- Juru bicara PM Israel, Ziv Agmon, melontarkan pernyataan rasis menargetkan anggota parlemen Mizrahi dan istri Netanyahu.
- Pernyataan tersebut memicu protes keras dari politisi pendukung dan oposisi mengenai budaya di kantor Perdana Menteri Israel.
- Agmon kemungkinan besar akan diberhentikan dari jabatannya akibat kontroversi serius yang telah ia timbulkan tersebut.
Menteri Kehakiman Yariv Levin dari Partai Likud menambahkan, “Di Israel, dan khususnya di Likud, tidak ada tempat untuk rasisme. Pernyataan serius yang diungkapkan harus dikutuk. Nilai-nilai partai mewakili seluruh warga Israel.”
Pihak pposisi juga bereaksi keras. Mantan Kepala Staf Militer, Gadi Eizenkot, menyebut pernyataan itu sebagai cerminan budaya busuk yang telah mengakar di kantor PM Israel.
Kontributor: Azka Putra