Dari Teknisi ke Tumpukan Kelapa Busuk: Perjuangan Rosikin di Pinggir Rel Kramat Pulo Demi Mimpi Anak

Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 31 Maret 2026 | 14:22 WIB
Dari Teknisi ke Tumpukan Kelapa Busuk: Perjuangan Rosikin di Pinggir Rel Kramat Pulo Demi Mimpi Anak
Rosikin (50), pengepul batok kelapa untuk dijadikan arang. (Suara.com/Syahda)
baca 10 detik
  • Rosikin (50) mencari nafkah di Kramat Pulo, Jakarta Pusat, mengumpulkan sisa kelapa busuk menjadi kopra dengan harga Rp7.000/kg.
  • Ia dulunya teknisi komputer di institusi bergengsi, beralih profesi karena perusahaan tempatnya bekerja mengalami kebangkrutan.
  • Rosikin kini menghadapi masalah kesehatan akibat paparan asap pembakaran batok kelapa menjadi arang, demi menyambung hidup keluarga.

Suara.com - Di bawah deru mesin kereta yang membelah kawasan Kramat Pulo, Jakarta Pusat, hidup berputar dalam ritme yang kontras.

Di tengah hiruk-pikuk komuter dan beton kota, ada perjuangan sunyi dari mereka yang menggantungkan napas pada hal-hal yang dianggap sampah oleh dunia. Salah satunya adalah Rosikin (50).

Di sebuah ruang sempit di pinggir rel—tempat yang bagi orang lain mungkin sekadar area kumuh—Rosikin menyulapnya menjadi ladang penghidupan. Saban hari, tubuhnya 'tenggelam' di antara gundukan kelapa busuk yang menghitam.

“Lagi jemurin kopra kelapa busuk,” ucapnya sederhana saat ditemui jurnalis Suara.com di sela kesibukannya, Senin (31/3/2026).

Mengais Sisa Ekonomi Kota

Kelapa-kelapa ini bukanlah hasil panen kebun yang segar. Rosikin adalah pengumpul sisa-sisa. Ia menyusuri Pasar Kwitang hingga Juanda, mencari apa yang tak lagi laku, yang nyaris dibuang ke tempat sampah. Di pinggir rel inilah, ia menjemur harapan di bawah terik matahari Jakarta.

Hasil keringatnya dihargai sangat murah. “Sekilo Rp7.000,” tuturnya.

Namun, dari angka recehan itulah roda hidup keluarganya tetap berputar.

Potongan kelapa disusun memanjang, mengikuti garis besi rel kereta. Panas dari gerbong yang melintas dan sengatan matahari menjadi "alat produksi" alami. Bagi mata awam, ini mungkin pemandangan kumuh. Bagi Rosikin, ini adalah potensi industri.

baca juga

“Dijual nanti ada yang ngolah lagi,” katanya.

Ia sadar posisinya, mata rantai paling bawah. Ia adalah penyedia bahan mentah bagi industri yang tak terlihat oleh mata kota.

Tak hanya daging kelapa (kopra), batoknya pun ia pisahkan untuk dijadikan arang—komoditas yang menjanjikan margin lebih besar.

“Itu per karungan… sekitar dua setengah,” ujarnya, merujuk pada nilai Rp250 ribu per karung.

Namun, prosesnya tak mudah. Karena larangan membakar di tengah kota, ia harus menempuh perjalanan jauh. “Numpang bakar… di Dadap,” tambahnya.

Istri Rosikin (50) saat menjemur batok kelapa untuk dijadikan arang. (Suara.com/Dinda)
Istri Rosikin (50) saat menjemur batok kelapa untuk dijadikan arang. (Suara.com/Dinda Pramesti K)

Jatuh Bangun: Dari Ruang Ber-AC ke Terik Matahari

Siapa sangka, pria yang kini berlumur debu arang ini punya masa lalu yang jauh berbeda. Lima tahun lalu, Rosikin adalah seorang teknisi komputer. Tangannya terbiasa menyentuh sirkuit canggih, bukan batok kelapa.

Bahkan, ia pernah menangani proyek di institusi bergengsi.

“Terakhir di BI (Bank Indonesia),” kenangnya sambil terus memilah kelapa.

Nasib berubah ketika gelombang industri menghantam perusahaan kecil tempatnya bernaung.

“Kan PT-nya pada bangkrut. PT yang kecil-kecilnya bangkrut, kalah sama vendor yang gede. Jadi ya nggak dipekerjakan lagi,” ucap Rosikin tanpa nada sesal, melainkan sebuah penerimaan atas realitas.

Kini, setiap hari ia harus melaju dari Cikarang menggunakan kereta api. “Naik kereta dari Cikarang. Turun di Sentiong,” jelasnya.

Dari seorang teknisi menjadi pekerja informal di pinggir rel adalah lompatan hidup yang ekstrem. Tubuhnya kini menjadi saksi kerasnya kerjaan barunya.

“Capeknya lebih parah ini daripada kerja teknisi. Kalau teknisi kan capek di jalan, muter-muter doang. Kalau ini kan emang kena panas,” akunya.

Namun, di usia kepala lima, pilihan baginya adalah kemewahan yang tak lagi ia miliki. “Dari usia kan enggak bakalan mau orang,” ujarnya lirih.

Cinta di Antara Karung Arang

Di balik ketangguhan Rosikin, ada Eliatun, sang istri yang setia mendampingi. Perempuan asal Brebes itu mengenang pertemuan mereka kembali di Jakarta dengan mata yang berkaca-kaca, teringat betapa drastisnya perubahan suaminya.

“Pas ketemu ya… kasihan banget. Kerja dulu kan dia teknisi, tapi kok dekil banget ya Allah,” kenang Eliatun sembari tersenyum kecut.

Pasangan yang menikah tanpa proses pacaran ini telah melewati dua dekade bersama. Bagi mereka, kemewahan bukan lagi soal harta, melainkan perut anak-anak yang terisi.

“Yang penting anak di rumah tuh makan enak, di sini dia susah yang penting anak istri tuh di sona enak,” ujar Eliatun menirukan prinsip hidup suaminya.

Namun, ada harga kesehatan yang harus dibayar mahal. Paparan asap pembakaran selama bertahun-tahun mulai menggerogoti tubuh Rosikin.

Rosikin (50) dan istrinya. (Suara.com/Dinda)
Rosikin (50) dan istrinya. (Suara.com/Dinda Pramesti K)

“Batuk terus… udah sebulan nggak sembuh-sembuh,” kata Eliatun. Air matanya perlahan luruh, meski ia mencoba tersenyum malu untuk menutupinya. Ia kini hanya bermimpi bisa membawa suaminya pulang ke Brebes untuk berobat. “Pengen sehat aja,” ucapnya lirih.

Mimpi yang Tersisa

Di sebuah warung kecil yang dipenuhi tumpukan karung arang—dari yang berat hingga plastik kresek merah eceran—keluarga ini menggantungkan harapan pada generasi berikutnya.

Sambil duduk di atas karpet bergambar di bawah hembusan kipas angin dinding, Eliatun menceritakan tentang kedua putranya. Si bungsu masih SMP, sementara si sulung tengah berjuang mencari kerja demi mengejar mimpi masa kecilnya.

“Cita-citanya dari kecil… pengen masinis,” kata Eliatun. Sebuah impian yang ironis sekaligus indah, mengingat ayahnya menghabiskan hari-hari justru di bawah deru kereta yang melintas.

Kisah Rosikin adalah potret tentang adaptasi. Tentang seorang manusia yang menolak menyerah meski keadaan menghempasnya dari ruang kantor yang nyaman ke kerasnya pinggir rel. Baginya, hidup bukan tentang meratapi masa lalu, melainkan tentang terus melangkah—sekalipun jalan itu dipenuhi debu dan asap arang.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa

Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 16:18 WIB

Pramoedya dan Cerita Calon Arang: Pintu Masuk Menuju Dunia Sang Maestro

Pramoedya dan Cerita Calon Arang: Pintu Masuk Menuju Dunia Sang Maestro

Your Say | Rabu, 04 Februari 2026 | 15:00 WIB

Breaking News! Pesawat Bonanza TNI AL Dikabarkan Kecelakaan di Runway Bandara Juanda

Breaking News! Pesawat Bonanza TNI AL Dikabarkan Kecelakaan di Runway Bandara Juanda

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 13:15 WIB

Akhirnya Diperbaiki, 'Jebakan Batman' Jalan Juanda Depok yang Bikin Celaka Pengendara

Akhirnya Diperbaiki, 'Jebakan Batman' Jalan Juanda Depok yang Bikin Celaka Pengendara

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 19:09 WIB

Bikin Pemotor Jatuh, Menyoal Kualitas Perbaikan Jalan Juanda Depok yang Cepat Rusak Total

Bikin Pemotor Jatuh, Menyoal Kualitas Perbaikan Jalan Juanda Depok yang Cepat Rusak Total

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 16:52 WIB

Viral Warga Labrak Patwal Parkir di Area Disabilitas Bandara Juanda: Presiden Juga Tak Berhak

Viral Warga Labrak Patwal Parkir di Area Disabilitas Bandara Juanda: Presiden Juga Tak Berhak

Entertainment | Rabu, 29 Oktober 2025 | 14:53 WIB

Terkini

Puluhan Ribu Buruh Demo di DPR, 4.998 Personel Disiagakan Kawal Aksi

Puluhan Ribu Buruh Demo di DPR, 4.998 Personel Disiagakan Kawal Aksi

News | Selasa, 29 September 2026 | 12:18 WIB

Singgung 11 Pemain Naturalisasi, Media Vietnam Sindir Timnas Indonesia Usai Ditahan Malaysia

Singgung 11 Pemain Naturalisasi, Media Vietnam Sindir Timnas Indonesia Usai Ditahan Malaysia

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 12:17 WIB

Ribuan Buruh Kepung Gedung DPR RI, Bawa 11 Tuntutan Termasuk Soal Pesangon dan Outsourcing

Ribuan Buruh Kepung Gedung DPR RI, Bawa 11 Tuntutan Termasuk Soal Pesangon dan Outsourcing

News | Selasa, 29 September 2026 | 12:17 WIB

Review Melo Movie: Ketika Arah Hidup Terasa Membingungkan untuk Semua Orang

Review Melo Movie: Ketika Arah Hidup Terasa Membingungkan untuk Semua Orang

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 12:15 WIB

Ingin Glow Up? Ini 5 Body Lotion Bengkoang untuk Kulit Cerah dan Lembap

Ingin Glow Up? Ini 5 Body Lotion Bengkoang untuk Kulit Cerah dan Lembap

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 12:10 WIB

Kebocoran Gas Pabrik Susu di Pasar Rebo: 4 Warga Masih Dirawat Intensif

Kebocoran Gas Pabrik Susu di Pasar Rebo: 4 Warga Masih Dirawat Intensif

News | Selasa, 29 September 2026 | 12:05 WIB

Main 10 Pemain, Elkan Baggott Bongkar Cara Timnas Indonesia Bertahan dari Gempuran Malaysia

Main 10 Pemain, Elkan Baggott Bongkar Cara Timnas Indonesia Bertahan dari Gempuran Malaysia

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 12:03 WIB

Tanpa Lip Filler! Ini 5 Pilihan Lip Plumper Korea untuk Bibir Lebih Penuh!

Tanpa Lip Filler! Ini 5 Pilihan Lip Plumper Korea untuk Bibir Lebih Penuh!

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 12:00 WIB

Anti-Suntuk Pas Mabar, Poco C81 Pro Bawa Layar 6,9 Inci dan Baterai 6.000 mAh

Anti-Suntuk Pas Mabar, Poco C81 Pro Bawa Layar 6,9 Inci dan Baterai 6.000 mAh

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 11:59 WIB

5 Smartwatch Amazfit Murah Terbaik, Baterai Awet hingga 2 Minggu

5 Smartwatch Amazfit Murah Terbaik, Baterai Awet hingga 2 Minggu

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 11:59 WIB

×