- Jaksa Agung New York menggugat Trump sejak 2022 atas pemalsuan laporan keuangan untuk keuntungan finansial.
- Pengadilan Banding menguatkan temuan penipuan bisnis Trump, namun mengurangi denda awal $450 juta.
- Pengacara Trump kini menuntut komunikasi Jaksa Agung dengan Michael Cohen karena klaim adanya paksaan kesaksian.
“Kesaksian Cohen berada di jantung perkara dan menjadi dasar dimulainya penyelidikan yang bermuatan politik terhadap Trump, keluarganya, dan bisnisnya,” tulis tim pengacara Trump seperti dilansir dari NY Post.
![Pemilik Inter Miami, Jorge Mas (kiri) bersama Donald Trump dan Lione Messi [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/07/99739-jorge-mas-donald-trump.jpg)
Dalam tulisan di platform Substack, Cohen menuduh dirinya dipaksa oleh jaksa untuk memberikan keterangan yang mengarah pada hukuman bagi Trump.
“Saya merasa terpaksa dan dipaksa untuk memberikan apa yang mereka inginkan,” tulis Cohen.
Ia juga menyebut penyelidik dari kantor Jaksa Agung New York dan jaksa Manhattan memiliki tujuan yang sama.
“Letitia James dan Alvin Bragg mungkin tidak berada di kantor yang sama, tetapi mereka memakai buku pedoman yang sama,” kata Cohen.
Tim hukum Trump menilai kantor Jaksa Agung menolak memberikan dokumen yang diminta. Mereka bahkan menyebut pihak jaksa mengaku tidak mengetahui apakah catatan komunikasi tersebut ada atau tidak.
“Jaksa Agung menolak melakukan langkah sederhana untuk memastikan apakah dokumen itu ada atau sedang dihapus secara otomatis,” tulis tim pembela Trump dalam berkas pengadilan.