Ngomong Kotor dan Puji Allah saat Ancam Iran, Trump Dinilai Makin Frustrasi

Bernadette Sariyem

Senin, 06 April 2026 | 11:04 WIB
Ngomong Kotor dan Puji Allah saat Ancam Iran, Trump Dinilai Makin Frustrasi
Ancaman yang diunggah Presiden AS Donald Trump menjadi bahan ejekan warga sedunia. [Suara.com]
baca 10 detik
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menyerang Iran jika tidak segera membuka akses Selat Hormuz pada Senin.
  • Penutupan Selat Hormuz sejak 28 Februari memicu krisis distribusi minyak dunia dan kekhawatiran guncangan ekonomi global yang serius.
  • Pemerintah Iran mengecam ancaman Trump sebagai kejahatan perang dan menuntut kompensasi atas kerusakan infrastruktur akibat serangan Amerika Serikat.

Ia menyatakan keyakinannya, kedua belah pihak masih bisa mencapai kesepakatan sebelum tenggat waktu tersebut berakhir.

Namun, nada optimisme tersebut kontras dengan ancaman penghancuran total yang ia sebar di media sosial.

Respons Keras Iran: Tindakan Kejahatan Perang

Pemerintah Iran tidak tinggal diam menanggapi gertakan Washington. Pejabat resmi Iran mengecam keras ancaman Trump dan berjanji akan melakukan pembalasan setimpal atas setiap serangan yang menargetkan infrastruktur mereka.

Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengeluarkan pernyataan resmi yang meminta komunitas internasional untuk turun tangan.

“Sekali lagi, presiden AS secara terbuka mengancam untuk menghancurkan infrastruktur yang penting bagi kelangsungan hidup sipil di Iran. Komunitas internasional dan semua negara memiliki kewajiban hukum untuk mencegah tindakan kejahatan perang yang mengerikan tersebut. Mereka harus bertindak sekarang. Besok sudah terlambat,” ungkap perwakilan misi Iran untuk PBB dalam pernyataan resminya.

Senada dengan itu, Seyyed Mehdi Tabatabaei, deputi komunikasi di kantor kepresidenan Iran, menegaskan bahwa Selat Hormuz hanya akan dibuka jika ada pembayaran kompensasi atas kerusakan yang disebabkan oleh perang.

Ia menjelaskan, pembayaran tersebut akan dilakukan dalam bentuk biaya transit melalui "rezim hukum baru" di sekitar selat tersebut.

Hal ini mengisyaratkan bahwa Iran bermaksud mengubah kendalinya atas selat tersebut menjadi sistem di mana setiap kapal yang melintas harus membayar biaya tetap, bahkan setelah perang berakhir.

baca juga

Tabatabaei juga menepis ancaman Trump sebagai tanda kelemahan Amerika Serikat. Ia menyatakan bahwa ancaman tersebut menunjukkan bahwa AS telah “menggunakan kata-kata kotor dan omong kosong karena rasa putus asa dan kemarahan yang luar biasa”.

Ancaman "Zaman Batu"

Eskalasi verbal ini didukung oleh pejabat tinggi AS lainnya. Pekan lalu, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, bahkan mengancam akan mengirim Iran kembali ke “Zaman Batu”.

Serangan-serangan AS dan Israel sebelumnya memang dilaporkan telah menghantam infrastruktur sipil, termasuk sekolah, fasilitas kesehatan, dan universitas.

Para ahli hukum internasional memperingatkan bahwa penargetan sistematis terhadap fasilitas sipil dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Namun, Trump tampak tidak peduli dengan kekhawatiran mengenai dampak serangan tersebut terhadap warga sipil Iran.

Saat diwawancarai oleh Wall Street Journal mengenai potensi penderitaan rakyat sipil akibat hancurnya pembangkit listrik dan jembatan, Trump memberikan jawaban yang mengejutkan.

“Tidak, mereka ingin kita melakukannya,” ujar Trump, sambil menambahkan bahwa rakyat Iran saat ini sudah “hidup di neraka”.

Hingga saat ini, ketidakpastian masih menyelimuti kapan konflik ini akan berakhir. Trump menolak memberikan garis waktu yang pasti mengenai akhir dari peperangan ini.

Ia hanya menutup pembicaraan dengan menyatakan, “Saya akan memberi tahu Anda segera.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Banyak Omong, Lobi Ajaib Anwar Ibrahim Bikin  Kapal Petronas Bebas Lewat Selat Hormuz

Tak Banyak Omong, Lobi Ajaib Anwar Ibrahim Bikin Kapal Petronas Bebas Lewat Selat Hormuz

News | Senin, 06 April 2026 | 10:41 WIB

Harga Minyak Brent Tembus 111 Dolar AS, Iran Syaratkan Ganti Rugi Perang

Harga Minyak Brent Tembus 111 Dolar AS, Iran Syaratkan Ganti Rugi Perang

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 10:25 WIB

Harga BBM Meledak, Driver Online Menyerah: Kerja Seharian Hanya untuk Bensin

Harga BBM Meledak, Driver Online Menyerah: Kerja Seharian Hanya untuk Bensin

News | Senin, 06 April 2026 | 10:08 WIB

Cerita Dramatis Tim SEAL Jalani Misi Penyelamatan Pilot F-15 yang Diburu Tentara Iran

Cerita Dramatis Tim SEAL Jalani Misi Penyelamatan Pilot F-15 yang Diburu Tentara Iran

News | Senin, 06 April 2026 | 09:57 WIB

Iron Dome Jebol, Serangan Rudal Iran Hantam Haifa Israel Akibatkan Bayi Luka Parah

Iron Dome Jebol, Serangan Rudal Iran Hantam Haifa Israel Akibatkan Bayi Luka Parah

News | Senin, 06 April 2026 | 09:49 WIB

Harga Minyak Mendidih! Tembus 110 Dolar AS per Barel saat Perang Memanas

Harga Minyak Mendidih! Tembus 110 Dolar AS per Barel saat Perang Memanas

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 09:37 WIB

Terkini

Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup

Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:00 WIB

Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng

Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:10 WIB

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 18:03 WIB

Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:55 WIB

LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!

LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:50 WIB

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:45 WIB

Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!

Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:58 WIB

'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku

'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:50 WIB

Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV

Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:36 WIB

Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!

Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 14:55 WIB

×