- Kantor PM Israel membantah keras rumor kematian Benjamin Netanyahu akibat serangan balasan Iran pada Sabtu (14/3/2026).
- Rumor kematian muncul setelah serangan gabungan Israel-AS di Teheran menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran.
- Keheningan mendadak putra Netanyahu di media sosial memperkuat spekulasi publik meskipun telah ada bantahan resmi.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai alasan di balik berhentinya aktivitas media sosial Yair selama lima hari terakhir.
Meski kantor Perdana Menteri telah membantah kabar kematian Benjamin Netanyahu dan menyebutnya sebagai berita bohong (fake news), hilangnya sang putra dari ruang publik digital tetap menjadi teka-teki yang memicu berbagai teori konspirasi di kalangan netizen.
Operasi militer tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai bentuk pembalasan, Iran telah meluncurkan serangkaian serangan pesawat nirawak (drone) dan rudal yang menargetkan Israel.
Serangan tersebut juga berdampak pada wilayah Yordania, Irak, dan sejumlah negara Teluk, di mana pihak Teheran mengeklaim bahwa target operasi mereka adalah aset-militer milik Amerika Serikat.