1.300 Warga Sipil dan Anak-anak Tewas, Ribuan Rumah Hancur Akibat Serangan AS-Israel di Iran

Bella, Novian Ardiansyah

Senin, 09 Maret 2026 | 20:48 WIB
1.300 Warga Sipil dan Anak-anak Tewas, Ribuan Rumah Hancur Akibat Serangan AS-Israel di Iran
Ilustrasi serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran. /ANTARA/Anadolu/py.
  • Kedutaan Iran merilis data korban jiwa sipil lebih dari 1.300 syahid dan 9.669 target sipil rusak akibat serangan AS dan Israel sejak 28 Februari 2026.
  • Serangan pada hari keenam menargetkan kapal perang Iran Dena di perairan internasional, menewaskan 104 personel saat menuju India.
  • Iran menuduh AS dan Israel melanggar hukum internasional dengan menyerang infrastruktur vital, termasuk bandara dan fasilitas penyulingan air.

Suara.com - Kedutaan Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia mengungkapkan total korban jiwa serta kerusakan akibat dampak serangan Amerika Serikat dan Israel yang disebut berlangsung sejak Sabtu, 28 Februari 2026, pagi, bertepatan dengan 10 Ramadan 1447 Hijriah.

Tercatat hingga saat ini, lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil disebut telah menjadi syahid. Selain itu, 9.669 target sipil dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk 7.943 unit rumah tinggal, 1.617 pusat perdagangan dan layanan, 32 pusat medis dan farmasi, 65 sekolah dan fasilitas pendidikan, 13 bangunan Perhimpunan Bulan Sabit Merah, serta sejumlah infrastruktur penyediaan energi.

Selain korban sipil, Iran juga melaporkan adanya serangan terhadap kapal perang mereka. Pada hari keenam agresi terhadap Iran, Amerika Serikat dan Israel disebut melakukan serangan terhadap kapal perang Iran Dena pada jarak lebih dari 2.000 mil laut dari pantai Iran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan 104 personel tewas.

"Kapal perang yang tidak bersenjata ini melakukan perjalanan ke India atas undangan resmi Angkatan Laut India untuk mengikuti sebuah program pelatihan, namun tanpa peringatan apa pun, kapal tersebut menjadi sasaran serangan di perairan internasional, yang merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional," tulis Kedutaan Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia.

Kedutaan Iran menyebut tindakan tersebut bukan hanya sebuah kejahatan serius, tetapi juga memperluas eskalasi konflik.

"Tindakan AS tersebut bukan hanya merupakan sebuah kejahatan yang mengerikan, tetapi juga memperluas lingkup perang melampaui wilayah pesisir Iran serta mengancam keamanan pelayaran internasional," tulis Kedutaan Besar Republik Islam Iran.

Selain itu, Iran juga menuding adanya serangan terhadap sejumlah infrastruktur vital, termasuk bandara sipil, pesawat penumpang, serta fasilitas penyulingan air laut di Pulau Qeshm.

Iran menyebut serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional.

"Kejahatan yang akan membawa konsekuensi berat bagi para pelakunya," tulis Kedutaan Besar Republik Islam Iran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Takut Pulang ke Tanah Air, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dikabarkan Cari Suaka di Australia

Takut Pulang ke Tanah Air, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dikabarkan Cari Suaka di Australia

Bola | Senin, 09 Maret 2026 | 20:41 WIB

China akan Lakukan Apa yang Diperlukan untuk Lindungi Keamanan Energi

China akan Lakukan Apa yang Diperlukan untuk Lindungi Keamanan Energi

News | Senin, 09 Maret 2026 | 20:38 WIB

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru Iran, Bagaimana Majelis Khobregan Menentukannya?

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru Iran, Bagaimana Majelis Khobregan Menentukannya?

News | Senin, 09 Maret 2026 | 20:37 WIB

Pertanyakan Status Siaga 1 TNI, Peneliti UGM Soroti Potensi Pelemahan Demokrasi

Pertanyakan Status Siaga 1 TNI, Peneliti UGM Soroti Potensi Pelemahan Demokrasi

News | Senin, 09 Maret 2026 | 20:16 WIB

Palestina Merdeka Harus Jadi Jangkar Diplomasi, Maksimalkan Peluang di Board of Peace

Palestina Merdeka Harus Jadi Jangkar Diplomasi, Maksimalkan Peluang di Board of Peace

Entertainment | Senin, 09 Maret 2026 | 19:58 WIB

Prabowo: Indonesia Aman Pangan Meski Dunia Hadapi Krisis

Prabowo: Indonesia Aman Pangan Meski Dunia Hadapi Krisis

News | Senin, 09 Maret 2026 | 19:50 WIB

Dunia Bergejolak Akibat Perang di Timur Tengah, Prabowo: Kita Harus Siap Hadapi Kesulitan

Dunia Bergejolak Akibat Perang di Timur Tengah, Prabowo: Kita Harus Siap Hadapi Kesulitan

News | Senin, 09 Maret 2026 | 19:18 WIB

Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya

Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya

News | Senin, 09 Maret 2026 | 18:23 WIB

Bahlil Sebut BBM Aman, Pengamat: Aslinya Rawan!

Bahlil Sebut BBM Aman, Pengamat: Aslinya Rawan!

News | Senin, 09 Maret 2026 | 17:59 WIB

Rupiah Dihajar Perang AS-Iran, Hampir Tembus Rp 17.000/USD

Rupiah Dihajar Perang AS-Iran, Hampir Tembus Rp 17.000/USD

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 17:10 WIB

Terkini

Jejak Uang Rp145,5 Miliar Kasus Imigrasi, KPK Temukan Aset Kripto Rp1,2 Miliar

Jejak Uang Rp145,5 Miliar Kasus Imigrasi, KPK Temukan Aset Kripto Rp1,2 Miliar

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:39 WIB

Jadi Penasihat Prabowo, Said Iqbal Bicara Buruh Tetap Demo atau Tidak?

Jadi Penasihat Prabowo, Said Iqbal Bicara Buruh Tetap Demo atau Tidak?

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:31 WIB

Masih Bingung? Ini Perbedaan Perpres PARD dan PP Tunas dalam Perlindungan Anak di Ranah Digital

Masih Bingung? Ini Perbedaan Perpres PARD dan PP Tunas dalam Perlindungan Anak di Ranah Digital

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:29 WIB

Satgas Pangan Polri Cium Aroma Kartel di Balik Amblesnya Harga TBS Sawit

Satgas Pangan Polri Cium Aroma Kartel di Balik Amblesnya Harga TBS Sawit

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:28 WIB

Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Langsung Suarakan Hapus Outsourcing

Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Langsung Suarakan Hapus Outsourcing

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:19 WIB

Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun

Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:13 WIB

Jadi Penasihat Khusus Presiden, Akankah Said Iqbal Tetap Kritis Bela Buruh?

Jadi Penasihat Khusus Presiden, Akankah Said Iqbal Tetap Kritis Bela Buruh?

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:09 WIB

Alasan Prabowo Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasihat: Biar Aspirasi Buruh Gak Macet

Alasan Prabowo Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasihat: Biar Aspirasi Buruh Gak Macet

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:04 WIB

Siasat Licik Dokter Gigi Vietnam: Pura-pura Jadi Pasien Demi Buka Praktik Ilegal di Ciputat!

Siasat Licik Dokter Gigi Vietnam: Pura-pura Jadi Pasien Demi Buka Praktik Ilegal di Ciputat!

News | Senin, 08 Juni 2026 | 17:47 WIB

KPK Bongkar Asal-usul Aset Kripto di Kasus Silmy Karim

KPK Bongkar Asal-usul Aset Kripto di Kasus Silmy Karim

News | Senin, 08 Juni 2026 | 17:27 WIB