Perisai Davids Sling Israel Gagal Tangkis Rudal Kiamat Iran, 2 Kota Zionis Hancur Lebur

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:47 WIB
Perisai Davids Sling Israel Gagal Tangkis Rudal Kiamat Iran, 2 Kota Zionis Hancur Lebur
Rudal kiamat Iran (Tasnimnews)
baca 10 detik
  • Sistem Davids Sling gagal menjatuhkan rudal balistik Iran di Dimona dan juga Arad.

  • Dua ratus warga mengalami luka akibat ledakan hebat dari hulu ledak konvensional Iran.

  • Israel mencoba menghemat biaya pertahanan dengan memakai David's Sling daripada sistem Arrow 3.

Suara.com - Militer Israel atau IDF akhirnya mengakui bahwa sistem pertahanan udara canggih Davids Sling gagal menembak jatuh dua rudal kiamat atau rudal balistik Iran pada Sabtu malam lalu.

Kegagalan teknis ini mengakibatkan dua proyektil besar milik Teheran berhasil menembus ruang udara dan menghantam pemukiman warga.

Kota Dimona dan Arad di wilayah selatan menjadi titik jatuhnya material peledak yang memicu kerusakan infrastruktur cukup masif.

Investigasi mendalam segera dilakukan oleh pihak otoritas keamanan untuk mengetahui penyebab pasti di balik tidak berfungsinya pencegat otomatis.

Laporan resmi menunjukkan bahwa kegagalan tersebut berdampak fatal pada keselamatan penduduk sipil yang berada di lokasi kejadian.

Menurut penyelidikan Angkatan Udara Israel (IAF) atas insiden tersebut, tidak ada hubungan antara kesalahan yang menyebabkan dampak serangan rudal Iran tersebut, yang melukai hampir 200 orang dan menyebabkan kerusakan yang luas.

Pihak IAF menegaskan bahwa dua ledakan besar yang terjadi dalam rentang waktu singkat di area yang sama adalah sebuah ketidaksengajaan.

Menurut Angkatan Udara Israel, yang dikutip Times of Israel, Selasa (24/3/2026), fakta bahwa insiden tersebut terjadi di area yang sama dalam waktu dua jam sepenuhnya hanya kebetulan.

Meskipun jatuh di koordinat yang berdekatan, militer bersikeras bahwa ini bukan merupakan pola serangan terarah yang terencana secara khusus.

baca juga

Hasil analisis teknis menunjukkan bahwa rudal yang digunakan bukanlah jenis yang menyebarkan amunisi kecil di udara.

Rudal-rudal yang menghantam Dimona dan Arad membawa hulu ledak konvensional—bukan hulu ledak cluster—dengan ratusan kilogram bahan peledak.

Kekuatan ledakan yang dihasilkan mampu meratakan bangunan di sekitarnya karena volume bahan peledak yang sangat besar.

Intelijen IDF mengatakan rudal-rudal Iran kemungkinan berasal dari keluarga proyektil Ghadr dan merupakan ancaman yang sudah diketahui.

Jenis senjata ini memang menjadi salah satu kekuatan utama dalam gudang persenjataan jarak jauh milik militer Iran.

Unit pertahanan sebenarnya telah mendeteksi kehadiran ancaman ini sesaat setelah peluncuran dilakukan dari wilayah musuh.

IDF mengeklaim sistem Davids Sling telah mencegat kedua rudal tersebut, tetapi pencegatnya gagal menjatuhkan mereka.

Artinya, meskipun sensor radar telah bekerja, proses netralisasi ancaman di udara tidak berjalan sesuai dengan skenario pertahanan.

Kegagalan ini cukup mengejutkan mengingat rekam jejak sistem ini yang biasanya memiliki akurasi sangat tinggi terhadap target serupa.

Menurut IAF, dua serangan rudal sebelumnya di area yang sama di Israel selatan berhasil dicegat menggunakan sistem pertahanan udara yang sama.

Keberhasilan di masa lalu tersebut ternyata tidak menjamin keamanan total dalam serangan besar yang terjadi akhir pekan kemarin.

Lebih dari 400 rudal balistik telah diluncurkan dari Iran ke Israel sejak awal perang.

Intensitas serangan yang tinggi memaksa sistem pertahanan bekerja ekstra keras tanpa henti dalam beberapa bulan terakhir.

Dengan IDF mengeklaim tingkat pencegatan sebesar 92 persen dari serangan yang menuju ke daerah berpenduduk dan infrastruktur penting.

Persentase tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar ancaman memang berhasil dipatahkan sebelum mencapai permukaan tanah.

Namun, margin kesalahan yang kecil sekalipun tetap bisa berakibat bencana bagi kota-kota yang menjadi sasaran utama.

Meskipun awalnya tidak dirancang untuk mencegat rudal balistik jarak jauh, sistem pertahanan Davids Sling pertama kali digunakan melawan rudal balistik Iran selama perang Juni 2025.

Teknologi ini terus dipaksa beradaptasi untuk menghadapi dinamika ancaman yang kian berkembang di kawasan Timur Tengah.

Sistem ini tercatat berhasil menembak jatuh beberapa proyektil yang diluncurkan dari jarak 1.500 kilometer (932 mil).

Kemampuan menjangkau target jarak jauh ini menjadi alasan utama mengapa David's Sling menjadi tulang punggung pertahanan udara.

Evolusi fungsi sistem ini dilakukan secara bertahap seiring dengan meningkatnya ketegangan antar kedua negara.

Davids Sling juga telah digunakan dalam perang saat ini, menembak jatuh sejumlah rudal Iran.

Pemerintah terus berupaya memperbarui perangkat lunak dan kemampuan perangkat keras pada unit peluncur pencegat mereka.

Ini terjadi setelah Kementerian Pertahanan Israel mengatakan pada awal Februari bahwa mereka telah menyelesaikan serangkaian uji coba kompleks dengan Davids Sling yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman di masa depan.

Uji coba tersebut mencakup simulasi serangan serentak dari berbagai arah untuk menguji batas kemampuan radar.

Namun, realitas di lapangan ternyata memberikan tantangan yang jauh lebih berat dibandingkan dengan kondisi saat pengujian.

Israel mengoperasikan sistem pertahanan rudal berlapis sebagai perlindungan komprehensif dari berbagai jenis proyektil.

Sistem ini dirancang untuk bekerja secara sinkron mulai dari jarak pendek, menengah, hingga jarak yang sangat jauh.

Dengan Arrow 3 saat ini merupakan sistem pertahanan rudal jarak jauh tercanggih rezim Zionis.

Teknologi Arrow 3 dimaksudkan untuk mencegat rudal balistik—seperti yang ditembakkan dari Iran—saat masih berada di luar atmosfer Bumi.

Penghancuran di ruang angkasa sangat penting untuk meminimalkan risiko jatuhnya serpihan hulu ledak di area pemukiman.

Penggunaan sistem jarak menengah sebagai pengganti Arrow 3 untuk menembak jatuh rudal balistik Iran diyakini sebagai bagian dari upaya IDF untuk menghemat persediaan pencegat jarak jauh Israel yang mahal.

Manajemen logistik persenjataan menjadi krusial dalam perang jangka panjang yang menguras sumber daya ekonomi negara.

Keputusan menggunakan sistem yang lebih murah diambil berdasarkan kalkulasi efisiensi tanpa mengurangi aspek keamanan nasional.

Meskipun setiap rudal pencegat Davids Sling berharga sekitar USD1 juta untuk digunakan.

Sistem Arrow 3 dapat menelan biaya lebih dari USD2,5 juta per penggunaan bagi Israel.

Selisih harga yang mencapai lebih dari dua kali lipat menjadi pertimbangan utama bagi para komandan di lapangan.

Dalam satu malam serangan, biaya yang harus dikeluarkan bisa mencapai ratusan juta dolar hanya untuk perlindungan udara.

Oleh karena itu, Davids Sling seringkali diprioritaskan jika ancaman dianggap masih berada dalam jangkauan teknisnya.

Namun, kejadian di Dimona membuktikan bahwa strategi penghematan ini membawa risiko kegagalan yang nyata dan membahayakan warga.

Ke depannya, militer mungkin akan mengevaluasi kembali prosedur penggunaan jenis pencegat untuk rudal balistik berat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Makin Hancur dan Mossad Gagal Total, Benjamin Netanyahu Stress

Israel Makin Hancur dan Mossad Gagal Total, Benjamin Netanyahu Stress

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:26 WIB

Roket Bombardir Israel, Unit Khusus ZAKA 360 Konfirmasi Ada Zionis Tewas

Roket Bombardir Israel, Unit Khusus ZAKA 360 Konfirmasi Ada Zionis Tewas

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:17 WIB

Video Baru Benjamin Netanyahu Muncul Lagi, Dicurigai Gambar Lama karena Sudah Meninggal Dunia

Video Baru Benjamin Netanyahu Muncul Lagi, Dicurigai Gambar Lama karena Sudah Meninggal Dunia

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:07 WIB

Terkini

3 Mandat Baru dari Prabowo untuk OJK di Momen 17 Agustus, Apa Saja?

3 Mandat Baru dari Prabowo untuk OJK di Momen 17 Agustus, Apa Saja?

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:56 WIB

Harmoni Dalam Persatuan: Semangat NHM Membangun Gosowong Maju di Hari Kemerdekaan

Harmoni Dalam Persatuan: Semangat NHM Membangun Gosowong Maju di Hari Kemerdekaan

Jakarta | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:55 WIB

PNM Peduli Bergerak Cepat Bantu Korban Gempa di Nusa Tenggara Timur

PNM Peduli Bergerak Cepat Bantu Korban Gempa di Nusa Tenggara Timur

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Dedi Mulyadi Soroti Sampah Mengendap 32 Tahun di Saluran Air Kota Bandung

Dedi Mulyadi Soroti Sampah Mengendap 32 Tahun di Saluran Air Kota Bandung

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:47 WIB

Pelabuhan Maumere Tetap Layani Kapal Ro-Ro dan Penumpang

Pelabuhan Maumere Tetap Layani Kapal Ro-Ro dan Penumpang

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:39 WIB

Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen

Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya Salahi Aturan di HUT RI ke-81 Gegara Pakai Pin Ini?

Seskab Teddy Indra Wijaya Salahi Aturan di HUT RI ke-81 Gegara Pakai Pin Ini?

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:29 WIB

Siswa Jakarta Diperbolehkan PJJ Besok 18 Agustus, Pemprov DKI: Bukan Wajib atau Larangan

Siswa Jakarta Diperbolehkan PJJ Besok 18 Agustus, Pemprov DKI: Bukan Wajib atau Larangan

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:26 WIB

Bukan di BKB, Festival Bidar 2026 Justru Ubah Kampung Kapitan Jadi Pusat Keramaian

Bukan di BKB, Festival Bidar 2026 Justru Ubah Kampung Kapitan Jadi Pusat Keramaian

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:24 WIB

Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo

Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:21 WIB

×