Donald Trump Ancam Penjarakan Wartawan Buntut Bocornya Data Rahasia Pilot Militer AS Jatuh di Iran

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 07 April 2026 | 11:55 WIB
Donald Trump Ancam Penjarakan Wartawan Buntut Bocornya Data Rahasia Pilot Militer AS Jatuh di Iran
Donald Trump (Fox 7)
baca 10 detik
  • Donald Trump mengancam memenjarakan jurnalis yang membocorkan data pilot militer di Iran.

  • Bocoran berita dianggap membahayakan nyawa kru pesawat dan mempersulit misi penyelamatan rahasia.

  • Hubungan antara pemerintah AS dan media semakin memanas akibat kebijakan peliputan militer baru.

Awalnya, media di Iran adalah yang pertama kali mengabarkan jatuhnya pesawat Amerika Serikat di wilayah kedaulatan mereka.

Kabar tersebut memicu diskusi luas di platform digital sebelum media arus utama Amerika menerbitkan laporan resmi mereka.

Pemerintah Amerika Serikat kini sedang melakukan pelacakan internal guna menemukan asal muasal kebocoran informasi yang fatal ini.

Seorang pejabat di lingkungan kepresidenan mengonfirmasi kepada CNN bahwa proses penyelidikan saat ini tengah berlangsung secara intensif.

“Penyelidikan sedang dilakukan,” kata seorang pejabat Gedung Putih kepada CNN.

Banyak media besar, termasuk CNN, memang sempat melaporkan hilangnya perwira militer tersebut serta upaya pencarian oleh Pentagon.

Perwira kedua tersebut pada akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi pada hari Minggu melalui misi yang sangat berbahaya.

Direktur CIA, John Ratcliffe, menggambarkan tingkat kesulitan operasi tersebut dengan perumpamaan yang sangat ekstrem dan penuh risiko.

Ratcliffe menyatakan bahwa misi itu “sebanding dengan berburu sebutir pasir di tengah padang pasir” karena luasnya area pencarian.

baca juga

Trump berpendapat bahwa pemberitaan media justru memicu militer Iran untuk ikut bersaing dalam mencari keberadaan pilot tersebut.

Intervensi informasi ini membuat militer Iran waspada dan berusaha menangkap kru Amerika lebih dulu sebelum tim penyelamat tiba.

Trump menegaskan bahwa situasi di lapangan menjadi jauh lebih pelik karena adanya oknum yang membocorkan data ke publik.

“Ini menjadi operasi yang jauh lebih sulit karena pembocor membocorkannya,” kata sang Presiden dengan nada kecewa kepada para wartawan.

Beliau menambahkan bahwa seluruh warga Iran mendadak tahu ada pilot Amerika yang sedang berjuang bertahan hidup di tanah mereka.

“Tiba-tiba, seluruh negara Iran tahu bahwa ada seorang pilot yang berada di suatu tempat di tanah mereka yang sedang berjuang demi nyawanya,” tuturnya.

Ancaman terbaru ini menambah daftar panjang perselisihan antara administrasi kepresidenan saat ini dengan institusi media massa secara umum.

Sejak kembali menjabat, Trump terus berupaya memperketat kendali terhadap kelompok jurnalis yang meliput aktivitas harian di Gedung Putih.

Beliau juga sempat mencoba membatasi akses bagi kantor berita tertentu yang dianggap tidak sejalan dengan visi kebijakan pemerintahannya.

Salah satu konflik yang mencolok adalah perseteruan hukum terkait penamaan geografis tertentu yang memicu pembatasan akses peliputan resmi.

Pemerintah juga secara aktif mempromosikan pengurangan dana bagi penyiaran publik yang dianggap memberikan narasi negatif terhadap otoritas negara.

Donald Trump diketahui sering menjuluki laporan kritis terhadap dirinya sebagai berita bohong atau istilah populernya adalah berita palsu.

Bahkan, tercatat ada sedikitnya enam organisasi berita besar yang telah digugat secara pribadi oleh Trump karena ketidakpuasan pelaporan.

Beberapa nama besar seperti The Wall Street Journal dan The New York Times masuk dalam daftar panjang gugatan hukum tersebut.

Meski banyak gugatan yang memakan waktu bertahun-tahun, Trump merasa berada di atas angin setelah beberapa kasus berakhir damai.

Penyelesaian kasus dengan nilai puluhan juta dolar dianggap Trump sebagai bukti adanya bias media yang terbukti secara hukum.

Di sisi lain, hubungan antara departemen pertahanan dengan para koresponden perang juga sedang berada di titik nadir saat ini.

Hal ini dipicu oleh kebijakan baru Pentagon yang mengharuskan media hanya melaporkan informasi yang telah disetujui secara resmi.

Aturan ketat tersebut membuat puluhan wartawan berpengalaman memutuskan untuk melepaskan akreditasi mereka di kementerian pertahanan tersebut.

Meski pengadilan sempat memerintahkan pemulihan kredensial jurnalis, Pentagon justru merespons dengan memindahkan kantor media ke luar gedung utama.

Pihak kementerian kini menyiapkan area khusus di luar markas besar yang disebut sebagai aneks untuk para peliput berita militer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokumen Ini Bongkar Nafsu Donald Trump Caplok Kanada hingga Sindir Raja Charles III

Dokumen Ini Bongkar Nafsu Donald Trump Caplok Kanada hingga Sindir Raja Charles III

News | Selasa, 07 April 2026 | 11:53 WIB

PBB Peringatkan Donald Trump yang Ancam Bom Fasilitas Sipil Iran

PBB Peringatkan Donald Trump yang Ancam Bom Fasilitas Sipil Iran

News | Selasa, 07 April 2026 | 11:48 WIB

Iran Ejek Ultimatum Gila Trump yang Ingin Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik Dalam 4 Jam

Iran Ejek Ultimatum Gila Trump yang Ingin Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik Dalam 4 Jam

News | Selasa, 07 April 2026 | 11:38 WIB

Terkini

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

News | Senin, 06 Juli 2026 | 22:15 WIB

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:40 WIB

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:35 WIB

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:27 WIB

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:55 WIB

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:48 WIB

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:42 WIB

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:58 WIB

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:42 WIB

×