- Menteri Sosial Gus Ipul menetapkan kebijakan efisiensi anggaran operasional di Kemensos.
- Langkah penghematan dilakukan dengan membatasi penggunaan fasilitas kantor seperti listrik, air, dan pendingin ruangan sebesar 20 persen.
- Kementerian Sosial memastikan anggaran bantuan sosial tetap menjadi prioritas utama dan tidak terdampak oleh kebijakan efisiensi tersebut.
Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan Kementerian Sosial (Kemensos) mulai menerapkan langkah efisiensi anggaran dari sisi operasional. Penghematan ditargetkan bisa mencapai 10 hingga 20 persen.
Efisiensi itu salah satunya dilakukan dengan membatasi penggunaan berbagai fasilitas kantor, mulai dari listrik hingga pendingin ruangan atau AC.
“Sekarang kita akan coba, mungkin penggunaan listrik nanti akan kita batasi, penggunaan AC akan kita batasi, demikian juga penggunaan air,” kata Gus Ipul kepada wartawan di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Meski belum dihitung secara rinci, ia memperkirakan efisiensi dari langkah tersebut bisa mencapai puluhan persen.
“Penghematannya kita belum bisa menghitung ya, ya antara 10 sampai 20 persen lah yang kita punya,” ujarnya.
Namun demikian, Gus Ipul menegaskan penghematan hanya berlaku untuk kebutuhan operasional, bukan program utama kementerian terutama bantuan sosial (bansos).
Gus Ipul juga memastikan anggaran bansos tetap menjadi prioritas dan tidak akan dipangkas. Ia pun menyinggung pola kebijakan tahun sebelumnya, di mana pemerintah justru memperluas perlindungan sosial.
“Yang untuk bansos tidak akan dikurangi dan bahkan kalau belajar tahun lalu, biasanya Presiden ada kebijakan untuk memberikan penebalan atau menambah jumlah penerima manfaat dalam rangka jaring pengaman sosial,” jelasnya.
Ia menambahkan, langkah efisiensi yang dilakukan Kemensos merupakan bagian dari pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat.
Seluruh kementerian, kata dia, menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui keputusan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian.