Cara Iran Acungkan 'Jari Tengah' ke Trump: Pilih Mojtaba Khamenei Jadi Ayatollah

Bernadette Sariyem | Suara.com

Senin, 09 Maret 2026 | 21:35 WIB
Cara Iran Acungkan 'Jari Tengah' ke Trump: Pilih Mojtaba Khamenei Jadi Ayatollah
Kolase foto Mojtaba Khamenei, putra Ali Khamenei yang dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran (kanan) dan seseorang mengacungkan jari tengah kepada Donald Trump ketika hadir di pertandingan American Footbal tingkat universitas di Iowa, 9 September 2023 (kanan). [Suara.com]
  • Ayatollah Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada Minggu (8/3) menggantikan ayahnya yang gugur.
  • Penunjukan ini merupakan respons terbuka terhadap peringatan keras sebelumnya dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
  • Mojtaba dipilih berdasarkan instruksi mendiang ayahnya, yaitu memilih figur yang paling dibenci oleh pihak musuh Iran.

Suara.com - Republik Islam Iran resmi mengumumkan era kepemimpinan baru di tengah berkecamuknya perang. Pada Minggu (8/3)  malam waktu setempat, sejumlah media resmi pemerintah mengumumkan penunjukan ulama Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.

Ia menggantikan ayahnya, mendiang Ayatollah Ali Khamenei sebagai pemimpin teringgi (supreme leader) dan sekaligus marja (imam rujukan tertinggi) umat Islam Syiah, yang gugur dalam serangan udara Israel di Teheran pada 28 Februari lalu.

Penunjukan Mojtaba, yang kini menjadi figur peringkat ketiga tertinggi dalam 47 tahun sejarah Republik Islam, dipandang sebagai tantangan langsung terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Hanya beberapa hari sebelumnya, Trump secara provokatif menyebut kemungkinan terpilihnya Mojtaba sebagai sesuatu yang "tidak dapat diterima."

Ketegangan semakin memuncak setelah Trump memberikan peringatan keras sesaat sebelum konfirmasi penunjukan tersebut.

Presiden AS itu memperingatkan bahwa pemimpin baru Iran "tidak akan bertahan lama" tanpa persetujuannya.

Sementara di lain sisi, Israel juga telah mengancam akan menghabisi "penerus mana pun" dari Rahbar Ali Khamenei, pemimpin berusia 86 tahun yang gugur pada hari pertama perang.

Pesan Perlawanan Terbuka terhadap Barat

Para pengamat politik internasional melihat langkah Teheran ini bukan sekadar suksesi biasa, melainkan pernyataan perang diplomatik.

Ali Alfoneh, peneliti senior dari Arab Gulf States Institute (AGSI), menilai penunjukan putra kedua mendiang Ali Khamenei ini adalah sebuah bentuk penghinaan terhadap tekanan Amerika Serikat.

Penunjukan ini merupakan "acungan jari tengah" kepada Trump dan Amerika Serikat, menurut prediksi Alfoneh.

Melalui langkah ini, rezim Islam Iran seolah mengirimkan pesan tegas kepada Gedung Putih.

"Jika anda membunuh satu Khamenei, kami akan memilih Khamenei yang lain," tegas Alfoneh merangkum sikap keras Teheran.

Seyed Mojtaba Khamenei lahir di Mashhad 56 tahun yang lalu. Sebagai keturunan langsung Nabi Muhammad SAWW (Seyed), ia memiliki privilese religius yang kuat.

Meskipun begitu, sosoknya selama ini sangat tertutup. Alfoneh mencatat bahwa Mojtaba "tidak pernah memberikan wawancara...dan muncul di depan publik hanya dua kali setahun: pada parade Hari Revolusi 11 Februari, dan rapat umum Hari Quds (Yerusalem) pada Jumat terakhir Ramadan."

Profil Sang 'Martir Hidup' dan Kedekatan dengan Militer

Meski jarang muncul di media, Mojtaba bukan orang baru di lingkaran kekuasaan. Pada usia 17 tahun, ia ikut bertempur dalam perang Iran-Irak tahun 1986 bersama batalion Habib ibn Mazahir dari Divisi 27 Mohammad Rasulollah, yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran (IRGC).

Sejak ayahnya menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi pada 1989, Mojtaba secara bertahap masuk ke dalam struktur kekuasaan.

Ia menjadi jembatan krusial antara kantor Pemimpin Tertinggi, milisi Basij, dan aparat keamanan negara.

Namun, ia selalu bergerak di balik bayang-bayang hingga namanya terseret dalam investigasi Bloomberg Januari lalu terkait jaringan investasi jutaan dolar di Eropa dan Timur Tengah—tuduhan yang dibantah keras oleh otoritas Iran.

Menariknya, proses penunjukan Mojtaba mencerminkan pola yang sama saat ayahnya terpilih pada 1989.

Kala itu, Ali Khamenei belum memiliki gelar ulama tingkat tinggi atau Ayatollah. Kini, Mojtaba yang sebelumnya bergelar Hojtatoleslam, langsung dipromosikan dan disebut sebagai "Ayatollah" oleh Majelis Ahli dan media pemerintah segera setelah terpilih.

Salah satu faktor kuat yang memuluskan jalan Mojtaba adalah statusnya sebagai "martir hidup".

Ia sempat terluka dalam upaya pembunuhan oleh Israel melalui serangan udara baru-baru ini.

Selain itu, serangan bom yang menewaskan ayah, ibu, istri, anak laki-laki, dan saudara perempuannya pada 28 Februari lalu memberinya modal simbolis yang besar di mata kaum konservatif Iran.

Instruksi Ali Khamenei: Pilih yang Dibenci Musuh

Majelis Ahli yang terdiri dari 88 ulama senior menyatakan bahwa kesepakatan telah dicapai setelah pemungutan suara rahasia.

Ayatollah Ahmad Alamolhoda, ulama garis keras yang dekat dengan faksi fundamentalis, mengonfirmasi hal tersebut.

"Pemungutan suara untuk menunjuk pemimpin telah dilakukan dan pemimpin telah dipilih," ujarnya kepada kantor berita Tasnim.

Anggota Majelis Ahli lainnya, Mohsen Heidari, mengungkapkan sebuah fakta menarik di balik terpilihnya Mojtaba.

Dalam sebuah video yang dirilis media pemerintah, Heidari mengungkapkan bahwa kandidat tersebut dipilih berdasarkan instruksi khusus dari mendiang Ayatollah Ali Khamenei sebelum wafat.

Khamenei berpesan bahwa pemimpin tertinggi Iran berikutnya haruslah seseorang yang "dibenci oleh musuh."

Dengan terpilihnya Mojtaba, banyak pakar memprediksi Iran akan tetap berada pada jalur kebijakan yang keras.

Luciano Zaccara, profesor dari Georgetown University di Qatar, meringkas pilihan ini dalam satu kata: "kontinuitas."

Menurutnya, di bawah kepemimpinan Mojtaba Khamenei, "tidak ada yang akan berubah" dalam arah kebijakan strategis Republik Islam Iran terhadap Barat maupun sekutu regionalnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sentuh Rp16.949 per Dolar AS, Rupiah Berpotensi Tertekan jika Konflik Timur Tengah Berlanjut

Sentuh Rp16.949 per Dolar AS, Rupiah Berpotensi Tertekan jika Konflik Timur Tengah Berlanjut

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 21:01 WIB

Tiga Kali Dikhianati? Ini Kronologi Retaknya Diplomasi ASIran

Tiga Kali Dikhianati? Ini Kronologi Retaknya Diplomasi ASIran

News | Senin, 09 Maret 2026 | 20:56 WIB

1.300 Warga Sipil dan Anak-anak Tewas, Ribuan Rumah Hancur Akibat Serangan AS-Israel di Iran

1.300 Warga Sipil dan Anak-anak Tewas, Ribuan Rumah Hancur Akibat Serangan AS-Israel di Iran

News | Senin, 09 Maret 2026 | 20:48 WIB

Epstein Files: Donald Trump Perkosa Anak di Bawah Umur

Epstein Files: Donald Trump Perkosa Anak di Bawah Umur

News | Senin, 09 Maret 2026 | 20:46 WIB

Takut Pulang ke Tanah Air, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dikabarkan Cari Suaka di Australia

Takut Pulang ke Tanah Air, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dikabarkan Cari Suaka di Australia

Bola | Senin, 09 Maret 2026 | 20:41 WIB

China akan Lakukan Apa yang Diperlukan untuk Lindungi Keamanan Energi

China akan Lakukan Apa yang Diperlukan untuk Lindungi Keamanan Energi

News | Senin, 09 Maret 2026 | 20:38 WIB

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru Iran, Bagaimana Majelis Khobregan Menentukannya?

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru Iran, Bagaimana Majelis Khobregan Menentukannya?

News | Senin, 09 Maret 2026 | 20:37 WIB

Pertanyakan Status Siaga 1 TNI, Peneliti UGM Soroti Potensi Pelemahan Demokrasi

Pertanyakan Status Siaga 1 TNI, Peneliti UGM Soroti Potensi Pelemahan Demokrasi

News | Senin, 09 Maret 2026 | 20:16 WIB

Terkini

Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan

Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan

News | Sabtu, 25 April 2026 | 00:02 WIB

Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti

Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:59 WIB

YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil

YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:55 WIB

UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial

UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:00 WIB

Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana

Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana

News | Jum'at, 24 April 2026 | 22:10 WIB

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi

News | Jum'at, 24 April 2026 | 21:17 WIB

AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional

AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional

News | Jum'at, 24 April 2026 | 21:11 WIB

Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat

Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:58 WIB

Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP

Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:55 WIB

Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April

Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:40 WIB