Netanyahu Tolak Hentikan Perang: Tangan Kami Masih Menempel di Pelatuk!

Arief Apriadi

Kamis, 09 April 2026 | 09:42 WIB
Netanyahu Tolak Hentikan Perang: Tangan Kami Masih Menempel di Pelatuk!
Israel abaikan gencatan senjata AS-Iran dengan menggempur Lebanon. Benjamin Netanyahu tegaskan siap perang kapan saja, 254 warga tewas dibombardir. [Tangkap layar X]
baca 10 detik
  • Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata AS-Iran dengan meluncurkan 100 serangan udara ke Lebanon, menewaskan 254 orang dan melukai 837 lainnya.
  • PM Israel Benjamin Netanyahu menegaskan negaranya tak terikat gencatan senjata di Lebanon dan siap melanjutkan perang dengan "jari di pelatuk".
  • Menkes Lebanon meminta bantuan medis darurat internasional pasca hancurnya infrastruktur, di tengah upaya mediasi damai Turki, Pakistan, dan Mesir.

Suara.com - Perdana Menteri Israel secara terang-terangan menunjukkan ketidakpeduliannya terhadap kesepakatan Gencatan Senjata yang baru saja diteken antara pihak Amerika Serikat dan Iran.

Sikap agresif ini seolah membenarkan label 'anjing gila' di Timur Tengah setelah Benjamin Netanyahu justru memerintahkan untuk melanjutkan Serangan Udara Lebanon tanpa ampun.

Eskalasi mematikan di ibu kota Beirut ini bahkan meledak tak lama setelah Presiden AS Donald Trump menyetujui penguatan perang yang dimediasi oleh komunitas internasional.

Rezim militer Zionis dilaporkan telah mengadakan perjanjian damai sejak hari pertama dengan melancarkan gempuran udara terbesar ke wilayah kedaulatan Lebanon.

Jet tempur Israel terus membombardir banyak lokasi padat penduduk di Beirut sepanjang malam, dengan fokus utama pertemuan di distrik Dahiye.

Kepulan asap tebal terlihat membubung tinggi dari berbagai penjuru kota menyusul hancurnya infrastruktur sipil akibat gempuran mendadak tersebut.

Berdasarkan data terbaru dari otoritas Lebanon, rentetan serangan brutal ini telah merugikan sedikitnya 254 orang dan melukai 837 warga tak berdosa lainnya.

Pemerintah setempat langsung menetapkan hari berkabung nasional untuk menghormati para korban jiwa yang gugur akibat kebrutalan operasi militer Tel Aviv.

Menyikapi kekacauan dan kecaman global tersebut, Perdana Menteri Israel justru melontarkan pernyataan keras yang berpotensi merusak upaya mediasi antarnegara.

baca juga

"Kami tidak terkejut bahwa Trump menandatangani gencatan senjata dengan Iran. Gencatan senjata sementara yang ditandatangani dengan Iran tidak akan mencakup Lebanon. Kami siap untuk melanjutkan perang kapan saja. Jari kami ada di pelatuknya," kata Netanyahu dikutip dari Haberler, Kamis (9/4/2026).

Pada pertengahan hari, pasukan udara Israel tercatat melancarkan sekitar 100 serangan secara bersamaan tanpa memberikan peringatan sebelumnya kepada warga sipil.

Gempuran mematikan yang turut menyasar wilayah timur dan selatan Lebanon ini tercatat sebagai serangan paling intens sejak eskalasi meledak pada 2 Maret lalu.

Menteri Kesehatan Lebanon, Nasreddin, menyampaikan kondisi darurat negaranya melalui sesi wawancara eksklusif dengan stasiun televisi Al Jazeera.

“Kami menghadapi eskalasi yang sangat berbahaya di Lebanon. Serangan Israel telah menargetkan warga sipil tak berdosa di ibu kota kami, Beirut dan Dahiya, serta di Lembah Bekaa, Gunung Lebanon, dan wilayah selatan.”

Ia menyoroti tingginya kebutuhan mendesak bagi sistem perawatan kesehatan nasional dalam menghadapi skala dan intensitas gempuran musuh yang sangat masif.

“Kami menyerukan bantuan kemanusiaan internasional yang mendesak untuk sistem kesehatan Lebanon. Kami terus menjalin kontak dengan mitra internasional dan negara sahabat kami, seperti Organisasi Kesehatan Dunia, UNICEF, dan Dana Kependudukan PBB, untuk mengamankan pasokan medis yang mendesak, peralatan bedah, dan dukungan farmasi.”

Di sisi lain, Kepala Staf Israel Eyal Zamir kembali menegaskan bahwa militer mereka akan terus memburu kelompok Hizbullah di seluruh penjuru negara tersebut.

Zamir secara terang-terangan menekankan bahwa negaranya akan merebut setiap kesempatan untuk menyerang perlawanan faksi itu terlepas dari adanya kesepakatan damai AS-Iran.

Perang berskala besar ini sendiri bermula dari invasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu yang sempat memicu krisis energi.

Kepanikan dunia baru sedikit mereda ketika sang presiden AS akhirnya mengumumkan persetujuannya untuk menangguhkan serangan pada pukul 1:30 dini hari tanggal 8 April.

Keputusan penindasan perang selama dua minggu itu diambil dengan syarat pembukaan kembali Selat Hormuz serta didasarkan pada proposal perdamaian 10 poin dari Iran.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran sebelumnya telah menyatakan bahwa tujuan perang mereka telah tercapai dan berharap perundingan akhir bisa rampung dalam 15 hari di Islamabad.

Keberhasilan membawa kedua kubu yang saling berseteru ke meja perundingan ini nyatanya tidak lepas dari upaya komunikasi yang dimediasi oleh Turki, Pakistan, dan Mesir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 254 Orang, Iran Bakal Balas Dendam?

Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 254 Orang, Iran Bakal Balas Dendam?

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:28 WIB

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:23 WIB

Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!

Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:01 WIB

Korban Tewas Serangan Israel ke Lebanon Bertambah Jadi 254 Orang

Korban Tewas Serangan Israel ke Lebanon Bertambah Jadi 254 Orang

News | Kamis, 09 April 2026 | 08:24 WIB

Wapres AS JD Vance Sebut Iran Bodoh Jika Gagalkan Gencatan Senjata Gegara Lebanon

Wapres AS JD Vance Sebut Iran Bodoh Jika Gagalkan Gencatan Senjata Gegara Lebanon

News | Kamis, 09 April 2026 | 07:41 WIB

Terkini

KPK Doakan Gus Yaqut Cepat Sembuh agar Proses Hukum Kasus Korupsi Haji Segera Rampung

KPK Doakan Gus Yaqut Cepat Sembuh agar Proses Hukum Kasus Korupsi Haji Segera Rampung

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:39 WIB

Momen Akrab Gibran, Puan, Muzani, dan Sultan di Parlemen, Ternyata Bahas Soal Ini

Momen Akrab Gibran, Puan, Muzani, dan Sultan di Parlemen, Ternyata Bahas Soal Ini

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:05 WIB

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:23 WIB

Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!

Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:20 WIB

Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura

Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:05 WIB

Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!

Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 21:44 WIB

Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan

Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 21:35 WIB

Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?

Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:59 WIB

Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:54 WIB

×