Rudal Ghadr Hantam Kapal Induk AS, Balas Dendam Iran Atas Gugurnya Khamenei Benar-Benar Pecah

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 03 April 2026 | 14:57 WIB
Rudal Ghadr Hantam Kapal Induk AS, Balas Dendam Iran Atas Gugurnya Khamenei Benar-Benar Pecah
USS Abraham Lincoln (Wikipedia)
baca 10 detik
  • Iran menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln dan pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah.

  • Aksi militer ini merupakan balasan atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

  • Gempuran rudal IRGC juga menghancurkan fasilitas industri militer Israel serta pangkalan udara utama.

Suara.com - Ketegangan perang di kawasan Timur Tengah mencapai titik didih setelah militer Iran melancarkan serangan balasan yang sangat agresif.

Pasukan elite Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC mengerahkan empat unit rudal jenis Ghadr untuk menggempur USS Abraham Lincoln.

Kapal induk milik Amerika Serikat tersebut menjadi sasaran utama dalam operasi udara yang dilaporkan oleh media Press TV.

Langkah ini diambil Teheran sebagai respon langsung terhadap agresi militer gabungan yang dimulai pada akhir Februari lalu.

Dunia internasional kini menyoroti pergerakan alat utama sistem persenjataan Iran yang menyasar posisi strategis Amerika di perairan internasional.

Selain menyasar kapal induk, unit balistik IRGC juga membidik lokasi pertemuan tertutup para ahli penerbangan Amerika Serikat.

Target serangan tersebut melibatkan para teknisi serta pilot pesawat tempur yang sedang berada di wilayah Uni Emirat Arab.

Intelijen Iran mengklaim bahwa lokasi di dekat pangkalan UEA tersebut merupakan titik krusial bagi operasional udara militer Paman Sam.

Serangan ini diprediksi akan mengubah peta kekuatan militer di kawasan teluk yang semakin tidak menentu situasinya.

baca juga

Aksi berani ini membuktikan bahwa kemampuan intelijen dan serangan jarak jauh Iran tidak bisa dipandang sebelah mata.

Situasi semakin memanas saat sistem pertahanan udara Iran berhasil melumpuhkan sebuah pesawat tempur canggih milik pihak musuh.

Bangkai jet tempur utama tersebut dilaporkan jatuh di wilayah perairan antara Pulau Qeshm dan Pulau Hengam.

Area Teluk Persia kini menjadi zona merah bagi lalu lintas udara militer asing yang tidak memiliki izin melintas.

Klaim penembakan jatuh ini menjadi simbol perlawanan fisik yang nyata dari pasukan pertahanan udara garda revolusi tersebut.

Keberhasilan menjatuhkan pesawat ini semakin mempertegas kesiapan Iran dalam menghadapi konflik terbuka yang berdurasi panjang.

Operasi besar-besaran ini merupakan jawaban Iran atas serangan gabungan AS dan Israel yang diluncurkan sejak 28 Februari.

Dampak dari agresi militer sekutu tersebut sangat memukul batin serta kedaulatan negara Iran secara mendalam dan luas.

Pasalnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan gugur pada hari pertama serangan udara pihak musuh tersebut.

Kehilangan tokoh paling sentral ini memicu kemarahan kolektif dari seluruh elemen militer dan rakyat di negara tersebut.

Selain kehilangan pemimpin, Iran juga berduka atas hancurnya sebuah institusi pendidikan khusus perempuan di wilayah bagian selatan.

Sekolah perempuan tersebut dilaporkan rata dengan tanah setelah dihantam oleh proyektil rudal yang melesat dari pihak penyerang.

Pemerintah Iran merilis estimasi jumlah korban jiwa yang sangat besar akibat rangkaian serangan udara yang sangat mendadak itu.

Data terbaru menunjukkan angka kematian telah menembus lebih dari 1.200 orang sejak dimulainya invasi udara oleh pihak lawan.

Banyaknya korban dari kalangan sipil menjadi pembenaran moral bagi militer Iran untuk melakukan serangan balasan yang sepadan.

Fakta-fakta ini menjadi dasar bagi otoritas militer di Teheran untuk mengaktifkan seluruh kekuatan tempur yang mereka miliki.

Target balasan Iran tidak hanya terbatas pada personel militer, tetapi juga menyasar sektor industri pendukung kekuatan perang musuh.

Ebrahim Zolfaghari selaku juru bicara markas komando Khatam Al-Anbiya memberikan penjelasan detail mengenai sasaran ekonomi dan militer tersebut.

"Sasaran dari gelombang serangan ini adalah fasilitas baja AS yang terletak di Abu Dhabi, fasilitas produksi aluminium AS di Bahrain, dan fasilitas industri militer dari produsen senjata Israel, Rafael," kata Zolfaghari seperti dikutip oleh stasiun televisi IRIB pada Kamis.

Pernyataan resmi ini menunjukkan bahwa Iran berupaya melumpuhkan rantai pasok logistik militer Amerika Serikat dan Israel sekaligus.

Pabrik peleburan aluminium di Bahrain dianggap strategis karena perannya dalam menopang kebutuhan material industri pertahanan di wilayah tersebut.

Laporan intelijen mengonfirmasi bahwa markas besar militer Amerika Serikat di dekat Manama, Bahrain, juga tidak luput dari serangan.

Tidak berhenti di situ, IRGC memperluas jangkauan tempurnya dengan membombardir wilayah kedaulatan Israel secara langsung dan bertubi-tubi.

Tiga pangkalan angkatan udara utama milik Israel menjadi target kehancuran dari unit-unit rudal jarak jauh milik pasukan IRGC.

Pangkalan Tel Nof yang dikenal sebagai basis penting angkatan udara Israel menjadi salah satu titik yang menerima kerusakan serius.

Situs militer Palmahim dan Ben Gurion juga dilaporkan menjadi sasaran empuk bagi unit balistik Iran dalam operasi tersebut.

Serangan terhadap bandara dan pangkalan udara ini bertujuan untuk membatasi ruang gerak pesawat tempur Israel dalam melakukan serangan susulan.

Langkah berisiko tinggi ini diambil Iran sebagai bentuk pembuktian atas sumpah mereka untuk membalas kematian para pemimpinnya.

Dunia kini menanti respon balik dari Washington dan Tel Aviv terhadap gempuran yang merusak banyak fasilitas vital ini.

Ketidakpastian ekonomi global mulai terasa seiring dengan memanasnya jalur perdagangan minyak di sekitar Teluk Persia yang terdampak.

Masyarakat internasional mendesak dilakukannya upaya deeskalasi sebelum perang skala penuh benar-benar meletus di seluruh wilayah Timur Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

JP Morgan Sebut Kenaikan Harga Minyak Dunia Bisa Bertahan Lama, Sampai Kapan?

JP Morgan Sebut Kenaikan Harga Minyak Dunia Bisa Bertahan Lama, Sampai Kapan?

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 12:14 WIB

Demi Selat Hormuz, PBB Hari Ini Akan Putuskan Pengerahan Kekuatan Militer untuk Keroyok Iran

Demi Selat Hormuz, PBB Hari Ini Akan Putuskan Pengerahan Kekuatan Militer untuk Keroyok Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 09:22 WIB

Operasi True Promise 4 Iran Target Alutsista AS di UEA, Puluhan Perwira Masuk Rumah Sakit

Operasi True Promise 4 Iran Target Alutsista AS di UEA, Puluhan Perwira Masuk Rumah Sakit

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:10 WIB

Terkini

Harta Dua Wakil Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK, Punya Aerox hingga Pajero Sport

Harta Dua Wakil Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK, Punya Aerox hingga Pajero Sport

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:20 WIB

Kalimantan dan Bali Bakal Dikeliling Transportasi Kereta Api

Kalimantan dan Bali Bakal Dikeliling Transportasi Kereta Api

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:14 WIB

Pengguna QRIS Capai 65,77 Juta, Diterima di 44,68 Merchant

Pengguna QRIS Capai 65,77 Juta, Diterima di 44,68 Merchant

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:12 WIB

Wamenko Polkam: Pemulihan Korban Terorisme Jadi Tanggung Jawab Mutlak Negara

Wamenko Polkam: Pemulihan Korban Terorisme Jadi Tanggung Jawab Mutlak Negara

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Pasokan Melimpah, Panas Bumi yang Terbuang Bakal Diolah Jadi Listrik 45 MW

Pasokan Melimpah, Panas Bumi yang Terbuang Bakal Diolah Jadi Listrik 45 MW

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Ada Suara Gemuruh saat Gempa Bantul, BMKG Ungkap Penyebabnya

Ada Suara Gemuruh saat Gempa Bantul, BMKG Ungkap Penyebabnya

Jogja | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:08 WIB

Proses Fotosintesis pada Tumbuhan: Pengertian, Tahapan, dan Manfaatnya

Proses Fotosintesis pada Tumbuhan: Pengertian, Tahapan, dan Manfaatnya

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Mantan Dirdik Jampidsus Sebut Penetapan Tersangka hingga Penahanan Febrie Tak Lazim

Mantan Dirdik Jampidsus Sebut Penetapan Tersangka hingga Penahanan Febrie Tak Lazim

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:01 WIB

Sikat Pembakar Hutan! Kapolri Pastikan Beberapa Pelaku Karhutla Sudah Diringkus

Sikat Pembakar Hutan! Kapolri Pastikan Beberapa Pelaku Karhutla Sudah Diringkus

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Siap Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Aliansi Masyarakat Jakarta Minta Ibu Kota Kondusif

Siap Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Aliansi Masyarakat Jakarta Minta Ibu Kota Kondusif

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×