- Anggota Komisi III DPR RI Safaruddin menegur keras petinggi Polri dalam rapat di Jakarta pada Kamis, 2 April 2026.
- Safaruddin menyoroti rendahnya honorarium pendidik serta mendesak peningkatan anggaran guna memperbaiki kualitas pendidikan dan kesejahteraan di Lemdiklat Polri.
- Politisi PDIP tersebut mengkritik sistem rekrutmen yang diduga bermasalah serta praktik mutasi anggota bermasalah ke lingkungan lembaga pendidikan.
"Jadi kalau ada orang bermasalah di Reserse, di Lalu Lintas, ya sudah, masukin ke Lemdiklat. Nah ini kan kacau. Jadi di Lemdiklat itu bukan mengajar. Curhat kepada murid-muridnya. 'Wah saya itu dizalimi begini begini'," jelasnya.
Ia pun menyinggung adanya kesenjangan kesejahteraan yang mencolok antara polisi di lembaga pendidikan dengan polisi di satuan Reserse, yang memicu kecemburuan sosial.
"Dia lihat temannya di Reserse, satu kali batuk Rp 1 miliar. Lah ini kan kasihan gitu loh, Pak, di lembaga pendidikan," ucapnya.
Lebih lanjut, Safaruddin berjanji akan membawa masalah rendahnya kesejahteraan dan kondisi Lemdiklat ini untuk dibicarakan langsung dengan Kapolri dan Wakapolri agar segera dilakukan pembenahan anggaran dan sistem rekrutmen.