Penembakan Pemuda Palestina di Deir Jarir Ungkap Eskalasi Brutalitas Pemukim Ilegal Israel

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 12 April 2026 | 07:46 WIB
Penembakan Pemuda Palestina di Deir Jarir Ungkap Eskalasi Brutalitas Pemukim Ilegal Israel
Aksi penyerangan oleh kelompok pemukim Israel di Tepi Barat kembali memakan korban jiwa seorang pemuda Palestina. (Al Jazeera)
baca 10 detik
  • Pemuda Palestina bernama Ali Majed Hamadneh tewas ditembak pemukim Israel di Deir Jarir.

  • Serangan terjadi pasca persetujuan pembangunan 34 permukiman ilegal baru oleh pemerintah Israel.

  • Militer Israel dituding melindungi aksi kekerasan pemukim yang semakin meningkat di Tepi Barat.

Suara.com - Aksi penyerangan oleh kelompok pemukim Israel di Tepi Barat kembali memakan korban jiwa seorang pemuda Palestina.

Ali Majed Hamadneh yang baru berusia 23 tahun tewas akibat luka tembak dalam serbuan di Desa Deir Jarir.

Dikutip dari Al Jazeera, insiden berdarah ini terjadi tepat saat ketegangan di wilayah pendudukan mencapai titik didih akibat kebijakan ekspansi lahan.

Tentara Israel pada Sabtu (28/6/202), mengeluarkan perintah pengusiran terhadap warga Palestina. (ist)
Tentara Israel pada Sabtu (28/6/202), mengeluarkan perintah pengusiran terhadap warga Palestina. (ist)

Kekerasan sistematis ini bukan lagi sekadar gesekan warga, melainkan dampak langsung dari lampu hijau pemerintah sayap kanan.

Dunia internasional kini menyoroti bagaimana perlindungan militer memicu keberanian pemukim untuk menyerang warga sipil secara langsung.

Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi bahwa Ali tidak tertolong meski sempat dilarikan ke rumah sakit di Ramallah.

Berdasarkan keterangan medis, korban tiba di Kompleks Medis Palestina dalam kondisi yang sudah sangat kritis.

“Dia dibawa ke Kompleks Medis Palestina dalam kondisi kritis,” dan kemudian meninggal dunia akibat luka tembaknya, ungkap kementerian melalui Telegram.

Kematian pemuda ini menambah daftar panjang warga sipil yang gugur di tangan kelompok sipil bersenjata Israel.

baca juga

Laporan resmi menunjukkan bahwa serangan dilakukan secara terorganisir dari akses masuk bagian barat desa tersebut.

Perlindungan Militer dalam Aksi Kekerasan

Kantor berita Wafa melaporkan bahwa para penyerang tidak bergerak sendirian melainkan didampingi oleh tentara resmi.

“Kolonis bersenjata, di bawah perlindungan pasukan Israel, menyerang Deir Jarir dari pintu masuk baratnya dan melepaskan tembakan ke arah penduduk di daerah tersebut,” lapor Wafa.

Hingga saat ini, pihak militer Israel masih memilih untuk bungkam dan tidak memberikan komentar atas insiden tersebut.

Kehadiran tentara di lokasi penyerangan memperkuat tuduhan adanya kolaborasi dalam menindas warga asli Palestina di sana.

Keadaan ini menciptakan pola impunitas di mana pelaku kekerasan jarang sekali mendapatkan konsekuensi hukum yang setimpal.

Tragedi ini meletus hanya berselang dua hari setelah Israel meresmikan pembangunan 34 titik permukiman baru.

Langkah provokatif tersebut langsung menuai kecaman keras dari Uni Eropa serta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Otoritas Palestina menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan pelanggaran fatal terhadap hukum internasional yang berlaku secara global.

Di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu, pembangunan permukiman ilegal tercatat mengalami lonjakan yang sangat drastis sejak 2022.

Setidaknya 102 permukiman baru telah disetujui, jumlah yang jauh melampaui rekor pemerintahan-pemerintahan Israel sebelumnya.

Kritik Internal dan Tekanan Internasional

Meskipun semua permukiman tersebut dianggap ilegal oleh dunia, pembangunan terus berjalan tanpa memedulikan protes diplomatik global.

Kekerasan di Tepi Barat semakin tidak terkendali sejak pecahnya konflik besar di Gaza pada akhir tahun lalu.

Bahkan tokoh-tokoh internal Israel mulai menyuarakan kegelisahan mereka terhadap perilaku brutal para pemukim di wilayah pendudukan.

Panglima militer Israel, Eyal Zamir, secara terbuka menyebut serangan-serangan tersebut sebagai tindakan yang tidak bisa diterima.

Zamir menegaskan bahwa aksi penyerangan terhadap warga sipil Palestina adalah tindakan yang “secara moral dan etis tidak dapat diterima”.

Kekerasan di Tepi Barat telah mengalami eskalasi tajam sejak Oktober 2023 seiring dengan konflik besar di Jalur Gaza.

Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serangan pemukim semakin mematikan terutama sejak keterlibatan konflik regional yang lebih luas pada awal tahun 2026.

Meskipun hukum internasional menyatakan seluruh permukiman Israel di Tepi Barat adalah ilegal, kebijakan pemerintah sayap kanan Israel justru terus mempercepat aneksasi lahan secara de facto melalui pembiaran kekerasan warga sipil terhadap penduduk Palestina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Data Korban Perang Lebanon, 2020 Orang Tewas Menyusul Serangan Israel di Wilayah Selatan

Update Data Korban Perang Lebanon, 2020 Orang Tewas Menyusul Serangan Israel di Wilayah Selatan

News | Minggu, 12 April 2026 | 06:26 WIB

Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata

Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata

News | Minggu, 12 April 2026 | 06:09 WIB

Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon

Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:28 WIB

Terkini

17 September 2026 Weton Kamis Pahing, Apa Keistimewaannya?

17 September 2026 Weton Kamis Pahing, Apa Keistimewaannya?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 07:07 WIB

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

News | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

×