Dilakukan?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 06 Maret 2026 | 11:55 WIB
Sisi Gelap Fast Fashion: Industri Fesyen Penyumbang 10 Persen Emisi Global, Apa yang Bisa Dilakukan?
Ilustrasi fast fashion yang mencemari laut (Freepik/freepik)

Suara.com - Industri fesyen hari ini bukan sekadar soal gaya hidup. Ia telah menjadi mesin produksi raksasa yang menempatkan dirinya sebagai konsumen air terbesar kedua di dunia. Bersamaan dengan itu, tren fast fashion membuat produksi pakaian meningkat drastis.

Industri ini bertanggung jawab atas sekitar 10% emisi karbon global—jumlah yang bahkan melampaui gabungan emisi penerbangan internasional dan pengiriman maritim. Di balik pakaian murah dan tren yang terus berganti, ada sisi gelap yang kerap luput dari perhatian konsumen.

Istilah fast fashion mulai dikenal pada awal 1990-an ketika Zara membuka toko di New York dengan ambisi memindahkan pakaian dari desain ke rak toko hanya dalam 15 hari. Kini, standar kecepatan itu semakin ekstrem. Perusahaan seperti Shein bahkan mampu memangkas waktu produksi hingga sekitar 10 hari.

Kecepatan produksi ini berdampak langsung pada lingkungan. Fokus pada biaya murah dan peniruan tren memicu produksi massal yang menghasilkan limbah besar. Produksi fesyen menyumbang sekitar 10% emisi karbon global, sementara sekitar 85% tekstil berakhir di tempat pembuangan sampah setiap tahun.

Menurut laporan Quantis tahun 2018, polusi terbesar industri ini berasal dari proses pewarnaan dan penyelesaian tekstil (36%), persiapan benang (28%), serta produksi serat (15%).

Dampaknya bahkan berlanjut setelah pakaian dibeli. Banyak produk fast fashion menggunakan serat sintetis seperti poliester, nilon, dan akrilik yang membutuhkan ratusan tahun untuk terurai. Setiap kali pakaian ini dicuci, serat mikro plastik dilepaskan ke laut.

Data dari International Union for Conservation of Nature menunjukkan sekitar 35% mikroplastik di lautan berasal dari pencucian tekstil sintetis. Dengan konsumsi pakaian global mencapai sekitar 80 miliar potong per tahun—naik 400% dibanding dua dekade lalu—aktivitas domestik kita ikut menjadi penyumbang pencemaran laut.

Mengurangi dampak industri fesyen membutuhkan perubahan cara produksi sekaligus cara kita mengonsumsi pakaian. Salah satu pendekatan yang mulai berkembang adalah konsep slow fashion, yang mendorong konsumsi lebih sadar dan memperpanjang masa pakai pakaian.

Model ekonomi sirkular juga mulai muncul melalui layanan penyewaan pakaian. Platform seperti Rent the Runway dan Gwynnie Bee di Amerika Serikat, serta Girl Meets Dress di Inggris, memungkinkan konsumen tetap mengikuti tren tanpa harus membeli pakaian baru secara terus-menerus.

baca juga

Perusahaan seperti Mud Jeans bahkan memperkenalkan sistem penyewaan jeans organik yang dapat dikembalikan untuk didaur ulang.

Pada akhirnya, perubahan ini juga membutuhkan peran pemerintah, industri, dan konsumen. Seperti yang diingatkan oleh Patsy Perry dari University of Manchester, prinsip paling sederhana untuk menghadapi krisis ini adalah: less is always more.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sisi Gelap Kapal Cumi Tiongkok: Separuh Awak Alami Kekerasan hingga Aktivitas Merusak Lingkungan

Sisi Gelap Kapal Cumi Tiongkok: Separuh Awak Alami Kekerasan hingga Aktivitas Merusak Lingkungan

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 20:03 WIB

PELNI Siapkan 751 Ribu Tiket dan 55 Kapal untuk Mudik Lebaran

PELNI Siapkan 751 Ribu Tiket dan 55 Kapal untuk Mudik Lebaran

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 09:30 WIB

Jejak Asri Jadi Ruang Berbagi Inspirasi Lingkungan, Dari Kebiasaan Kecil Hingga Aksi Nyata

Jejak Asri Jadi Ruang Berbagi Inspirasi Lingkungan, Dari Kebiasaan Kecil Hingga Aksi Nyata

Lifestyle | Kamis, 05 Maret 2026 | 07:55 WIB

Terkini

Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama

Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:19 WIB

Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi

Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:15 WIB

Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil

Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:01 WIB

Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi

Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:54 WIB

Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan

Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan

Sumsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:42 WIB

Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?

Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?

Sumsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:27 WIB

Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi

Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:25 WIB

PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan

PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:19 WIB

11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!

11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:13 WIB

Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun

Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:10 WIB

×