- Buku karya Robert Hardman mengungkap keinginan Donald Trump untuk mencaplok wilayah Kanada ke dalam kedaulatan Amerika Serikat.
- Trump mengusulkan pergeseran perbatasan negara sejauh 50 mil ke arah utara untuk memperluas wilayah Amerika Serikat.
- Rencana aneksasi tersebut mereda karena pengaruh Raja Charles III yang masih diakui sebagai kepala negara Kanada.
Suara.com - Sebuah buku terbaru mengungkap nafsu Presiden AS, Donald Trump untuk melakukan aneksasi wilayah Kanada.
Aneksasi ialah tindakan sepihak suatu negara yang mengambil atau mencaplok wilayah negara lain secara paksa untuk disatukan ke dalam wilayah kedaulatannya.
Namun, rencana itu disebut mereda karena sosok Raja Charsles III yang masih disegani oleh Presiden Trump.
Buku karya jurnalis Inggris Robert Hardman berjudul Elizabeth II: In Private. In Public. The Inside Story, membongkar keinginan Trump untuk menjadikan Kanada sebagai bagian dari negara Amerika Serikat.
“Trump ingin wilayah yang dekat dengan perbatasan menjadi bagian dari AS,” tulis Hardman berdasarkan percakapannya dengan Trump seperti dikutip dari NY Post.
![Dokumen Ini Bongkar Nafsu Donald Trump Caplok Kanada hingga Sindir Raja Charles III [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/07/13189-donald-trump.jpg)
Hardman mengaku sempat memperingatkan bahwa langkah tersebut bisa merusak hubungan internasional.
“Saya bilang itu bisa menghancurkan NATO dan membuat Raja Kanada tidak senang,” ujarnya.
Respons Trump disebut mengejutkan. Ia bertanya apakah Kanada masih mengakui Raja Charles sebagai kepala negara.
“Apakah mereka masih mengakui Raja? Atau sudah berhenti?” kata Trump seperti dikutip dalam buku tersebut.
Setelah mendapat penjelasan bahwa Raja Charles tetap menjadi kepala negara Kanada, Trump melontarkan kritik tajam.
“Kanada punya politisi yang buruk,” katanya.
Trump bahkan menyindir soal batas negara AS dengan Kanada yang menurutnya harus lebih luas.
“Seseorang menggambar garis lurus itu. Seharusnya ditarik 50 mil lebih ke utara,” ujarnya.
Meski begitu, Trump akhirnya mengakui rencana unutk mencaplok Kanada sulit diwujudkan karena pengaruh kerajaan Inggris.
Hardman menilai pengakuan itu sebagai tanda bahwa selama Kanada masih berada di bawah monarki, Trump tidak akan mengambil langkah agresif.