Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Minggu, 12 April 2026 | 12:30 WIB
Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan
Amerika Serikat menuntut penghentian total seluruh aktivitas nuklir Iran, termasuk untuk kebutuhan medis yang bersifat kemanusiaan. (Tasnimnews)
  • Amerika Serikat menuntut Iran menghentikan seluruh program nuklir termasuk untuk keperluan medis sipil.

  • Ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran berisiko meruntuhkan stabilitas pertumbuhan ekonomi global.

  • Negosiasi nuklir mengalami kebuntuan akibat hilangnya kepercayaan dan perubahan syarat sepihak dari AS.

Suara.com - Kebuntuan diplomatik antara Teheran dan Washington kini memasuki fase krusial yang mengancam arus logistik energi internasional.

Amerika Serikat menuntut penghentian total seluruh aktivitas nuklir Iran, termasuk untuk kebutuhan medis yang bersifat kemanusiaan.

Dikutip dari Al Jazeera, langkah sepihak ini dianggap melampaui kerangka sepuluh poin yang sebelumnya menjadi basis pembicaraan kedua belah pihak.

Negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad memanas akibat sengketa militer di Selat Hormuz. (Tanimnews)
Negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad memanas akibat sengketa militer di Selat Hormuz. (Tanimnews)

Kini dunia menghadapi risiko nyata berupa guncangan ekonomi jika ketegangan di wilayah perairan strategis terus meningkat.

Sikap keras kepala dalam negosiasi ini menutup ruang dialog yang sebelumnya sempat terbuka di Jenewa dan Oman.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa ambisi militer tidak pernah menjadi tujuan dari pengembangan teknologi nuklir mereka.

"Orang-orang Iran telah mengatakan sepanjang konflik ini bahwa, selama beberapa tahun terakhir, telah ada dekrit dari pemimpin tertinggi bahwa mereka tidak akan mengembangkan senjata nuklir," lapor sumber terkait.

"Ini adalah sesuatu yang hampir mereka sepakati di Jenewa dan di Oman, dan kemudian mereka diserang," lanjut laporan tersebut.

Ketiadaan rasa percaya di antara kedua negara menjadi tembok besar yang menghalangi tercapainya kesepakatan damai permanen.

"Ada lautan ketidakpercayaan yang mereka coba bangun jembatannya, dan pernyataan seperti ini serta meninggalkan negosiasi dengan ultimatum tidak akan membantu menjembatani perbedaan tersebut," ungkap laporan itu.

Dinamika Geopolitik dan Kontrol Selat Hormuz

Kini publik menanti transparansi mengenai draf perjanjian yang ditinggalkan oleh utusan Amerika Serikat di meja perundingan.

"Tampaknya Iran harus memberikan tanggapan, dan mungkin harus mempublikasikan apa kesepakatan yang ditinggalkan AS di atas meja ini," sebut pengamat.

Hingga detik ini, belum ada kejelasan mengenai poin-poin mendetail yang ditawarkan oleh pihak Washington kepada Teheran.

Di sisi lain, terdapat kelompok-kelompok tertentu yang justru menginginkan konflik ini terus berlanjut demi kepentingan politik.

Pihak-pihak tersebut merasa memiliki posisi tawar yang kuat setelah bertahan dari gempuran selama enam minggu terakhir.

Kemampuan Iran dalam mengontrol Selat Hormuz menjadi senjata yang sangat ditakuti oleh pasar komoditas energi global.

"Mereka merasa berada di atas angin. Mereka telah menahan serangan AS dan Israel selama enam minggu," jelas laporan tersebut.

"Mereka telah mampu menahan dan mencekik Selat Hormuz, dan, menurut badan-badan termasuk PBB, berpotensi meruntuhkan ekonomi global," tegas analisis itu.

Risiko ini sebenarnya telah disadari oleh banyak aktor internasional karena dampaknya yang akan bersifat katastropik.

Namun, proses komunikasi politik kembali terhambat karena adanya perubahan persyaratan yang diminta oleh pihak Amerika Serikat.

Kebijakan Luar Negeri yang Berubah-ubah

Teheran merasa bahwa Washington tidak konsisten dalam menetapkan parameter keberhasilan negosiasi yang sedang berlangsung saat ini.

"Jadi ada realisasi akan bahaya yang ditimbulkan oleh hal ini. Namun tampaknya, menurut Iran, AS terus menggeser tiang gawang," pungkas laporan tersebut.

Pergeseran aturan main secara mendadak ini membuat kesepakatan nuklir sipil menjadi semakin sulit untuk dicapai.

Tekanan ekonomi melalui sanksi juga dianggap tidak efektif dalam memaksa Iran untuk menyerahkan hak teknologi mereka.

Situasi ini menciptakan kebuntuan panjang yang mempertaruhkan nasib rantai pasok kebutuhan energi penduduk di seluruh dunia.

Krisis nuklir Iran telah menjadi isu sentral dalam geopolitik Timur Tengah selama lebih dari dua dekade terakhir.

Hubungan kedua negara semakin memburuk setelah Amerika Serikat secara konsisten memberikan sanksi ekonomi yang sangat berat.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur perdagangan paling vital di mana sepertiga pengiriman minyak dunia melewati kawasan tersebut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memperingatkan bahwa gangguan pada jalur ini dapat memicu inflasi global yang tidak terkendali.

Upaya damai di Jenewa dan Oman sebelumnya diharapkan menjadi titik balik, namun serangan militer justru merusak momentum tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:55 WIB

Ini Poin Jalan Buntu Perundingan Amerika Serikat dan Iran

Ini Poin Jalan Buntu Perundingan Amerika Serikat dan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:36 WIB

Breakingnews! Negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Pakistan Buntu

Breakingnews! Negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Pakistan Buntu

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:20 WIB

Terkini

Bahlil Peringatkan Kader Golkar Sulut: Jangan Ada Kubu Sana-Sini Kalau Mau Menang 2029!

Bahlil Peringatkan Kader Golkar Sulut: Jangan Ada Kubu Sana-Sini Kalau Mau Menang 2029!

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:28 WIB

Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:55 WIB

Ironi Sawit RI: Indonesia Punya Kebun, Tapi Kenapa Singapura yang Meraup Cuan?

Ironi Sawit RI: Indonesia Punya Kebun, Tapi Kenapa Singapura yang Meraup Cuan?

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:54 WIB

Ini Poin Jalan Buntu Perundingan Amerika Serikat dan Iran

Ini Poin Jalan Buntu Perundingan Amerika Serikat dan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:36 WIB

Breakingnews! Negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Pakistan Buntu

Breakingnews! Negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Pakistan Buntu

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:20 WIB

Berompi Oranye dan Tangan Terborgol, Bupati Tulungagung Tertunduk Lesu Usai Kena OTT KPK: Mohon Maaf

Berompi Oranye dan Tangan Terborgol, Bupati Tulungagung Tertunduk Lesu Usai Kena OTT KPK: Mohon Maaf

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:09 WIB

Negosiasi Iran dan AS di Islamabad Berlanjut, Delegasi Perpanjang Waktu Perundingan

Negosiasi Iran dan AS di Islamabad Berlanjut, Delegasi Perpanjang Waktu Perundingan

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:08 WIB

Strategi Bertahan Iran Selama 40 Hari Runtuhkan Dominasi Pertahanan Udara Zionis

Strategi Bertahan Iran Selama 40 Hari Runtuhkan Dominasi Pertahanan Udara Zionis

News | Minggu, 12 April 2026 | 10:51 WIB

Dikawal Ketat! Bus Rombongan Bonek Dipastikan Aman Keluar Tol Cikatama Usai Diserang Batu-Petasan

Dikawal Ketat! Bus Rombongan Bonek Dipastikan Aman Keluar Tol Cikatama Usai Diserang Batu-Petasan

News | Minggu, 12 April 2026 | 10:47 WIB

Intip 4 Pasang Sepatu Senilai Rp 129 Juta dari OTT Bupati Tulungagung, Ada Merek Louis Vuitton!

Intip 4 Pasang Sepatu Senilai Rp 129 Juta dari OTT Bupati Tulungagung, Ada Merek Louis Vuitton!

News | Minggu, 12 April 2026 | 10:01 WIB