Kendaraan Listrik Jadi Fokus Transisi Energi, Benarkah Sudah Sepenuhnya Bersih?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 10 April 2026 | 15:35 WIB
Kendaraan Listrik Jadi Fokus Transisi Energi, Benarkah Sudah Sepenuhnya Bersih?
Ilustrasi Kendaraan Listrik ( Pexels/Smart-me AG )

Suara.com - Pemerintah mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya menekan ketergantungan pada energi fosil. Percepatan ini ditempuh melalui penguatan industri, pembangunan infrastruktur pendukung, serta pemberian berbagai insentif untuk mendorong adopsi kendaraan listrik secara lebih luas dan terintegrasi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian pabrik perakitan kendaraan listrik di Magelang, Jawa Tengah, mengatakan penguatan ekosistem ini ditujukan untuk mempercepat implementasi elektrifikasi sektor transportasi sekaligus menekan emisi.

“Kami mendorong pemanfaatan energi bersih dan terbarukan ini lebih cepat dijalankan, termasuk melalui elektrifikasi di sektor transportasi. Dan ini sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan menekan emisi,” kata Bahlil, dikutip Jumat (10/4/2026).

Sebelumnya, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah insentif fiskal, mulai dari tarif khusus Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), PPnBM ditanggung pemerintah, hingga pembebasan bea masuk kendaraan listrik impor, sebagaimana tercatat dalam Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (9/4/2026). Kebijakan ini diperkuat oleh besarnya cadangan nikel Indonesia yang menjadi bahan utama baterai kendaraan listrik, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Namun, di balik narasi transisi menuju kendaraan nol emisi, benarkah ini sudah benar-benar bersih?

Dari knalpot ke cerobong PLTU

Dalam produksinya, kendaraan listrik membutuhkan nikel sebagai bahan utama baterai. Masalahnya, proses pengolahan nikel masih sangat bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Hingga kini, sekitar 97 persen listrik yang digunakan smelter nikel atau fasilitas pengolahan bijih nikel masih berasal dari batu bara, sebagaimana dilaporkan Yayasan Indonesia Cerah (9/4/2026).

Ketergantungan ini berlawanan dengan target penurunan emisi, dan memunculkan ironi dalam agenda transisi energi: kendaraan yang diklaim ramah lingkungan diproduksi dengan energi berbasis fosil. Alih-alih menghapus emisi, kendaraan listrik dinilai hanya memindahkan jejak karbon dari knalpot kendaraan ke cerobong asap PLTU yang tetap menghasilkan polusi udara.

Dampak pada ekosistem dan masyarakat

Di luar emisi, dampak lain juga muncul pada ekosistem darat dan laut. Menurut Rosa Luxemburg Stiftung (9/4/2026), penambangan nikel umumnya menggunakan metode tambang terbuka yang memicu deforestasi dalam skala luas. Padahal, hutan berperan sebagai penyerap karbon sekaligus habitat keanekaragaman hayati.

Selain itu, limbah hasil pengolahan nikel dalam jumlah besar berpotensi mencemari wilayah pesisir dan sumber air masyarakat. Nelayan lokal menjadi salah satu kelompok yang terdampak ketika kualitas laut menurun dan ruang tangkap semakin terbatas. Di sisi lain, perubahan ekonomi di kawasan tambang juga meningkatkan kerentanan sosial, terutama bagi kelompok perempuan yang menghadapi tekanan ekonomi lebih besar.

Dengan berbagai dampak tersebut, kendaraan listrik belum sepenuhnya dapat dikategorikan sebagai solusi bersih jika rantai produksinya masih bertumpu pada energi dan praktik ekstraktif yang beremisi tinggi.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Siapkan Intensif, Guna Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

Pemerintah Siapkan Intensif, Guna Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:36 WIB

Prabowo-Bahlil Gas Pol Ekosistem Kendaraan Listrik

Prabowo-Bahlil Gas Pol Ekosistem Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 12:58 WIB

Prabowo Luncurkan Pabrik EV di Magelang, Dorong Industri Hijau Nasional

Prabowo Luncurkan Pabrik EV di Magelang, Dorong Industri Hijau Nasional

Foto | Kamis, 09 April 2026 | 17:23 WIB

Terkini

Iran Incar 17 Raksasa Teknologi AS, Pakar Sebut Konflik Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Global

Iran Incar 17 Raksasa Teknologi AS, Pakar Sebut Konflik Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Global

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:23 WIB

Polisi: Restorative Justice Rismon Belum Diputus, Tunggu Gelar Perkara

Polisi: Restorative Justice Rismon Belum Diputus, Tunggu Gelar Perkara

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:14 WIB

Profil Liliek Prisbawono Hakim MK Pengganti Anwar Usman, Pernah Terseret Kontroversi Pemilu dan CPO

Profil Liliek Prisbawono Hakim MK Pengganti Anwar Usman, Pernah Terseret Kontroversi Pemilu dan CPO

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:14 WIB

Andi Rahadian Resmi Jadi Dubes OmanYaman, Siap Ikuti Arahan Pusat di Tengah Isu Selat Hormuz

Andi Rahadian Resmi Jadi Dubes OmanYaman, Siap Ikuti Arahan Pusat di Tengah Isu Selat Hormuz

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:11 WIB

ASN WFH Diawasi Sistem Digital, Menteri PANRB: Bukan Soal Absensi Fisik

ASN WFH Diawasi Sistem Digital, Menteri PANRB: Bukan Soal Absensi Fisik

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:08 WIB

Pemkot Jakpus Bersihkan Ikan Sapu-sapu Perusak Turap di Kali Cideng

Pemkot Jakpus Bersihkan Ikan Sapu-sapu Perusak Turap di Kali Cideng

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:04 WIB

Polda Metro Tegaskan WFH Tak Berlaku, Pelayanan Polisi Tetap Berjalan

Polda Metro Tegaskan WFH Tak Berlaku, Pelayanan Polisi Tetap Berjalan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:03 WIB

Lukmanul Hakim Puji Keberanian Prabowo Jaga Harga BBM di Tengah Konflik Global: Kita Angkat Topi!

Lukmanul Hakim Puji Keberanian Prabowo Jaga Harga BBM di Tengah Konflik Global: Kita Angkat Topi!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:02 WIB

Islah Bahrawi Nilai Prabowo Tak Sejalan dengan Gagasan di Buku Paradoks Indonesia

Islah Bahrawi Nilai Prabowo Tak Sejalan dengan Gagasan di Buku Paradoks Indonesia

News | Jum'at, 10 April 2026 | 14:53 WIB

AS Kecele? Pakar Bongkar Rahasia Doktrin Mozaik: Iran Hydra, Bukan Ular yang Mati Jika Dipenggal!

AS Kecele? Pakar Bongkar Rahasia Doktrin Mozaik: Iran Hydra, Bukan Ular yang Mati Jika Dipenggal!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 14:48 WIB