Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun

Muhamad Yasir, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:33 WIB
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia. [Suara.com/Bagaskara]
baca 10 detik
  • Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyatakan Indonesia berada dalam situasi darurat korupsi akibat banyaknya kepala daerah terjaring OTT.
  • Doli mendesak pemerintah mengevaluasi total sistem rekrutmen kepala daerah untuk menutup peluang praktik korupsi.
  • Pemerintah didorong menciptakan ekosistem antikorupsi melalui perbaikan regulasi dan penguatan budaya hukum daripada sekadar mengandalkan penindakan hukum oleh KPK.

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai Indonesia telah memasuki situasi "darurat korupsi" menyusul maraknya kepala daerah yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia mendesak evaluasi total terhadap sistem rekrutmen dan pencalonan kepala daerah.

"Sangat-sangat prihatin. Saya kira kita sudah sampai pada tahap situasi 'darurat korupsi'," ujar Doli dalam keterangannya yang diterima Suara.com, Rabu (8/7/2026).

Menurut Doli, maraknya OTT terhadap kepala daerah menunjukkan para pejabat tidak menjadikan kasus-kasus sebelumnya sebagai pelajaran.

"Ini problem yang sangat serius. Mungkin saat inilah, kita semua sudah harus mengevaluasi total sistem rekruitmen dan pencalonan Kepala Daerah dengan sangat sungguh-sungguh," katanya.

Di sisi lain, Doli mengingatkan agar banyaknya OTT tidak dijadikan ukuran keberhasilan pemberantasan korupsi. Menurutnya, keberhasilan seharusnya diukur dari kemampuan mencegah korupsi terjadi.

"Indikator keberhasilan pemberantasan korupsi jangan dilihat dari banyaknya pejabat yang ditangkap, tetapi justeru tercapainya situasi 'zero corruption', tidak ada lagi pejabat yang korupsi," jelasnya.

Petugas menunjukan barang bukti berupa uang tunai dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan Bupati Langkat Syah Afandin saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (3/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas menunjukan barang bukti berupa uang tunai dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan Bupati Langkat Syah Afandin saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (3/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI itu juga mendorong pemerintah membangun ekosistem baru pemberantasan korupsi yang tidak hanya bertumpu pada penindakan, tetapi juga memperbaiki regulasi dan memperkuat budaya antikorupsi.

"Bukan hanya sekedar peguatan penegakan hukumnya saja, tapi juga harus dimulai dari koreksi terhadap berbagai regulasi yang memungkinkan terciptanya peluang untuk terjadinya praktik korupsi. Dan yang tak kalah pentingnya adalah sistem yang mendorong terbangunnya kesadaran hukum dan budaya anti korupsi pada masyarakat kita," tambahnya.

baca juga

Doli menegaskan persoalan korupsi kini sudah berada pada titik yang tidak bisa lagi dianggap biasa.

"Saya kira kita tidak bisa main-main lagi. Ini sudah sangat sangat serius," ungkapnya.

Pernyataan Doli muncul setelah KPK kembali menjerat kepala daerah dalam operasi tangkap tangan.

Terbaru, Bupati Langkat Syah Afandin (SAF) ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Langkat. Ia kini telah mengenakan rompi oranye tahanan KPK.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!

Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 01:51 WIB

Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU

Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 23:30 WIB

Jangan Berani Hambat! Polisi Bidik Pidana Bagi Penghalang Penggeledahan di  Cafe de'CLAN Signature

Jangan Berani Hambat! Polisi Bidik Pidana Bagi Penghalang Penggeledahan di Cafe de'CLAN Signature

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:39 WIB

Terkini

Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan

Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 03:27 WIB

Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul

Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 02:23 WIB

Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD

Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 02:16 WIB

Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!

Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 01:51 WIB

Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing

Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 01:41 WIB

Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah

Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 00:58 WIB

Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU

Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 23:30 WIB

Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal

Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 23:30 WIB

Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!

Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 22:59 WIB

Bareskrim Rampungkan Berkas Kasus Impor Handphone Ilegal, Tiga Tersangka Segera Disidang

Bareskrim Rampungkan Berkas Kasus Impor Handphone Ilegal, Tiga Tersangka Segera Disidang

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 22:59 WIB

×