Rudal-rudal Iran Masih Menghantui, Trump dan Netanyahu Terpojok Skandal Dalam Negeri

Galih Prasetyo Suara.Com
Jum'at, 13 Maret 2026 | 07:00 WIB
Rudal-rudal Iran Masih Menghantui, Trump dan Netanyahu Terpojok Skandal Dalam Negeri
Dua pemimpin yang jadi pelopor serangan brutal kepada Iran, Donald Trump dan Benjamin Netanyhau tengah dihadapkan masalah pelik di dalam negeri. [White House]
Baca 10 detik
  • Donald Trump menghadapi gugatan pemalsuan laporan keuangan sejak 2022, dengan keputusan awal penipuan finansial oleh hakim New York.
  • Benjamin Netanyahu menghadapi skandal Sde Teiman mengenai dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap tahanan Palestina di Israel Selatan.
  • Kedua pemimpin khawatir karena IRGC mengancam akan terus menyerang basis AS dan Israel hingga ancaman perang Iran berakhir.

Suara.com - Dua pemimpin yang jadi pelopor serangan brutal kepada Iran, Donald Trump dan Benjamin Netanyahu tengah dihadapkan masalah pelik di dalam negeri.

Donald Trump saat ini masih harus dibuat pusing dengan kasus perdata yang melilitnya sejak 2022, yakni kasus dugaan pemalsuan laporan keuangan untuk keuntungan finansial perusahaan miliknya.

Pada September 2022, Kantor Jaksa Agung New York yang dipimpin oleh Letitia James menggugat Trump, anak-anaknya, dan perusahaan mereka dengan tuduhan memalsukan laporan keuangan selama bertahun-tahun untuk mendapatkan keuntungan dari bank dan perusahaan asuransi.

Jaksa menilai Trump menggelembungkan nilai aset hingga miliaran dolar untuk memperoleh pinjaman dengan bunga lebih rendah dan keuntungan pajak.

Donald Trump. (usatoday)
Donald Trump. (usatoday)

Jaksa Agung New York menyatakan bahwa Trump membuat lebih dari 200 laporan keuangan menyesatkan antara 2011–2021.

Pada Februari 2024, hakim New York memutuskan bahwa Trump dan perusahaannya melakukan penipuan finansial.

Trump diperintahkan membayar lebih dari $450 juta (sekitar Rp7 triliun) dan dilarang menjalankan bisnis di New York untuk beberapa waktu.

Namun pada pengadilan banding, putusan pembayaran denda itu dikurangi. Dasar Komisi Banding Pengadilan Bagian New York berlebihan dan dilarang oleh Amandemen Kedelapan Konstitusi AS.

Meski menyebut hukuman kepada Trump terlalu tingi, Pengadilan Banding New York tidak membantah temuan bahwa Trump, anak-anak dan perusahaan milik mereka melakukan penipuan bisnis.

Baca Juga: Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka

Terbaru di kasus ini, kuasa hukum Donald Trump menuntut agar Jaksa Agung New York, Letitia James, menyerahkan seluruh komunikasi dengan mantan pengacara Trump, Michael Cohen.

Permintaan itu muncul setelah Cohen mengaku dirinya “ditekan dan dipaksa” untuk memberikan kesaksian yang memberatkan Trump.

Dalam dokumen setebal 25 halaman yang diajukan ke pengadilan, pengacara Trump meminta perintah agar semua catatan komunikasi diserahkan.

Netanyhau Dirongrong Skandal Sde Teiman

Tak hanya Trump, rekan seperjuangannya, Benjamin Netanyhau juga tengah dihadapkan pada situasi pelik di internal dalam negeri yang membuat citra politiknya berantakan.

Benjamin Netanyhau dirongrong skandal berdarah Sde Teiman. Skandal ini jadi perhatiaan dalam negeri Israel sejak 2024.

Skandal Sde Teiman merupakan dugaan penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi terhadap tahanan Palestina di pangkalan militer Sde Teiman Base milik IDF di Gurun Negev, Selatan Israel.

Skandal ini mencuat setelah laporan media Israel dan organisasi HAM yang membongkar fakta tahanan dari Gaza yang dibawa ke Sde Teiman mengalami, penyiksaan fisik, kurang makan dan perawatan medis, serta aktivitas kekerasan lainnya.

Temuan dari organisasi HAM juga menyebut praktik yang dilakukan IDF melanggar hukum militer Israel dan hukum internasional.

Benjamin Netanyahu (ig/b.netanyahu)
Benjamin Netanyahu (ig/b.netanyahu)

Terbaru, Netanyhau geram penyelidikan pada skandal ini masih terus berlangsung dan menyebut hal itu bisa mengikis mental tentara Israel yang tengah bertempur melawan Iran.

Dalam pernyataan yang disampaikan Kamis waktu setempat, Netanyahu mengecam proses hukum yang dinilainya terlalu lama dan merugikan pasukan tempur.

“Tidak masuk akal bahwa butuh waktu begitu lama untuk menutup kasus yang dijalankan secara kriminal terhadap para prajurit IDF,” tegasnya dilansir dari Channel 14.

Netanyahu menilai proses tersebut justru merusak citra Israel di mata dunia.

Ia mengatakan tuduhan terhadap para tentara sama saja dengan menyebarkan fitnah berdarah terhadap prajurit yang sedang menghadapi musuh di medan perang.

“Para prajurit kita berhadapan dengan musuh paling berbahaya. Negara Israel seharusnya mengejar musuh-musuhnya, bukan mengejar para pejuang heroiknya,” ujar Netanyahu.

Pernyataan itu juga menjadi kritik langsung terhadap media Israel, termasuk laporan dari Channel 12 yang sebelumnya menyoroti kasus tersebut.

penampakan Kota Tel Aviv Israel usai dihantam rudal Iran. (bidik layar video)
penampakan Kota Tel Aviv Israel usai dihantam rudal Iran. (bidik layar video)

Netanyahu menilai pemberitaan yang berkembang ikut memperburuk reputasi pasukan keamanan Israel sebelum proses hukum selesai.

Di sisi lain, dua pemimpin negara itu juga sedang khawatir dengan keberlangsungan perang melawan Iran.

Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Iran menegaskan akan terus menyerang pangkalan militer Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah hingga ancaman perang terhadap Iran berakhir.

Garda elit Iran itu bahkan menyatakan hanya memikirkan satu tujuan, Amerika Serikat dan Israel menyerah total.

“Kami hanya memikirkan penyerahan total musuh,” kata IRGC dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui media mereka, Sepah News.

Militer Iran sebelumnya mengklaim meluncurkan rudal Khorramshahr ke berbagai target di Israel, termasuk fasilitas militer di Tel Aviv, Beer Yaakov, Yerusalem Barat, dan Haifa. Serangan juga disebut menyasar sejumlah posisi AS di Erbil, Irak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI