Nahas bagi seorang wanita lanjut usia yang sedang berusaha menyelamatkan diri dari ancaman ledakan tersebut.
Perempuan yang diperkirakan berusia sekitar 90 tahun itu dilaporkan mengalami cedera yang sangat serius di lokasi.
Insiden medis ini terjadi tepat di dalam area tempat penampungan yang seharusnya menjadi zona aman warga.
Pihak layanan ambulans Israel segera memberikan pertolongan pertama kepada korban yang terluka cukup parah tersebut.
Hingga saat ini, kondisi lansia tersebut masih dalam penanganan intensif oleh tim medis di rumah sakit terdekat.
Pemerintah maupun militer belum memberikan rincian lengkap mengenai total bangunan yang mengalami kerusakan fisik di lapangan.
Data mengenai jumlah korban luka lainnya juga masih bersifat dinamis dan menunggu verifikasi lebih lanjut dari otoritas.
Belum ada pernyataan resmi yang merinci kerugian materiil akibat hantaman sepuluh rudal yang mendarat di pemukiman.
Pihak berwenang masih melakukan penyisiran di lokasi-lokasi yang menjadi titik jatuhnya sisa-sisa proyektil serangan Iran.
Situasi di lapangan masih sangat mencekam dengan penjagaan ketat dari aparat keamanan di setiap sudut kota.
Tim pemantau internasional kini terus mengawasi setiap pergerakan militer yang terjadi di perbatasan kedua negara.
Lonjakan tensi politik dan militer antara Iran dan Israel memang telah diprediksi akan memuncak dalam waktu dekat.
Masyarakat global mengkhawatirkan adanya serangan balasan yang mungkin akan dilakukan oleh pihak militer Israel nantinya.
Stabilitas ekonomi dan keamanan di wilayah Timur Tengah kini berada di ujung tanduk akibat insiden berdarah ini.
Semua pihak diharapkan dapat menahan diri agar konflik bersenjata ini tidak meluas menjadi perang terbuka yang masif.