Iran Ungkap Alasan Gagalnya Perundingan dengan AS di Pakistan

Irwan Febri | Suara.com

Minggu, 12 April 2026 | 16:22 WIB
Iran Ungkap Alasan Gagalnya Perundingan dengan AS di Pakistan
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei. (Dok. Kemenlu Iran)
  • Juru Bicara Kemenlu Iran Esmaeil Baqaei menyatakan perundingan dengan Amerika Serikat di Pakistan berakhir tanpa mencapai kesepakatan formal.
  • Tingginya ketidakpercayaan serta kompleksitas isu strategis seperti program nuklir dan konflik kawasan menghambat progres negosiasi tersebut.
  • Diplomasi masa depan bergantung pada keseriusan pihak lawan dalam menghormati kepentingan sah Iran serta penghentian tuntutan yang berlebihan.

Suara.com - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa tidak tercapainya kesepakatan dengan Amerika Serikat dalam satu hari perundingan merupakan hal yang wajar.

Dalam pernyataannya kepada televisi pemerintah Iran, Baqaei mengungkapkan bahwa tingkat ketidakpercayaan antara kedua pihak masih sangat tinggi, terutama setelah konflik yang terjadi baru-baru ini.

“Pembicaraan ini diadakan dalam suasana yang didominasi bukan hanya oleh ketidakpercayaan, tetapi juga oleh keraguan dan kecurigaan, setelah perang 40 hari yang untuk kedua kalinya dalam sembilan bulan dipicu oleh Amerika Serikat dan Israel,” katanya.

“Oleh karena itu, wajar jika tidak ada kesepakatan yang dicapai dalam satu pertemuan. Bagaimanapun, tidak ada yang memiliki ekspektasi seperti itu,” tambahnya.

Ia juga menyoroti kompleksitas isu yang dibahas dalam perundingan, termasuk persoalan Selat Hormuz serta dinamika kawasan yang membuat proses negosiasi menjadi semakin rumit.

Meski diakui terdapat kemajuan dalam beberapa aspek, perbedaan pandangan pada sejumlah poin krusial masih menjadi penghambat tercapainya kesepakatan dengan Washington.

Baqaei tidak memberikan kepastian terkait kemungkinan dilanjutkannya putaran negosiasi berikutnya.

Secara terpisah, melalui platform X, ia menyebutkan bahwa dalam 24 jam terakhir pembahasan mencakup berbagai isu utama, seperti Selat Hormuz, program nuklir, reparasi perang, pencabutan sanksi, hingga penghentian konflik secara menyeluruh terhadap Iran dan kawasan.

“Keberhasilan proses diplomatik ini bergantung pada keseriusan dan itikad baik pihak lawan, menahan diri dari tuntutan tidak mengajukan tuntutan berlebihan dan permintaan yang melanggar hukum, serta menerima hak dan kepentingan sah Iran,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pakistan atas peran dan upaya dalam memfasilitasi perundingan tersebut.

Sementara itu, Kantor Berita Mehr melaporkan bahwa delegasi Iran telah meninggalkan Pakistan setelah perundingan yang berlangsung sekitar 21 jam itu berakhir tanpa kesepakatan.

(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saat AS dan Iran Negosiasi, Donald Trump Justru Asyik Nonton UFC di Miami

Saat AS dan Iran Negosiasi, Donald Trump Justru Asyik Nonton UFC di Miami

News | Minggu, 12 April 2026 | 14:28 WIB

Iran-AS Gagal Sepakat saat Negoisasi: UFC, Trump, dan Vance Trending Global di X

Iran-AS Gagal Sepakat saat Negoisasi: UFC, Trump, dan Vance Trending Global di X

Tekno | Minggu, 12 April 2026 | 15:14 WIB

21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan

21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan

News | Minggu, 12 April 2026 | 13:46 WIB

3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan

3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:54 WIB

Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan

Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:30 WIB

Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:55 WIB

Terkini

Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf

Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:48 WIB

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:18 WIB

Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran

Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 06:47 WIB

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:19 WIB

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:54 WIB

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:47 WIB

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:15 WIB