Feri Amsari: Negara Harus Ungkap Pelaku Serangan Andrie Yunus atau Dianggap Bagian dari Kejahatan

Bangun Santoso, Muhammad Yasir

Jum'at, 13 Maret 2026 | 18:51 WIB
Feri Amsari: Negara Harus Ungkap Pelaku Serangan Andrie Yunus atau Dianggap Bagian dari Kejahatan
Pakar hukum tata negara Feri Amsari mendesak negara mengusut tuntas pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus. (Suara.com/Yasir)
baca 10 detik
  • Pakar hukum Feri Amsari mendesak negara mengusut tuntas penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus di Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
  • Novel Baswedan menduga serangan terorganisir terhadap Andrie Yunus pada Kamis malam (12/3/2026) tersebut berniat untuk melakukan upaya pembunuhan.
  • Andrie Yunus diserang usai mengisi podcast di YLBHI, mengalami luka bakar serius di wajah dan mata, lalu dilarikan ke RSCM.

Suara.com - Pakar hukum tata negara Feri Amsari mendesak negara mengusut tuntas pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus. Ia menegaskan negara tidak boleh gagal mengungkap pelaku kejahatan tersebut.

Feri menilai Andrie Yunus dikenal sebagai aktivis yang selama ini bekerja untuk kepentingan masyarakat. Menurutnya, serangan yang dialaminya menunjukkan adanya persoalan serius yang harus dijawab negara melalui pengusutan hukum yang menyeluruh.

Ia juga menyinggung sikap Andrie yang dikenal ramah, namun tegas ketika melihat negara bertindak tidak adil terhadap warga.

“Semua orang tahu kebaikan dia selalu dengan keramahannya. Dan keramahannya itu bisa berubah jadi marah ketika negara bertindak tidak wajar kepada warga negaranya,” kata Feri saat jumpa pers di Kantor YLBHI, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).

Menurut Feri, negara saat ini memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan kasus tersebut diusut hingga tuntas. Ia meminta seluruh aparat penegak hukum, termasuk presiden dan pimpinan lembaga penegak hukum, memberikan perhatian serius terhadap perkara tersebut.

“Hari ini negara memperlakukan Andri Yunus dengan tidak patut. Oleh karena itu saya ingin menghimbau negara dalam hal ini Presiden, Kapolri, Kejaksaan Agung, dan seluruh aparat negara yang terikat dan terkait dengan perkara-perkara apapun yang sedang ditangani Andri Yunus untuk bersungguh-sungguh mengungkap perkara itu,” ujarnya.

Feri bahkan mengingatkan, kegagalan negara dalam mengungkap pelaku justru dapat menimbulkan kecurigaan publik terhadap peran negara dalam kasus tersebut.

“Jika negara gagal mengungkap siapa pelaku kejahatan dan perbuatan keji ini, bagi kami negara adalah bagian dari kejahatan itu,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pengungkapan kasus tersebut menjadi ujian penting bagi negara dalam melindungi warga yang memperjuangkan kepentingan publik.

baca juga

Upaya Pembunuhan

Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menilai serangan penyiraman air keras terhadap Andrie bukan sekadar aksi kekerasan biasa.

Menurut Novel, pola serangan menunjukkan dugaan upaya pembunuhan yang dilakukan secara terorganisir.

Ia juga menilai cara pelaku menyerang dengan menyiramkan cairan keras ke area wajah korban menunjukkan niat yang sangat serius.

“Yang serangannya itu saya yakin maksudnya membunuh,” ujarnya.

Novel menambahkan, dari pengamatannya terhadap rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian, terdapat indikasi bahwa serangan tersebut dilakukan secara terorganisir.

Diserang Usai Podcast

Andrie diserang dengan air keras oleh orang tak dikenal di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya mengatakan korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh, terutama wajah, mata, dada, serta kedua tangan.

“Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal yang mengakibatkan luka serius di sekujur tubuh,” kata Dimas.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun KontraS, beberapa hari sebelum kejadian Andrie sempat menerima sejumlah panggilan telepon dari nomor tidak dikenal.

Pada hari kejadian, Andrie lebih dulu menghadiri pertemuan di kantor Center of Economic and Law Studies (CELIOS) di Menteng sebelum menuju kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) untuk merekam podcast bertema “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI”.

Usai kegiatan tersebut, Andrie mengisi bahan bakar di SPBU Cikini sebelum pulang menggunakan sepeda motor.

Saat melintas di Jalan Salemba I kawasan Talang, dua orang pelaku yang berboncengan dengan sepeda motor melawan arah langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban.

Cairan tersebut mengenai wajah, mata, dada, dan tangan korban hingga ia berteriak kesakitan dan meminta pertolongan warga.

Pelaku kemudian melarikan diri menuju Jalan Salemba Raya. Saat kabur, pelaku diduga menjatuhkan gelas berbahan stainless steel yang digunakan untuk membawa cairan tersebut.

Korban kemudian dibawa rekannya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Berdasarkan diagnosis awal tim dokter, Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen dan dijadwalkan menjalani operasi mata berupa transplantasi membran amnion.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wakil Ketua Komisi XIII DPR Kutuk Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Desak Aparat Usut Tuntas

Wakil Ketua Komisi XIII DPR Kutuk Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Desak Aparat Usut Tuntas

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 17:02 WIB

Komisi XIII DPR: Percuma Ada Polisi Jika Tak Mampu Ungkap Motif Penyerang Andrie Yunus

Komisi XIII DPR: Percuma Ada Polisi Jika Tak Mampu Ungkap Motif Penyerang Andrie Yunus

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 16:30 WIB

Kompolnas Kecam Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS sebagai Ancaman Demokrasi

Kompolnas Kecam Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS sebagai Ancaman Demokrasi

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 16:22 WIB

Ahmad Sahroni Kecam Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: Teror Terhadap Demokrasi

Ahmad Sahroni Kecam Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: Teror Terhadap Demokrasi

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 16:12 WIB

Wamen HAM Soroti Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus, Minta Polisi Usut Tuntas dan Terbuka

Wamen HAM Soroti Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus, Minta Polisi Usut Tuntas dan Terbuka

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 16:03 WIB

Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 15:43 WIB

PDIP Pasang Badan untuk Andrie Yunus, Guntur Romli: Teror Tak Bisa Matikan Sikap Kritis

PDIP Pasang Badan untuk Andrie Yunus, Guntur Romli: Teror Tak Bisa Matikan Sikap Kritis

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 15:35 WIB

Terkini

Review Above & Below: Bertaruh Nyawa di Tengah Hiu dan Kartel

Review Above & Below: Bertaruh Nyawa di Tengah Hiu dan Kartel

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 15:00 WIB

Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya

Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 14:55 WIB

Konsumsi BBM Toyota Veloz Hybrid saat Uji Coba di Jalur Perkotaan

Konsumsi BBM Toyota Veloz Hybrid saat Uji Coba di Jalur Perkotaan

Otomotif | Kamis, 17 September 2026 | 14:53 WIB

Pemprov Sulsel Minta Kemensos Buka Data Judi Online: Jangan Jadikan Rakyat Korban

Pemprov Sulsel Minta Kemensos Buka Data Judi Online: Jangan Jadikan Rakyat Korban

Sulsel | Kamis, 17 September 2026 | 14:52 WIB

Ironi Pariwisata Jogja, Kampus Sepi Peminat, Industri Justru Kekurangan SDM Kompeten

Ironi Pariwisata Jogja, Kampus Sepi Peminat, Industri Justru Kekurangan SDM Kompeten

Jogja | Kamis, 17 September 2026 | 14:52 WIB

Dari Pace ke Recovery, Garmin Ubah Cara Smartwatch Membaca Kondisi Tubuh

Dari Pace ke Recovery, Garmin Ubah Cara Smartwatch Membaca Kondisi Tubuh

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 14:49 WIB

Harga Helm INK Mulai Berapa? Ini 6 Rekomendasi dari Tipe Half Face hingga Full Face Lengkap

Harga Helm INK Mulai Berapa? Ini 6 Rekomendasi dari Tipe Half Face hingga Full Face Lengkap

Otomotif | Kamis, 17 September 2026 | 14:49 WIB

Prabowo Bakal Perberat Sanksi Perusahaan Penyebab Karhutla: Ini Terorisme Ekologi

Prabowo Bakal Perberat Sanksi Perusahaan Penyebab Karhutla: Ini Terorisme Ekologi

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:45 WIB

Kupas Lirik 'Dunia yang Nanti', Ternyata Bukan Cuma Lagu Kaum 'Just Friend'

Kupas Lirik 'Dunia yang Nanti', Ternyata Bukan Cuma Lagu Kaum 'Just Friend'

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 14:45 WIB

Ratusan Musisi Siap Guncang Pestapora 2026, Ini Daftar Line Up Hari Pertama hingga Ketiga

Ratusan Musisi Siap Guncang Pestapora 2026, Ini Daftar Line Up Hari Pertama hingga Ketiga

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 14:43 WIB

×