Dubai dan Abu Dhabi Diskon Besar-besaran Tarif Hotel Mewah di Tengah Perang, Minat?

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 23 Maret 2026 | 18:17 WIB
Dubai dan Abu Dhabi Diskon Besar-besaran Tarif Hotel Mewah di Tengah Perang, Minat?
Wisata Dubai
  • Tarif hotel mewah di Dubai dan Abu Dhabi anjlok hingga 75 persen dampak konflik.

  • Harga hotel bintang empat jatuh ke angka 50 dollar AS akibat eskalasi Timur Tengah.

  • Konflik Iran dan Israel menjadi pemicu utama penurunan harga akomodasi di Uni Emirat Arab.

Suara.com - Kawasan Uni Emirat Arab saat ini tengah mengalami fenomena penurunan harga hotel yang sangat signifikan.

Fenomena ini terjadi di pusat wisata dunia seperti Dubai dan Abu Dhabi menurut data terbaru.

Berdasarkan analisis data dari RIA Novosti, penurunan harga ini merupakan dampak langsung eskalasi di Teluk.

Wisatawan kini bisa menemukan tarif kamar hotel yang jauh lebih murah dibandingkan periode awal tahun.

Bahkan angka penurunan harga ini menyentuh titik yang tidak terduga bagi banyak pengelola akomodasi.

Data menunjukkan bahwa harga harian untuk dua orang tamu mengalami penyusutan hingga angka 75 persen.

Kondisi ini terlihat sangat jelas pada segmen hotel berbintang empat yang tersebar di wilayah strategis.

Hotel-hotel yang biasanya memiliki tarif tinggi kini menurunkan harga demi menjaga tingkat okupansi mereka tetap stabil.

Sebagai perbandingan, harga yang ditawarkan pada bulan April jauh berbeda dengan harga normal sebelumnya.

Penurunan ini menjadi sorotan karena nominalnya yang terjun bebas dari ratusan dollar menjadi puluhan dollar saja.

Di wilayah Abu Dhabi, Hotel Mercure yang merupakan bintang empat kini memasang tarif hanya 54 dollar AS.

Padahal pada rentang Januari hingga Februari, biaya menginap di sana mencapai 200 hingga 250 dollar AS.

Situs pemesanan menunjukkan Hotel TRYP by Wyndham juga mematok harga rendah mulai dari 57 dollar AS saja.

Begitu pula dengan Ramada Downtown yang menawarkan harga menginap harian hanya sebesar 54 dollar AS per malam.

Sementara itu, bagi pengunjung yang mencari La Quinta by Wyndham, harga yang ditawarkan saat ini 61 dollar AS.

Beralih ke sektor yang lebih mewah, hotel bintang lima di Abu Dhabi memberikan diskon hingga dua pertiga.

Hotel ternama Rixos Marina kini mulai menjual kamar mereka dengan harga sekitar 225 dollar AS per malam.

Ritz Carlton yang dikenal eksklusif juga menurunkan harga mereka hingga menyentuh angka mulai dari 231 dollar AS.

Bahkan Shangri-La menawarkan tarif bersahabat di angka 201 dollar AS di tengah situasi ketegangan regional yang terjadi.

Radisson juga tidak ketinggalan dengan memangkas harga kamar mereka hingga menjadi hanya 125 dollar AS per malam.

Kondisi serupa terjadi di Dubai di mana hotel bintang empat seperti Stella di Mare dijual sangat murah.

Banyak hotel di Dubai kini bisa dipesan hanya dengan modal sekitar 50 sampai 60 dollar AS saja.

Nama-nama besar seperti Time Oak dan Hyatt Place juga masuk dalam daftar hotel dengan penurunan harga.

Untuk kelas bintang lima di Dubai, Dusit Thani kini membuka harga mulai dari 95 dollar AS per malam.

Hilton Jumeirah menawarkan kamar dari 155 dollar AS, sementara Pullman Jumeirah dibanderol dengan harga 90 dollar AS.

Radisson Blu di Dubai bahkan berani memberikan harga mulai 87 dollar AS di tengah kondisi pasar saat ini.

Movenpick Jumeirah melengkapi daftar tersebut dengan menawarkan harga inap mulai dari angka 167 dollar AS per malam.

Penurunan harga ini terjadi secara merata hampir di seluruh lini properti mewah yang ada di Uni Emirat Arab.

Meskipun harga turun, fasilitas yang diberikan tetap standar hotel berbintang sesuai dengan klasifikasi yang dimiliki masing-masing.

Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong yang tetap ingin berkunjung ke wilayah tersebut.

Secara teknis, cuaca di Uni Emirat Arab pada April berada pada suhu yang cukup nyaman bagi turis.

Suhu harian diperkirakan akan berada pada rentang antara 25 sampai dengan 30 derajat Celsius sepanjang bulan tersebut.

Namun, faktor keamanan regional menjadi alasan utama di balik anjloknya minat kunjungan ke wilayah Timur Tengah.

Hal ini berkaitan erat dengan peristiwa militer yang melibatkan beberapa negara besar di kawasan sekitar Teluk.

Kondisi geopolitik yang memanas membuat banyak calon wisatawan menunda perjalanan mereka ke negara-negara jazirah Arab tersebut.

Akar dari ketegangan ini bermula dari kejadian dramatis pada akhir Februari di kawasan Timur Tengah tersebut.

Peristiwa serangan tersebut kemudian memicu reaksi keras dari pihak Teheran yang tidak tinggal diam begitu saja.

Ketegangan militer ini secara langsung memberikan tekanan besar pada industri perhotelan dan pariwisata di Dubai.

Wisatawan mancanegara cenderung mencari destinasi yang lebih aman untuk menghindari risiko terjebak dalam zona konflik.

Meskipun Uni Emirat Arab relatif aman, kedekatannya dengan wilayah konflik tetap memengaruhi persepsi keamanan para turis.

Pengelola hotel berharap situasi segera mereda agar harga dan tingkat kunjungan bisa kembali normal seperti sedia kala.

Hingga saat ini, pemantauan harga masih menunjukkan tren rendah sebagai strategi bertahan di tengah krisis regional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran

Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:35 WIB

Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz

Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:34 WIB

Dua Petinggi Tewas Dibunuh Zionis, Lebih dari 3.000 Rudal dan Drone Iran Hujani Negara Teluk

Dua Petinggi Tewas Dibunuh Zionis, Lebih dari 3.000 Rudal dan Drone Iran Hujani Negara Teluk

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:55 WIB

Terkini

Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot

Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:39 WIB

Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top

Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:38 WIB

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:37 WIB

Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan

Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:29 WIB

Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:25 WIB

Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:24 WIB

Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut

Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:14 WIB

Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi

Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:02 WIB