Trump Klaim Perang AS-Israel vs Iran Segera Usai, Sebut Militer Iran Nyaris Lumpuh

Vania Rossa

Selasa, 10 Maret 2026 | 14:40 WIB
Trump Klaim Perang AS-Israel vs Iran Segera Usai, Sebut Militer Iran Nyaris Lumpuh
Ilustrasi perang AS dan Iran. [ANTARA]
  • Presiden Trump mengklaim perang AS-Israel melawan Iran akan segera berakhir karena kekuatan tempur Iran hampir lumpuh dalam satu pekan.
  • Klaim ini disampaikan Trump melalui telepon CBS News pada Senin (9/3/2026) sore, menyusul serangan terhadap lebih dari 3.000 target Iran.
  • Tujuan utama operasi militer AS adalah menghentikan ambisi nuklir Iran, sembari memperingatkan keras tentang keamanan Selat Hormuz.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa perang antara koalisi AS-Israel melawan Iran akan segera berakhir.

Klaim penuh percaya diri ini disampaikan Trump setelah menyebut militer AS telah berhasil melumpuhkan kekuatan tempur Iran hampir sepenuhnya hanya dalam waktu sekitar satu pekan.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui sambungan telepon dengan CBS News pada Senin (9/3/2026) sore waktu setempat, menjelang konferensi pers resminya di klub golf miliknya di Doral, Miami, Florida.

Menurut Trump, perkembangan operasi militer AS di Timur Tengah berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan awal yang sebelumnya diprediksi akan memakan waktu empat hingga lima minggu.

"Saya pikir perang ini sudah sangat lengkap," kata Trump kepada CBS News, dikutip Selasa (10/3/2026).

Klaim Militer Iran Nyaris Lumpuh

Trump menjelaskan tingkat kerusakan yang dialami militer Iran setelah rentetan serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat.

Menurut data militer AS, lebih dari 3.000 target strategis Iran telah dibombardir pada minggu pertama operasi militer.

"Iran tidak memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak memiliki angkatan udara. Rudal mereka tinggal sedikit. Drone mereka diledakkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuatan drone mereka," ujar Trump.

Militer AS juga menyatakan telah menyerang ribuan target Iran sejak operasi dimulai.

"Jika Anda perhatikan, mereka tidak punya apa-apa lagi. Tidak ada yang tersisa dalam arti militer," tambahnya.

Meski tidak secara spesifik menyebut kapan perang akan berhenti, Trump memastikan kepada awak media bahwa konflik tersebut akan selesai dalam waktu dekat.

Ia bahkan menyebut fase setelah konflik sebagai “awal dari pembangunan bangsa baru.”

Trump juga mengatakan Amerika Serikat sedang mencapai “langkah besar menuju penyelesaian tujuan militer kita,” sambil mengklaim bahwa kekuatan militer Iran telah dilumpuhkan secara menyeluruh.

Namun, ia menegaskan bahwa Amerika Serikat masih menahan diri untuk tidak menyerang beberapa target vital, seperti fasilitas produksi listrik.

Fokus Menghentikan Ambisi Nuklir Iran

Dalam kesempatan tersebut, Trump kembali menegaskan bahwa tujuan utama operasi militer AS adalah menghentikan ambisi nuklir Iran.

Ia mengklaim bahwa jika AS tidak menyerang fasilitas nuklir Iran pada musim panas lalu, negara tersebut sudah bisa memiliki senjata nuklir dalam waktu sangat singkat.

"Mereka akan memiliki senjata nuklir dalam waktu dua hingga empat minggu," klaim Trump.

Sebagai catatan, laporan intelijen AS tahun lalu memperkirakan Iran membutuhkan waktu sekitar tiga hingga delapan bulan untuk membangun perangkat nuklir, dengan asumsi tidak ada kendala teknis.

Selain itu, badan intelijen AS sebelumnya juga menilai Iran tidak sedang aktif merakit senjata nuklir, meski memiliki persediaan uranium yang telah diperkaya.

Peringatan soal Selat Hormuz

Di tengah klaim kemenangan tersebut, Trump juga menyampaikan peringatan keras kepada Iran terkait Selat Hormuz, jalur perdagangan energi global yang sangat penting.

Ketegangan di kawasan tersebut sempat mengguncang pasar minyak dunia dan mengganggu lalu lintas kapal komersial.

"Saya tidak akan membiarkan rezim teroris menyandera dunia dan mencoba menghentikan pasokan minyak global," ujar Trump.

Untuk menjaga stabilitas pasar energi, Trump mengatakan pemerintah AS siap memberikan asuransi risiko politik bagi kapal tanker yang melintasi Teluk Persia serta menyediakan pengawalan militer jika diperlukan.

"Jika mereka melakukan sesuatu, harganya akan tak terhitung," kata Trump, merujuk pada kemungkinan tindakan Iran terhadap kapal tanker minyak di kawasan tersebut.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Rudal Tomahawk? Senjata Jarak Jauh yang Tewaskan Ratusan Anak di iran

Apa Itu Rudal Tomahawk? Senjata Jarak Jauh yang Tewaskan Ratusan Anak di iran

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 14:25 WIB

Alert! Perang AS-Israel vs Iran Dorong Harga BBM, Listrik, dan KPR di Sini Meroket

Alert! Perang AS-Israel vs Iran Dorong Harga BBM, Listrik, dan KPR di Sini Meroket

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 14:10 WIB

Begini Cara Kerja Drone MQ-9 Reaper AS yang Ditembak Jatuh Militer Iran

Begini Cara Kerja Drone MQ-9 Reaper AS yang Ditembak Jatuh Militer Iran

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 13:39 WIB

Terkini

Ismail Menangis, Asrul Bertongkat: Dua Bos Travel Resmi Ditahan KPK Kasus Kuota Haji

Ismail Menangis, Asrul Bertongkat: Dua Bos Travel Resmi Ditahan KPK Kasus Kuota Haji

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:35 WIB

KPK Dalami Fakta Sidang Raffi Ahmad Titip iPhone 17 dari AS, Siap-siap Diperiksa?

KPK Dalami Fakta Sidang Raffi Ahmad Titip iPhone 17 dari AS, Siap-siap Diperiksa?

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:34 WIB

KPK Ungkap Fakta Raffi Ahmad Titip Barang di Blueray Cargo Terkait Kasus Bea Cukai

KPK Ungkap Fakta Raffi Ahmad Titip Barang di Blueray Cargo Terkait Kasus Bea Cukai

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:26 WIB

Bantah Terlibat, DWP Tegaskan Tak Pernah Promosikan Whip Pink

Bantah Terlibat, DWP Tegaskan Tak Pernah Promosikan Whip Pink

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:20 WIB

Aksi Kilat 2 Menit Terekam CCTV! Maling di Duren Sawit Viral Usai Sikat HP Korban Modus Beli Rokok

Aksi Kilat 2 Menit Terekam CCTV! Maling di Duren Sawit Viral Usai Sikat HP Korban Modus Beli Rokok

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:19 WIB

Detik-detik Bangunan Ambruk di Belakang Siswa, Video Gempa Filipina Bikin Merinding

Detik-detik Bangunan Ambruk di Belakang Siswa, Video Gempa Filipina Bikin Merinding

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:18 WIB

Update Korban Gempa Filipina: 19 Tewas, 12 Hilang, 100 Orang Luka-luka

Update Korban Gempa Filipina: 19 Tewas, 12 Hilang, 100 Orang Luka-luka

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:00 WIB

Jakarta 'Bersih-bersih' Parkir Liar: 456 Pelanggaran Ditindak, 11 Jukir Liar Diciduk

Jakarta 'Bersih-bersih' Parkir Liar: 456 Pelanggaran Ditindak, 11 Jukir Liar Diciduk

News | Senin, 08 Juni 2026 | 19:56 WIB

Terima Surat Kepercayaan, 8 Dubes Negara Sahabat Tegaskan Komitmen di Depan Prabowo

Terima Surat Kepercayaan, 8 Dubes Negara Sahabat Tegaskan Komitmen di Depan Prabowo

News | Senin, 08 Juni 2026 | 19:55 WIB

Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat: Ada Palestina, Filipina, hingga Saint Lucia

Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat: Ada Palestina, Filipina, hingga Saint Lucia

News | Senin, 08 Juni 2026 | 19:45 WIB