- Arab Saudi mengusir atase militer Iran dan empat staf kedutaan dalam 24 jam karena serangan berulang.
- Langkah diplomatik ini diambil akibat memburuknya situasi keamanan setelah rudal dan drone Iran menyerang Saudi.
- Menteri Luar Negeri Saudi mengancam menggunakan segala cara politik dan ekonomi untuk menghentikan tekanan Iran.
Suara.com - Pemerintah Arab Saudi memerintahkan atase militer Iran beserta empat staf kedutaan meninggalkan wilayah kerajaan dalam waktu 24 jam.
Kementerian Luar Negeri Saudi menyebut langkah ini diambil setelah serangan rudal dan drone Iran berulang kali menargetkan wilayahnya.
Dalam pernyataan resmi, Saudi menyebut para diplomat Iran dinyatakan persona non grata karena situasi keamanan yang memburuk.
“Serangan yang terus berlangsung dari Iran memaksa kami mengambil langkah tegas, dan tindakan ini akan berdampak pada hubungan saat ini maupun di masa depan,” kata Kementerian Luar Negeri Saudi.
Sejak perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel pecah, wilayah Saudi disebut menjadi sasaran ratusan rudal dan drone.
Sebagian besar berhasil dicegat, tetapi ancaman tetap tinggi.
![Rudal Fattah 1 milik Iran [Armyrecognition.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/13/44223-rudal-fattah-1-milik-iran.jpg)
Kementerian Pertahanan Saudi melaporkan deteksi rudal balistik di sekitar ibu kota.
“Satu rudal berhasil dicegat, sementara dua lainnya jatuh di area tak berpenghuni,” ujar juru bicara pertahanan dalam pernyataan resmi seperti dikutip dari Aljazeera.
Serangan tersebut meningkatkan ketegangan di kawasan Teluk dan memicu peringatan keras dari Menteri Luar Negeri Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud.
“Kepercayaan yang tersisa kini telah hancur sepenuhnya,” katanya setelah pertemuan para menteri luar negeri negara Teluk.
Ia menegaskan Saudi siap menggunakan semua cara untuk menghentikan serangan.
“Kami akan menggunakan semua alat yang kami miliki politik, ekonomi, diplomatik, dan lainnya untuk menghentikan serangan ini,” tegasnya.
Faisal juga menyinggung serangan yang terjadi saat pertemuan diplomatik berlangsung di Riyadh.
“Saya tidak melihat ini sebagai kebetulan. Ini sinyal jelas bagaimana Iran memandang diplomasi,” ujarnya.
“Iran mencoba menekan negara tetangganya, dan itu tidak akan berhasil.”