Draf Gencatan Senjata AS-Iran Beredar, Selat Hormuz Jadi Kunci Kesepakatan

Galih Prasetyo | Suara.com

Senin, 06 April 2026 | 15:14 WIB
Draf Gencatan Senjata AS-Iran Beredar, Selat Hormuz Jadi Kunci Kesepakatan
Indonesia tidak masuk dalam daftar negara sahabat yang diizinkan Iran melintas bebas di Selat Hormuz. (Suara.com/Aldie)
  • Pakistan menyusun draf gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran untuk menghentikan permusuhan militer secara segera.
  • Kesepakatan tersebut mencakup dua tahap, yaitu penghentian aksi militer serta perundingan jangka panjang termasuk pembukaan Selat Hormuz.
  • Israel tetap menyiapkan serangan militer besar terhadap infrastruktur strategis Iran jika upaya diplomasi internasional tersebut mengalami kegagalan.

Suara.com - Draf kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan telah diajukan dalam perkembangan terbaru konflik yang memanas.

Menurut laporan Reuters, proposal tersebut disusun oleh Pakistan dan telah diserahkan kepada kedua pihak.

Sumber yang mengetahui proses negosiasi menyebutkan bahwa kesepakatan ini berpotensi mulai berlaku secepatnya.

“Draf tersebut mencakup penghentian segera permusuhan dan langkah menuju kesepakatan menyeluruh,” demikian laporan tersebut seperti dilansir dari Reuters.

Rencana yang diajukan terdiri dari dua tahap utama. Tahap pertama adalah penghentian langsung seluruh aksi militer antara kedua negara.

Tahap kedua mencakup perundingan lanjutan untuk mencapai kesepakatan yang lebih komprehensif dan jangka panjang.

Ilustrasi perang Iran vs Amerika Serikat dan Israel. (Dok. Suara.com)
Ilustrasi perang Iran vs Amerika Serikat dan Israel. (Dok. Suara.com)

Salah satu poin paling krusial dalam draf tersebut adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi energi global.

Meski ada peluang deeskalasi, sejumlah pihak masih meragukan keberhasilan rencana ini.

Di Israel, perkembangan ini dipantau ketat dengan tingkat skeptisisme tinggi terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan.

Sumber keamanan Israel seperti dilansir dari Channel 14, menyebut situasi masih sangat dinamis dan berpotensi berubah drastis.

“Kami berada di tengah situasi yang bisa saja runtuh kapan saja,” ungkap salah satu sumber.

Jika pembicaraan gagal, operasi militer besar disebut telah disiapkan.

Israel Defense Forces dikabarkan telah menyiapkan fase serangan lanjutan yang menargetkan infrastruktur strategis Iran.

Target tersebut mencakup fasilitas energi dan aset vital lainnya yang sebelumnya belum tersentuh serangan.

Selain itu, koordinasi erat juga dilaporkan terjadi antara Israel dan Amerika Serikat dalam menyusun daftar target militer.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya memberikan ultimatum kepada Iran dengan batas waktu yang semakin dekat.

Sementara itu, upaya diplomasi terus dilakukan secara intensif oleh sejumlah negara.

Menteri luar negeri dari Turki, Mesir, dan Pakistan dilaporkan terlibat dalam pembicaraan dengan pejabat Iran dan utusan AS untuk mencari solusi damai.

Namun, di balik upaya diplomasi tersebut, kekhawatiran tetap muncul bahwa kesepakatan yang tercapai bisa saja menguntungkan Iran tanpa benar-benar melemahkan kekuatan strategisnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Memanas! Trump Bakal Pakai Uang Pajak Warga AS Demi Proyek Mercusuar

Perang Memanas! Trump Bakal Pakai Uang Pajak Warga AS Demi Proyek Mercusuar

News | Senin, 06 April 2026 | 15:00 WIB

Respons Iran Usai AS dan Isarel Ancam Tingkatkan Serangan, Selat Bab el Mandeb Berpotensi Ditutup

Respons Iran Usai AS dan Isarel Ancam Tingkatkan Serangan, Selat Bab el Mandeb Berpotensi Ditutup

News | Senin, 06 April 2026 | 14:52 WIB

Fajar Berdarah di Teheran, Serangan Gabungan AS-Israel Tewaskan 13 Warga

Fajar Berdarah di Teheran, Serangan Gabungan AS-Israel Tewaskan 13 Warga

News | Senin, 06 April 2026 | 14:30 WIB

Iran Bersedia Buka Selat Hormuz jika Kerugian Perang Dibayar

Iran Bersedia Buka Selat Hormuz jika Kerugian Perang Dibayar

News | Senin, 06 April 2026 | 14:19 WIB

Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu

Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu

Lifestyle | Senin, 06 April 2026 | 14:05 WIB

Terkini

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:39 WIB

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:37 WIB

Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG

Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:56 WIB

'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar

'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:48 WIB

SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!

SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:35 WIB

Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026

Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:52 WIB

Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum

Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:52 WIB

Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik

Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44 WIB

Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global

Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas

Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:23 WIB