Iran Bakal Bombardir Israel Jika Tetap Langgar Gencatan Senjata di Lebanon: Waktu Hampir Habis!

Arief Apriadi

Jum'at, 10 April 2026 | 10:05 WIB
Iran Bakal Bombardir Israel Jika Tetap Langgar Gencatan Senjata di Lebanon: Waktu Hampir Habis!
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf ancam Rezim Zionis Israel terkait serangan ke Lebanon. Ia sebut waktu hampir habis dan siap beri reaksi keras. [ncr-iran.org]
baca 10 detik
  • Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, mengancam Israel bahwa "waktu hampir habis" jika terus melanggar gencatan senjata dengan menyerang Lebanon.
  • Iran menegaskan bahwa perlindungan Lebanon adalah poin pertama dari proposal 10 butir yang menjadi dasar kesepakatan dengan AS, yang juga dikonfirmasi oleh mediator Pakistan.
  • Ancaman ini muncul di tengah perbedaan interpretasi, di mana Wapres AS mengklaim serangan Israel ke Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan.

Suara.com - Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, melontarkan ancaman keras kepada Rezim Zionis Israel yang terus membombardir wilayah Lebanon.

Peringatan ini dikeluarkan setelah Tel Aviv secara terang-terangan mengabaikan kesepakatan gencatan senjata sementara yang telah disetujui oleh Amerika Serikat.

Qalibaf menegaskan bahwa setiap pelanggaran gencatan senjata akan memicu "reaksi keras" dan waktu bagi Israel kini hampir habis.

Melalui unggahan di media sosial, politisi senior Iran itu secara spesifik mengingatkan Israel mengenai proposal 10 poin yang menjadi dasar kesepakatan damai.

"Waktu hampir habis," tulis Qalibaf, menekankan bahwa gencatan senjata tersebut secara eksplisit mencakup penghentian permusuhan di Lebanon, dikutip dari Haberler, Jumat (10//4/2026).

Ia menyebut bahwa perlindungan terhadap Lebanon dan sekutu-sekutu Iran merupakan poin pertama dari 10 butir proposal yang telah diajukan kepada AS.

Qalibaf menambahkan, masuknya Lebanon dalam kesepakatan gencatan senjata bahkan telah diakui secara publik oleh Perdana Menteri Pakistan, Shahbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator.

Fakta tersebut, menurutnya, tidak dapat disangkal oleh pihak manapun.

Ia kembali menegaskan bahwa pelanggaran gencatan senjata akan membawa konsekuensi serius dan akan disambut dengan respons yang sangat kuat dari pihaknya.

baca juga

Ancaman ini semakin memanaskan "misteri Lebanon" dalam proses gencatan senjata yang penuh ketidakpastian.

Meskipun mediator dari Pakistan telah menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut mencakup Lebanon, pihak Amerika Serikat justru memiliki pandangan yang berbeda.

Wakil Presiden AS, James David Vance, berpendapat bahwa serangan Israel ke Lebanon bukanlah bagian dari kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran.

Namun, Iran tetap teguh pada pendiriannya bahwa gencatan senjata tersebut mencakup penghentian semua konflik dan peperangan di kawasan itu, tanpa terkecuali Lebanon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Peringatkan Iran Stop Pungutan di Selat Hormuz

Donald Trump Peringatkan Iran Stop Pungutan di Selat Hormuz

News | Jum'at, 10 April 2026 | 09:50 WIB

Mojtaba Khamenei Tegaskan Tidak Mau Perang Tapi Tetap Pertahankan Seluruh Hak Bangsanya

Mojtaba Khamenei Tegaskan Tidak Mau Perang Tapi Tetap Pertahankan Seluruh Hak Bangsanya

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:59 WIB

Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah 'Drama' Trump-Iran

Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah 'Drama' Trump-Iran

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 08:40 WIB

Mojtaba Khamenei Klaim Kemenangan Iran Atas Amerika Serikat, Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz

Mojtaba Khamenei Klaim Kemenangan Iran Atas Amerika Serikat, Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:35 WIB

Selat Hormuz Ditutup Lagi Akibat Israel Serang Lebanon, Iran Murka Gencatan Senjata AS Dilanggar

Selat Hormuz Ditutup Lagi Akibat Israel Serang Lebanon, Iran Murka Gencatan Senjata AS Dilanggar

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:17 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×