Israel Siap Luncurkan Nuklir ke Iran, Tunggu Perintah Benjamin Netanyahu

Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:50 WIB
Israel Siap Luncurkan Nuklir ke Iran, Tunggu Perintah Benjamin Netanyahu
Benjamin Netanyahu (Instagram)
Baca 10 detik
  • Lawrence Wilkerson memperingatkan potensi penggunaan senjata nuklir oleh Benjamin Netanyahu dalam perang Iran.

  • Infrastruktur militer Amerika Serikat di Timur Tengah mengalami kehancuran parah akibat konfrontasi tersebut.

  • Penutupan Selat Bab al-Mandeb oleh Houthi mengancam lumpuhnya stabilitas ekonomi dan pangan global.

Suara.com - Situasi di Timur Tengah perang Iran, Amerika Serikat, dan Israel kini memasuki babak paling krusial pada hari kesebelas ketegangan bersenjata yang melibatkan banyak pihak. Situasi diambang perang nuklir.

Kolonel Purnawirawan Lawrence Wilkerson menyampaikan sebuah peringatan yang sangat mengkhawatirkan terkait arah konflik yang sedang berlangsung saat ini.

Mantan pejabat tinggi di Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat tersebut menyoroti langkah ekstrem yang mungkin diambil oleh pucuk pimpinan Israel.

Ia meyakini bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memiliki tendensi untuk mengaktifkan persenjataan nuklir dalam menghadapi gempuran dari pihak Teheran.

Kekhawatiran ini muncul seiring dengan meningkatnya intensitas serangan yang membuat stabilitas keamanan di wilayah tersebut semakin berada di ujung tanduk.

Wilkerson mengamati adanya komunikasi internal di lingkaran pemerintah Israel yang menunjukkan kesiapan untuk melakukan serangan dalam skala masif.

Kesiapan ini dianggap sebagai respon terhadap potensi ancaman yang lebih besar dari kemampuan militer Iran yang belum dikeluarkan sepenuhnya.

"Saya yakin Netanyahu siap menggunakan senjata nuklir jika situasi di lapangan menjadi tidak terkendali, karena Iran bahkan belum mulai meluncurkan rudal-rudal paling canggih mereka," ujar Wilkerson.

Menurutnya, langkah nekat ini menjadi opsi bagi Israel jika konfrontasi militer terus memanas tanpa ada tanda-tanda deeskalasi dalam waktu dekat.

Baca Juga: Kapal Tanker Meledak Kena Serangan Iran, Harga Minyak Kembali 'Mendidih'

Intervensi nuklir dipandang sebagai ancaman nyata yang bisa mengubah peta kekuatan dunia dan menghancurkan tatanan kemanusiaan di kawasan tersebut.

Di sisi lain, Wilkerson juga melemparkan kecaman pedas terhadap kebijakan luar negeri yang diambil oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.

Ia menuduh Amerika Serikat telah melakukan serangkaian tindakan yang melampaui batas hukum internasional selama sepuluh hari terakhir masa peperangan.

Target operasi militer yang menyasar fasilitas sipil seperti area pemukiman dan sekolah menjadi sorotan utama dalam kritiknya terhadap Washington.

Bahkan serangan terhadap infrastruktur energi Iran telah menyebabkan bencana polusi udara yang berdampak pada kesehatan jutaan warga sipil di sana.

Wilkerson menegaskan bahwa agresi ini merupakan bentuk pelanggaran terhadap konstitusi karena mengabaikan kedaulatan negara lain tanpa pertimbangan yang matang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI