Komnas HAM Respons Aksi Protes Buntut Kasus Andrie Yunus, Bakal Surati Presiden dan DPR

Bangun Santoso | Suara.com

Selasa, 07 April 2026 | 16:32 WIB
Komnas HAM Respons Aksi Protes Buntut Kasus Andrie Yunus, Bakal Surati Presiden dan DPR
Massa Kolektif Merpati mendirikan tenda di depan kantor Komnas HAM, Jakarta, sejak 6 April 2026 sebagai protes kasus Andrie Yunus. (Suara.com/Tsabita Aulia)
  • Massa Kolektif Merpati mendirikan tenda di depan kantor Komnas HAM, Jakarta, sejak 6 April 2026 sebagai protes kasus Andrie Yunus.
  • Komnas HAM berjanji menyurati DPR dan Presiden untuk mendorong penanganan transparan serta menjamin keamanan aksi demonstran dari tindakan represif.
  • Meskipun ada jaminan, massa tetap bertahan selama lima hari di tengah pengawasan ketat dari puluhan personel kepolisian setempat.

Suara.com - Massa yang tergabung dalam "Kolektif Merpati" masih terus bertahan dan mendirikan tenda di depan kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Menteng, Jakarta Pusat hingga hari ini Selasa (7/4/2026).

Aksi simbolik yang telah dimulai sejak Senin (6/4/2026) dan akan terus berlangsung hingga lima hari ke depan ini merupakan bentuk protes atas lambannya penanganan kasus percobaan pembunuhan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang terjadi hampir sebulan lalu.

Pihak Komnas HAM pun telah memberikan respon terkait aksi tersebut. Perwakilan dari Kolektif Merpati, Rauf, mengungkapkan bahwa Komnas HAM berjanji akan mengambil langkah administratif untuk mendorong transparansi kasus ini ke level pimpinan negara.

"Kalau dari Komnas HAM kemarin itu tetap akan berupaya untuk menyurati DPR dan Presiden agar kasus ini dibuka secara transparan dan dijalankan sesuai dengan mekanisme hukum penindakan pelakunya," ujar Rauf, Selasa (7/4/2026).

Namun, di sisi lain, Rauf menilai Komnas HAM masih memiliki keraguan untuk bertindak tegas.

Hal ini ditandai karena adanya tekanan atau kekhawatiran terhadap institusi tertentu, serta ketergantungan anggaran operasional Komnas HAM terhadap dinamika politik di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

"Namun Komnas HAM sendiri juga belum berani untuk berbicara secara tegas karena tahu kan musuhnya kan TNI. Kalau dia berbicara lebih terang kemungkinan dia pun takut diteror. Nah kita juga tahu bagaimana situasi DPR di mana anggaran kegiatan operasional Komnas HAM itu ditentukan oleh para faksi-faksi rezim Prabowo di dalamnya. Sehingga dia tidak berani untuk berbicara secara terbuka sebagaimana seharusnya pelaku pelanggaran HAM dihukum," jelasnya.

Rauf menambahkan bahwa kehadiran tenda-tenda tersebut merupakan dukungan moral agar Komnas HAM tidak merasa sendirian menghadapi tekanan negara.

"Sehingga itu pun yang meyakinkan kami bahwa kita harus membangun tenda di Komnas HAM untuk kita bisa sama-sama dengan Komnas HAM agar Komnas HAM tidak takut akan teror yang dijalankan oleh negara," tambahnya.

Jaminan Keamanan dari Komisioner

Pada Selasa pagi, salah satu komisioner Komnas HAM diketahui mendatangi langsung para massa yang tergabung dalam Kolektif Merpati di depan tenda.

Kedatangan tersebut bertujuan untuk memastikan situasi massa dan memberikan jaminan hak bersuara bagi para demonstran.

"Ya tadi pagi dia datang, salah satu komisionernya datang itu menjelaskan bahwa kehadiran dia di situ bukan untuk mengganggu kita untuk membuat tenda di sini juga tidak untuk mempertanyakan izin ataupun segala macemnya, tapi dia mempertegas ke kita tadi bahwa dia hanya ingin melihat dan akan menjaga hak kita untuk tetap bersuara dan mengawal kasus ini. Dia berupaya untuk menjamin bahwa aksi yang kita lakukan tidak akan ada represif dan pembubaran. Itu sih yang mereka sampaikan tadi," ujar Rauf.

Penebalan Personel Kepolisian

Meskipun telah mendapatkan jaminan dari pihak Komnas HAM, Massa mengaku terkejut dengan kehadiran personel kepolisian dalam jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan hari sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Andrie Yunus Sampaikan 2 Pucuk Surat dari Rumah Sakit, Ini Isinya!

Andrie Yunus Sampaikan 2 Pucuk Surat dari Rumah Sakit, Ini Isinya!

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:28 WIB

Mahasiswa Dirikan Tenda di Komnas HAM, Soroti Lambannya Kasus Andrie Yunus

Mahasiswa Dirikan Tenda di Komnas HAM, Soroti Lambannya Kasus Andrie Yunus

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:08 WIB

KontraS Minta Kasus Penyiraman Andrie Yunus Dijerat Pasal Percobaan Pembunuhan

KontraS Minta Kasus Penyiraman Andrie Yunus Dijerat Pasal Percobaan Pembunuhan

News | Selasa, 07 April 2026 | 15:30 WIB

Disiram Air Keras, Andrie Yunus Jalani Operasi Kelima Hari Ini

Disiram Air Keras, Andrie Yunus Jalani Operasi Kelima Hari Ini

News | Selasa, 07 April 2026 | 14:40 WIB

KontraS Pastikan Gibran Jenguk Andrie Yunus di Rumah Sakit, Tapi Tak Bertemu

KontraS Pastikan Gibran Jenguk Andrie Yunus di Rumah Sakit, Tapi Tak Bertemu

News | Selasa, 07 April 2026 | 14:20 WIB

Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!

Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!

News | Senin, 06 April 2026 | 20:48 WIB

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Kini di Tangan Puspom TNI, Publik Waswas

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Kini di Tangan Puspom TNI, Publik Waswas

News | Senin, 06 April 2026 | 11:42 WIB

Terkini

Lapas Nyaris Meledak! Kepala BNN Usul 54 Ribu Pengguna Narkoba Direhabilitasi Ketimbang Dipenjara

Lapas Nyaris Meledak! Kepala BNN Usul 54 Ribu Pengguna Narkoba Direhabilitasi Ketimbang Dipenjara

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:56 WIB

Gebrakan Menteri HAM Natalius Pigai di DPR: Singgung Intoleran hingga Usul UU Kebebasan Beragama

Gebrakan Menteri HAM Natalius Pigai di DPR: Singgung Intoleran hingga Usul UU Kebebasan Beragama

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:38 WIB

Harga Kedelai di Jakarta Menggila Imbas Konflik Global, Warga Diimbau Mulai Lirik Urban Farming

Harga Kedelai di Jakarta Menggila Imbas Konflik Global, Warga Diimbau Mulai Lirik Urban Farming

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:32 WIB

Baliho 'Aku Harus Mati' Disorot, Kemenkes: Bisa Picu Pikiran Negatif Pada Orang Rentan

Baliho 'Aku Harus Mati' Disorot, Kemenkes: Bisa Picu Pikiran Negatif Pada Orang Rentan

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:29 WIB

Andrie Yunus Sampaikan 2 Pucuk Surat dari Rumah Sakit, Ini Isinya!

Andrie Yunus Sampaikan 2 Pucuk Surat dari Rumah Sakit, Ini Isinya!

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:28 WIB

Momen Siswa SMK 'Healing' ke Istana Kepresidenan, Intip Ruang Kerja Prabowo dan Belajar Aspirasi

Momen Siswa SMK 'Healing' ke Istana Kepresidenan, Intip Ruang Kerja Prabowo dan Belajar Aspirasi

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:19 WIB

Memo Rahasia: Ayatollah Mojtaba Khamenei Kritis, Koma, Dirawat di Qom

Memo Rahasia: Ayatollah Mojtaba Khamenei Kritis, Koma, Dirawat di Qom

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:17 WIB

Bukan Kritik Saiful Mujani, Pengamat UGM: Kegagalan Ekonomi Adalah Ancaman Sesungguhnya bagi Prabowo

Bukan Kritik Saiful Mujani, Pengamat UGM: Kegagalan Ekonomi Adalah Ancaman Sesungguhnya bagi Prabowo

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:12 WIB

Mahasiswa Dirikan Tenda di Komnas HAM, Soroti Lambannya Kasus Andrie Yunus

Mahasiswa Dirikan Tenda di Komnas HAM, Soroti Lambannya Kasus Andrie Yunus

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:08 WIB

Skandal Kemenaker, Bos Perusahaan Ngaku Setor Rp100 Juta Per Tahun Demi Sertifikat K3

Skandal Kemenaker, Bos Perusahaan Ngaku Setor Rp100 Juta Per Tahun Demi Sertifikat K3

News | Selasa, 07 April 2026 | 15:59 WIB