Antisipasi Penumpukan Pemudik, Pemerintah Lakukan Antisipasi Lalin Hingga Terapkan WFA

Bangun Santoso | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 11 Maret 2026 | 18:42 WIB
Antisipasi Penumpukan Pemudik, Pemerintah Lakukan Antisipasi Lalin Hingga Terapkan WFA
Menko PMK Pratikno (Suara.com/Lilis)
  • Pemerintah memprediksi pergerakan mudik Lebaran 2026 mencapai 150 juta orang, sehingga mendistribusikan waktu perjalanan melalui FWA dan cuti bersama.
  • Untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem, pemerintah menyiapkan modifikasi cuaca dan mengaktifkan Operasi Ketupat Polri pada 13 hingga 26 Maret 2026.
  • Keselamatan perjalanan ditingkatkan melalui pemeriksaan kesehatan pengemudi bus serta penyiapan 2.700 pos kesehatan di sepanjang jalur mudik Lebaran.

Suara.com - Pemerintah memperkirakan pergerakan masyarakat selama mudik Lebaran 2026 berpotensi melampaui 150 juta orang. Lonjakan mobilitas tersebut membuat pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mencegah penumpukan perjalanan pada waktu tertentu.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan salah satu strategi utama yang disiapkan pemerintah adalah mendistribusikan waktu perjalanan masyarakat agar arus mudik tidak terkonsentrasi pada satu periode.

“Salah satu yang kami upayakan agar arus mudik ini lebih lancar, lebih aman, lebih nyaman adalah pendistribusian pergerakan pemudik. Dengan rangkaian kebijakan ini kita harapkan pemudik tidak menumpuk di satu waktu tertentu,” kata Pratikno dalam keterangan di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi mobilitas masyarakat selama periode Lebaran tahun ini mencapai sekitar 143,9 juta orang. Namun pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan jumlah pemudik aktual biasanya lebih tinggi dari hasil survei.

“Perkiraan surveinya itu adalah 143.915.053. Tetapi dari tahun ke tahun dalam praktiknya lebih tinggi dari survei, sekitar 10-an persen lebih tinggi, artinya bisa menjadi sekitar 155 juta manusia bergerak,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pemerintah menerapkan sejumlah pengaturan mobilitas. Di antaranya melalui flexible working arrangement (FWA) pada 16–17 Maret dan 25–27 Maret 2026, pengaturan libur sekolah mulai 16 Maret, serta penetapan cuti bersama.

Selain pengaturan waktu perjalanan, pemerintah juga menyiapkan rekayasa lalu lintas dan dukungan operasional selama periode mudik.

Di sisi lain, pemerintah juga mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi selama arus mudik. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami curah hujan menengah hingga tinggi.

“Kita juga harus waspada, mengantisipasi bencana hidrometeorologi basah yang menurut BMKG potensinya masih kategori menengah hingga tinggi di sebagian wilayah Indonesia,” kata Pratikno.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai dukungan seperti operasi modifikasi cuaca, kesiapan 191 Unit Pelaksana Teknis BMKG, serta pelaksanaan Operasi Ketupat Polri pada 13–26 Maret 2026.

Selain itu, posko terpadu lintas kementerian dan lembaga juga disiagakan di berbagai titik guna mendukung kelancaran arus mudik.

Dalam aspek keselamatan perjalanan, pemerintah juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pengemudi angkutan umum.

Pratikno menyebut pemeriksaan awal telah dilakukan terhadap 338 pengemudi bus di sejumlah terminal dan pool perusahaan di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

“Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, tes alkohol, serta narkotika dan zat adiktif lainnya,” ujarnya.

Pemerintah juga menyiagakan lebih dari 2.700 pos pelayanan kesehatan di sepanjang jalur mudik untuk memberikan layanan bagi para pemudik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Total 291 Km, Ini Daftar 10 Tol Fungsional Mudik Lebaran 2026

Total 291 Km, Ini Daftar 10 Tol Fungsional Mudik Lebaran 2026

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 17:58 WIB

Suzuki Siapkan Bengkel Siaga di 71 Titik Strategis Kawal Mudik Lebaran 2026

Suzuki Siapkan Bengkel Siaga di 71 Titik Strategis Kawal Mudik Lebaran 2026

Otomotif | Rabu, 11 Maret 2026 | 17:33 WIB

7 Aplikasi Pantau Kemacetan Mudik Lebaran 2026 Selain Google Maps

7 Aplikasi Pantau Kemacetan Mudik Lebaran 2026 Selain Google Maps

Tekno | Rabu, 11 Maret 2026 | 14:36 WIB

Mayoritas Pemudik Pakai Mobil Pribadi, Bagaimana Kesiapan Ruas Jalan Tol dan Non Tol?

Mayoritas Pemudik Pakai Mobil Pribadi, Bagaimana Kesiapan Ruas Jalan Tol dan Non Tol?

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 13:41 WIB

Cara Pakai Google Maps Offline, Tetap Bisa Navigasi saat Mudik Tanpa Internet

Cara Pakai Google Maps Offline, Tetap Bisa Navigasi saat Mudik Tanpa Internet

Tekno | Rabu, 11 Maret 2026 | 15:05 WIB

15 Ide Pantun Mudik Lebaran yang Lucu dan Hangat

15 Ide Pantun Mudik Lebaran yang Lucu dan Hangat

Lifestyle | Rabu, 11 Maret 2026 | 12:38 WIB

Jadwal Lengkap One Way, Contraflow, dan Ganjil Genap Arus Mudik Lebaran 2026

Jadwal Lengkap One Way, Contraflow, dan Ganjil Genap Arus Mudik Lebaran 2026

Lifestyle | Rabu, 11 Maret 2026 | 11:55 WIB

Terkini

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:43 WIB

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:33 WIB

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:18 WIB

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:04 WIB

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:00 WIB

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:45 WIB

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:39 WIB

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:37 WIB

Profil Praka Rico Pramudia, Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon

Profil Praka Rico Pramudia, Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:29 WIB

Circle Korupsi Sulit Dibongkar? Eks Penyidik KPK Ungkap Peran Loyalitas dan Skema Berlapis

Circle Korupsi Sulit Dibongkar? Eks Penyidik KPK Ungkap Peran Loyalitas dan Skema Berlapis

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:20 WIB