Israel Bom Lebanon Tewaskan 182 Warga, Perdana Menteri Nawaf Salam Umumkan Hari Berkabung Nasional

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 09 April 2026 | 06:33 WIB
Israel Bom Lebanon Tewaskan 182 Warga, Perdana Menteri Nawaf Salam Umumkan Hari Berkabung Nasional
Ilustrasi perang (Gemini AI)
  • Serangan udara Israel di Lebanon mengakibatkan 182 warga sipil meninggal dunia dan ratusan luka.

  • Perdana Menteri Nawaf Salam menetapkan hari berkabung nasional dan memerintahkan penutupan seluruh kantor administrasi.

  • Pemerintah Lebanon menempuh jalur diplomatik internasional guna menghentikan aksi militer Israel yang menghancurkan.

Suara.com - Kondisi perang di wilayah Timur Tengah kembali memanas setelah militer Israel meluncurkan serangan udara secara masif.

Wilayah ibu kota Beirut menjadi salah satu titik yang mengalami kerusakan paling parah akibat hantaman proyektil tersebut.

Kementerian Kesehatan Lebanon merilis data terbaru mengenai jumlah korban yang jatuh dalam peristiwa mencekam pada Rabu kemarin.

Berdasarkan laporan resmi, setidaknya 182 orang dinyatakan meninggal dunia akibat rangkaian ledakan yang terjadi di berbagai lokasi.

Angka kematian ini diperkirakan masih bisa bertambah mengingat proses evakuasi dan pendataan di lapangan terus berjalan.

Selain korban jiwa, fasilitas kesehatan di Lebanon kini tengah berjuang menangani lonjakan pasien yang sangat signifikan.

Tercatat sebanyak 890 orang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang beragam akibat serangan pada 8 April tersebut.

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa statistik yang beredar saat ini masih bersifat sementara sesuai informasi yang masuk.

Pemerintah setempat menginstruksikan seluruh rumah sakit untuk memberikan penanganan prioritas bagi para korban sipil yang berjatuhan.

Banyak warga yang kehilangan tempat tinggal dan terjebak di bawah reruntuhan bangunan setelah gempuran udara terjadi.

Merespons tragedi kemanusiaan ini, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam segera mengambil langkah tegas bagi negaranya.

Pemerintah secara resmi menetapkan hari Kamis, 9 April 2026, sebagai momentum untuk memperingati duka cita mendalam.

Keputusan ini diambil setelah melihat besarnya jumlah warga yang menjadi korban dalam aksi militer yang tidak terduga itu.

Nawaf Salam menegaskan bahwa negara harus memberikan penghormatan terakhir bagi mereka yang gugur dalam insiden tersebut.

Status hari berkabung ini juga menjadi simbol perlawanan terhadap kekerasan yang menargetkan warga sipil yang tidak bersalah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1,2 Juta Warga Lebanon Jadi Korban Serangan Membabi Buta Israel

1,2 Juta Warga Lebanon Jadi Korban Serangan Membabi Buta Israel

News | Kamis, 09 April 2026 | 06:09 WIB

Siapa Sadiq al-Nabulsi? Tokoh Islam Terpandang Lebanon Tewas dalam Serangan Israel

Siapa Sadiq al-Nabulsi? Tokoh Islam Terpandang Lebanon Tewas dalam Serangan Israel

News | Kamis, 09 April 2026 | 06:02 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:23 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Simpan Pinjam, Kelompok ASKA Jadi Benteng Sosial Istri Nelayan dari Jeratan Utang

Bukan Sekadar Simpan Pinjam, Kelompok ASKA Jadi Benteng Sosial Istri Nelayan dari Jeratan Utang

News | Kamis, 09 April 2026 | 06:17 WIB

Selat Hormuz Bisa Dibuka Sebelum Pertemuan AS dan Iran di Pakistan

Selat Hormuz Bisa Dibuka Sebelum Pertemuan AS dan Iran di Pakistan

News | Kamis, 09 April 2026 | 06:16 WIB

1,2 Juta Warga Lebanon Jadi Korban Serangan Membabi Buta Israel

1,2 Juta Warga Lebanon Jadi Korban Serangan Membabi Buta Israel

News | Kamis, 09 April 2026 | 06:09 WIB

Investasi untuk Anak Cucu Lewat Mangrove, Cara Warga Pesisir Lombok Timur Cegah Banjir Rob

Investasi untuk Anak Cucu Lewat Mangrove, Cara Warga Pesisir Lombok Timur Cegah Banjir Rob

News | Kamis, 09 April 2026 | 06:05 WIB

Siapa Sadiq al-Nabulsi? Tokoh Islam Terpandang Lebanon Tewas dalam Serangan Israel

Siapa Sadiq al-Nabulsi? Tokoh Islam Terpandang Lebanon Tewas dalam Serangan Israel

News | Kamis, 09 April 2026 | 06:02 WIB

Kapan TNI Ditarik dari Pasukan Perdamaian PBB di UNIFIL?

Kapan TNI Ditarik dari Pasukan Perdamaian PBB di UNIFIL?

News | Kamis, 09 April 2026 | 05:53 WIB

Trump Klaim Menang Telak di Iran Saat Gencatan Senjata Mulai Berlaku Bagi Militer Amerika Serikat

Trump Klaim Menang Telak di Iran Saat Gencatan Senjata Mulai Berlaku Bagi Militer Amerika Serikat

News | Kamis, 09 April 2026 | 05:45 WIB

China Veto Resolusi Selat Hormuz Karena Ogah Legalkan Aksi Militer Ilegal AS dan Israel

China Veto Resolusi Selat Hormuz Karena Ogah Legalkan Aksi Militer Ilegal AS dan Israel

News | Kamis, 09 April 2026 | 05:39 WIB

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:27 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:23 WIB