-
Pakistan mengirimkan jet tempur ke Arab Saudi sesuai pakta pertahanan kolektif kedua negara.
-
Pengerahan militer ini bertujuan menekan Iran agar lebih kooperatif dalam negosiasi perdamaian.
-
Langkah ini sekaligus mengamankan investasi ekonomi Arab Saudi di tengah krisis keuangan Pakistan.
Sejumlah basis militer utama dan gedung kedutaan Amerika Serikat di wilayah kerajaan dilaporkan menjadi sasaran serangan tersebut.
Panglima Angkatan Darat Pakistan, Field Marshal Asim Munir, telah bertolak ke Riyadh guna merumuskan langkah teknis pertahanan.
Empat hari sebelum jet dikirim, PM Sharif menelepon Putra Mahkota untuk menegaskan bahwa Pakistan akan berdiri bahu-membahu.
Selain urusan militer, kedua negara sepakat mempercepat realisasi paket investasi Saudi senilai 5 miliar dolar AS untuk Pakistan.
Dukungan ekonomi ini sangat krusial mengingat Pakistan sangat bergantung pada bantuan finansial dan kiriman uang dari para pekerjanya.
Saat ini terdapat sekitar 2,5 juta warga Pakistan yang mengadu nasib di Arab Saudi dan menjadi pilar ekonomi keluarga.
Analisis Strategis di Balik Pengerahan Jet Tempur
Analis keamanan Imtiaz Gul berpendapat bahwa pengiriman tiga jet tempur ini lebih bersifat pesan simbolik daripada eskalasi militer.
“Tiga jet tidak akan membuat banyak perbedaan secara militer,” kata Imtiaz Gul mengingat besarnya skala angkatan udara Arab Saudi sendiri.
Menurutnya, langkah ini bertujuan agar Iran lebih fleksibel dalam meja perundingan dan menghormati komitmen regional Pakistan.
“Ini adalah pesan kepada Teheran untuk bersikap fleksibel dalam pembicaraan ini, tetapi juga menggarisbawahi kepada mereka bahwa Pakistan memiliki kewajiban berdasarkan perjanjian strategis bersama dengan Riyadh,” tambah Gul.
Kehadiran militer Pakistan menjadi pengingat bagi Teheran mengenai konsekuensi jika kesepakatan damai gagal tercapai.
Michael Kugelman dari Atlantic Council menilai langkah Islamabad sebagai sebuah perjudian yang memiliki risiko cukup tinggi.
Jika konflik terus memuncak, Pakistan kemungkinan besar akan terseret lebih jauh ke dalam pusaran perang demi membela Saudi.
“Ini adalah sinyal Pakistan kepada Iran bahwa jika Iran tidak bersedia memberikan jenis konsesi yang mengarah pada kesepakatan dan konflik berlanjut serta meningkat, ada kemungkinan Pakistan dapat mendekatkan diri kepada Arab Saudi dan secara meyakinkan menggunakan pakta pertahanan bersama,” jelas Kugelman.