- Intan Anggraeni melaporkan sosok bernama Rey ke Polresta Malang atas dugaan penipuan identitas gender pada April 2026.
- Pernikahan siri yang berlangsung di Malang terungkap sebagai penipuan saat Intan mengetahui Rey adalah seorang wanita.
- Pihak kepolisian kini sedang mendalami laporan terkait dugaan tindak pidana penipuan serta pemalsuan dokumen identitas pelaku.
Suara.com - Warga Malang baru-baru ini dikejutkan oleh peristiwa pernikahan yang berujung pada laporan kepolisian. Intan Anggraeni, seorang wanita berusia 28 tahun, harus menelan pil pahit setelah mengetahui bahwa sosok yang baru saja menikahinya ternyata bukan seorang pria.
Pasangannya yang dikenal dengan nama Rey, diduga kuat melakukan penyamaran identitas demi bisa melangsungkan prosesi pernikahan secara siri.
Peristiwa yang terjadi pada 3 April 2026 ini semula berjalan layaknya pernikahan pada umumnya. Namun, kebahagiaan Intan seketika sirna saat identitas asli Rey terungkap tepat setelah acara sakral tersebut selesai.
Merasa tertipu secara lahir dan batin, Intan memutuskan untuk membawa kasus ini ke jalur hukum dengan mendatangi Mapolresta Malang guna melaporkan tindakan penipuan dan dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh Rey.
Detik-Detik Prosesi Pernikahan yang Terekam Kamera
Berdasarkan rekaman video yang diterima, suasana pernikahan antara Intan dan Rey tampak berlangsung dalam balutan kesederhanaan. Rey yang saat itu berperan sebagai mempelai pria tampil sangat meyakinkan dengan mengenakan baju koko berwarna putih dipadukan dengan celana krem.
Penggunaan peci di kepalanya semakin memperkuat kesan bahwa dirinya adalah seorang laki-laki, sehingga tidak ada kecurigaan yang muncul dari pihak keluarga maupun tamu yang hadir.
Dalam prosesi akad nikah tersebut, penghulu membacakan kalimat ijab yang kemudian diikuti oleh Rey dengan suara yang mantap.
"Ya saudaraku Reynaldi Muhammad bin Faruq, saya nikahkan dan kawinkan atas wakil dari saudara Shodiq untuk menikahkan saudara dengan anak perempuan yang bernama Intan Anggraeni dengan mas kawin Rp100 ribu dibayar tunai," ucap penghulu saat memandu jalannya prosesi tersebut.
Tanpa keraguan sedikit pun, Rey langsung menyambut ucapan tersebut dengan kalimat kabul yang lancar.
"Saya terima nikah dan kawinnya Intan Anggraeni binti Shodiq dengan mas kawin uang Rp100 ribu dibayar tunai," ucap Rey di hadapan para saksi.
Setelah kalimat tersebut terucap, keluarga yang menyaksikan momen itu secara serempak memberikan pengesahan. "Sah!" jawab keluarga dengan nada penuh syukur.
Kecurigaan Muncul Sejak Awal Kedatangan
Meskipun acara berjalan lancar, terdapat satu hal yang sempat menjadi tanda tanya, yakni ketidakhadiran keluarga besar dari pihak Rey.
Saat itu, Rey berdalih bahwa dirinya sedang berduka sehingga tidak ada anggota keluarga yang bisa mendampinginya ke Malang. Alasan inilah yang kemudian membuat pernikahan dilangsungkan secara siri terlebih dahulu.
Intan menjelaskan situasi tersebut saat memberikan keterangan di Mapolresta Malang.
"Waktu nikah, dia tidak membawa keluarganya. Alasannya waktu itu karena ada keluarga yang meninggal, jadi pernikahannya dilakukan secara siri. Tapi setelah dicek, ternyata tidak ada yang meninggal dunia sama sekali," kata Intan di Mapolresta Malang.
Kebohongan ini menjadi celah pertama yang mulai terkuak setelah status mereka resmi sebagai suami istri.
Hubungan keduanya sebenarnya terjalin dalam waktu yang relatif singkat. Intan menceritakan bahwa pertemuan pertama mereka terjadi di sebuah kafe di kawasan Kota Batu pada awal tahun ini.
"Kenalnya awal Februari, terus mulai pacaran tanggal 14 Februari. Dia mengaku cowok, dan selama ini kelakuannya juga seperti cowok asli," ungkap Intan.
Selama masa perkenalan hingga berpacaran, Intan mengaku sama sekali tidak menaruh curiga karena pembawaan Rey yang sangat maskulin.
Fakta Mengejutkan di Malam Pertama
Puncak dari drama penyamaran ini terjadi ketika keduanya melewati malam pertama sebagai pasangan suami istri.
Di saat itulah, Intan menyadari ada kejanggalan fisik pada tubuh Rey yang tidak menunjukkan ciri-ciri seorang pria biologis. Penemuan fakta bahwa suaminya adalah seorang perempuan membuat Intan syok berat dan histeris.
"Tahunya pas malam pertama. Setelah saya tahu dia ternyata perempuan, saya langsung menangis dan melapor ke orang tua," ujar Intan.
Pengakuan ini menjadi dasar utama bagi keluarga Intan untuk segera mengambil tindakan tegas dan melaporkan Rey ke pihak berwajib atas dugaan penipuan identitas yang sangat merugikan.
Penyelidikan Polisi dan Dugaan Pemalsuan Dokumen
Pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota kini tengah mendalami laporan yang dilayangkan oleh Intan Anggraeni. Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah mulai melakukan langkah-langkah penyelidikan untuk mengungkap motif dan cara Rey melakukan penyamaran tersebut.
"Benar, laporan sudah kami terima. Saat ini kasus sedang kami dalami lebih lanjut," kata Rahmad.
Polisi akan memeriksa sejumlah saksi, termasuk pihak keluarga dan penghulu yang hadir dalam pernikahan siri tersebut.
Selain masalah penipuan identitas gender, fokus penyelidikan juga mengarah pada aspek legalitas dokumen yang digunakan oleh Rey selama proses administrasi pernikahan.
Kuasa hukum atau perwakilan pelapor, Eko, juga menegaskan bahwa ada indikasi kuat mengenai manipulasi data kependudukan.
"Saat ini kami melaporkan salah satunya terkait pemalsuan dokumen. Dokumen ini digunakan untuk menikahi Saudari Intan," ujar Eko, Rabu (8/4).