Reaksi Israel Usai Disebut Kutukan Kemanusiaan Oleh Menhan Pakistan

Arif Budi

Jum'at, 10 April 2026 | 18:04 WIB
Reaksi Israel Usai Disebut Kutukan Kemanusiaan Oleh Menhan Pakistan
Ilustrasi bendera Israel. (Pixabay, Jorono)
baca 10 detik
  • Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyebut Israel sebagai kutukan kemanusiaan akibat serangan terhadap warga sipil di Lebanon.
  • Pernyataan tersebut memicu kemarahan pemerintah Israel yang menilai komentar Asif sangat keterlaluan dan tidak bisa ditoleransi.
  • Konflik diplomatik ini mengancam peran Pakistan sebagai mediator netral dalam negosiasi perdamaian antara Iran dan pihak Israel.

Suara.com - Pernyataan keras dari Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif yang menyebut Israel sebagai kutukan bagi kemanusiaan telah memicu amarah besar dari para pemimpin Israel.

Situasi ini menjadi sangat sensitif karena Pakistan saat ini berperan sebagai mediator dalam negosiasi perdamaian antara Iran dan Israel.

Komentar pedas tersebut disampaikan Asif melalui unggahan di media sosial sebagai respons atas serangan Israel yang terus menewaskan warga sipil di Lebanon, bahkan di tengah proses negosiasi yang sedang berlangsung di Islamabad.

"Israel itu jahat dan kutukan bagi umat manusia," tulis Asif dikutip dari Anadolu Agency.

Asif juga menyoroti apa yang ia sebut sebagai genosida yang dilakukan Israel di berbagai wilayah, dari Gaza hingga Lebanon.

"Pertama Gaza, kemudian Iran dan sekarang Lebanon, pertumpahan darah terus berlanjut tanpa henti," ucap Asif.

Pernyataan ini langsung memicu reaksi berang dari Tel Aviv. Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyebut komentar tersebut sangat keterlaluan dan tidak bisa ditoleransi, terutama dari negara yang mengklaim sebagai penengah.

"Seruannya (Asif) untuk pemusnahan Israel sangat keterlaluan. Ini bukan pernyataan yang dapat ditoleransi dari pemerintah mana pun."

"Terutama dari pemerintah yang mengklaim sebagai penengah netral untuk perdamaian," demikian dikutip dari Times of Israel, Jumat (10/4/2026).

baca juga

Kecaman serupa datang dari Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar yang melabeli pernyataan Asif sebagai anti-Semit dan fitnah yang terang-terangan.

"Fitnah anti-Semit yang terang-terangan dari pemerintah yang mengklaim menengahi perdamaian," kata Sa'ar.

Lebih jauh, ia menyebut pihak-pihak yang menyebar narasi semacam itu sebagai teroris dan menegaskan bahwa Israel akan terus membela diri.

"Israel akan membela diri terhadap teroris yang bersumpah untuk menghancurkannya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel dan Lebanon Siap Negosiasi di Washington, Upaya Gencatan Senjata Menguat

Israel dan Lebanon Siap Negosiasi di Washington, Upaya Gencatan Senjata Menguat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 14:41 WIB

Benjamin Netanyahu Siap-siap Sidang Korupsi Lagi

Benjamin Netanyahu Siap-siap Sidang Korupsi Lagi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:57 WIB

Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?

Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:44 WIB

Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng

Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:38 WIB

Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah

Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:32 WIB

Terkini

KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan

KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:37 WIB

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:31 WIB

Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan  Anak

Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:15 WIB

Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete

Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 06:55 WIB

Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran

Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 06:00 WIB

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:04 WIB

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:46 WIB

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:37 WIB

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 22:05 WIB

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50 WIB

×