Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Bella | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
Ilustrasi dampak perang di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel dengan Iran. (Dok. Suara.com)
  • Pakar Ekonomi UMY menyatakan konflik Timur Tengah memicu kenaikan biaya logistik dan energi global yang mengancam ekonomi Indonesia.
  • Pemerintah Indonesia didesak mempercepat diversifikasi pasar ekspor ke negara nontradisional guna mengurangi risiko ketergantungan pada pasar utama.
  • Strategi jangka panjang untuk penguatan ekonomi nasional harus mencakup transformasi industri berbasis nilai tambah dan hilirisasi sektor komoditas.

Suara.com - Eskalasi geopolitik yang masih berlangsung di Timur Tengah bukan sekadar gangguan ekspor. Kondisi ini menuntut langkah strategis pemerintah Indonesia untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Pakar Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Susilo Nur Aji Cokro Darsono, menyoroti bahwa ketidakpastian akibat konflik Iran–Amerika Serikat seharusnya memaksa Indonesia untuk memperkuat diversifikasi pasar, termasuk mempercepat transformasi industri agar tidak terlalu bergantung pada komoditas.

Disampaikan Susilo, konflik di Timur Tengah menegaskan tingginya risiko geographical concentration of trade, terutama karena sebagian besar perdagangan minyak dunia melewati kawasan yang rentan konflik.

"Setiap gangguan di wilayah tersebut berdampak sistemik terhadap biaya energi dan logistik global. Dampaknya mulai terlihat dari meningkatnya biaya pengiriman dan perlambatan aktivitas manufaktur global," kata Susilo, dikutip Jumat (10/4/2026).

Meski pemerintah kerap mendengungkan ekspansi ke pasar nontradisional, realisasinya dinilai masih tertinggal dibandingkan laju risiko geopolitik.

Ketergantungan pada pasar utama yang sensitif menunjukkan bahwa mekanisme mitigasi risiko Indonesia masih berada di tahap permukaan. Ekspansi ke pasar nontradisional perlu menjadi prioritas untuk mengurangi ketergantungan pada pasar utama yang sensitif terhadap gejolak global.

"Diversifikasi pasar bukan lagi pilihan, melainkan keharusan struktural. Dengan memperluas pasar ekspor, Indonesia dapat meningkatkan export resilience di tengah ketidakpastian global," ujarnya.

Strategi ini, kata Susilo, memungkinkan risiko dari gangguan geopolitik tersebar sehingga tidak langsung menekan kinerja ekspor secara keseluruhan.

Selain diversifikasi pasar, respons pemerintah perlu dilakukan melalui pendekatan kebijakan yang terintegrasi. Penanganan dampak konflik global pun perlu dirancang dalam beberapa horizon waktu agar stabilitas ekonomi tetap terjaga.

"Dalam jangka pendek, pemerintah perlu melakukan stabilisasi melalui subsidi energi dan pengendalian harga domestik untuk meredam tekanan inflasi," tuturnya.

Pada jangka menengah, diperlukan penyesuaian struktural seperti diversifikasi sumber energi dan penguatan sistem logistik. Sementara itu, dalam jangka panjang, transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri dan integrasi dalam perjanjian perdagangan global menjadi kunci untuk memperkuat daya saing.

Peran pelaku usaha dalam menghadapi ketidakpastian global juga menjadi faktor penting. Perusahaan perlu meningkatkan fleksibilitas operasional dan memperkuat manajemen risiko agar tetap kompetitif.

Lebih lanjut, Susilo menegaskan bahwa konflik geopolitik seharusnya menjadi momentum untuk mempercepat transformasi ekonomi berbasis nilai tambah. Indonesia tidak boleh hanya mengandalkan keuntungan jangka pendek dari fluktuasi harga komoditas.

"Dalam jangka pendek, Indonesia mungkin memperoleh keuntungan dari sektor komoditas, tetapi tantangan jangka panjangnya adalah menghindari ketergantungan pada sumber daya alam," ujarnya.

"Diversifikasi pasar dan transformasi industri berbasis nilai tambah harus dipercepat agar ketahanan ekonomi nasional semakin kuat," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material

Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:02 WIB

Iran Incar 17 Raksasa Teknologi AS, Pakar Sebut Konflik Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Global

Iran Incar 17 Raksasa Teknologi AS, Pakar Sebut Konflik Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Global

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:23 WIB

AS Kecele? Pakar Bongkar Rahasia Doktrin Mozaik: Iran Hydra, Bukan Ular yang Mati Jika Dipenggal!

AS Kecele? Pakar Bongkar Rahasia Doktrin Mozaik: Iran Hydra, Bukan Ular yang Mati Jika Dipenggal!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 14:48 WIB

Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng

Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:38 WIB

Imbas Konflik Timur Tengah: Harga Plastik di Jakarta Melonjak 40 Persen, Penjual Makanan Menjerit!

Imbas Konflik Timur Tengah: Harga Plastik di Jakarta Melonjak 40 Persen, Penjual Makanan Menjerit!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:23 WIB

Boni Hargens: TNI Ikut Jaga Stabilitas Ekonomi dari Dampak Perang di Timur Tengah

Boni Hargens: TNI Ikut Jaga Stabilitas Ekonomi dari Dampak Perang di Timur Tengah

News | Kamis, 09 April 2026 | 19:10 WIB

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:16 WIB

Bahlil Mohon Maaf ke Kader Golkar Sering 'Slow Respons', Ngaku Kurang Tidur Akibat Geopolitik

Bahlil Mohon Maaf ke Kader Golkar Sering 'Slow Respons', Ngaku Kurang Tidur Akibat Geopolitik

News | Kamis, 09 April 2026 | 07:53 WIB

Harga Plastik Naik, Dompet Rakyat Tercekik

Harga Plastik Naik, Dompet Rakyat Tercekik

Your Say | Kamis, 09 April 2026 | 08:45 WIB

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:47 WIB

Terkini

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:29 WIB

Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon

Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:28 WIB

Awal Mula Sahroni Sadar Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Berawal dari Tamu Perempuan di DPR

Awal Mula Sahroni Sadar Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Berawal dari Tamu Perempuan di DPR

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:25 WIB

KPK Bongkar Modus 4 Pegawai Gadungan yang Peras Ahmad Sahroni, Ternyata Bukan yang Pertama Kali!

KPK Bongkar Modus 4 Pegawai Gadungan yang Peras Ahmad Sahroni, Ternyata Bukan yang Pertama Kali!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:18 WIB

Kasus Andrie Yunus Tetap di Militer, Menko Yusril Respons Usul Gibran Soal Hakim Ad Hoc

Kasus Andrie Yunus Tetap di Militer, Menko Yusril Respons Usul Gibran Soal Hakim Ad Hoc

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:16 WIB

Suap Ijon Proyek Bekasi: KPK Sita Duit Kadis Henri Lincoln, Diduga 'Uang Panas' dari Sarjan

Suap Ijon Proyek Bekasi: KPK Sita Duit Kadis Henri Lincoln, Diduga 'Uang Panas' dari Sarjan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:14 WIB

Riset Global Soroti Inovasi Pertanian AI dari Indonesia, Disebut Bisa Pulihkan Tanah Rusak

Riset Global Soroti Inovasi Pertanian AI dari Indonesia, Disebut Bisa Pulihkan Tanah Rusak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:11 WIB

Militer Israel Kian Brutal di Lebanon, Panglima IDF Cuekin Sinyal Damai Netanyahu

Militer Israel Kian Brutal di Lebanon, Panglima IDF Cuekin Sinyal Damai Netanyahu

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:04 WIB

Diperas Rp 300 Juta oleh 4 Pegawai KPK Gadungan, Ahmad Sahroni Tegaskan Tak Ada Ancaman

Diperas Rp 300 Juta oleh 4 Pegawai KPK Gadungan, Ahmad Sahroni Tegaskan Tak Ada Ancaman

News | Jum'at, 10 April 2026 | 18:50 WIB