Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal: Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bom Waktu

Vania Rossa | Suara.com

Senin, 13 April 2026 | 07:26 WIB
Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal: Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bom Waktu
Negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad memanas akibat sengketa militer di Selat Hormuz. (Tanimnews)
  • Amerika Serikat dan Iran melakukan perundingan di Islamabad pada 11 April 2026 untuk membahas konflik nuklir dan sanksi.
  • Pertemuan tersebut berakhir tanpa kesepakatan karena perbedaan tuntutan mengenai program nuklir serta kedaulatan di Selat Hormuz.
  • Kegagalan diplomasi ini mengancam stabilitas keamanan Timur Tengah serta berdampak langsung pada harga BBM dan ekonomi global.

Suara.com - Dunia sedang menahan napas. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang sempat memuncak pada akhir Februari 2026 kini memasuki babak baru yang penuh teka-teki. Meski tombol jeda berupa gencatan senjata dua pekan telah ditekan sejak 7 April lalu, bayang-bayang konfrontasi terbuka justru terasa kian nyata.

Mengutip dari ANTARA, disebutkan bahwa jeda diplomasi yang dimediasi oleh Pakistan ini ibarat jembatan kertas di atas api. Di satu sisi, Washington dan Teheran duduk di meja perundingan; di sisi lain, keduanya saling memperkuat otot militer di jalur energi paling vital dunia: Selat Hormuz.

Tarik Ulur Proposal: Nuklir vs Sanksi Ekonomi

Dalam perundingan yang berlangsung alot, kedua negara menyodorkan proposal yang jaraknya bak langit dan bumi. Iran, melalui 10 poin tuntutannya, menegaskan bahwa perdamaian hanya bisa terjadi jika Amerika Serikat mencabut sanksi ekonomi total dan mengakui hak pengayaan uranium mereka untuk tujuan damai.

Sebaliknya, pemerintahan Donald Trump membalas dengan 15 poin tuntutan maksimalis. Washington mendesak Teheran menyerahkan seluruh stok uranium dan menghentikan total produksi rudal. Titik paling panas muncul saat Trump melontarkan wacana pengelolaan bersama tarif tol di Selat Hormuz, jalur nadi minyak dunia yang selama ini dikontrol ketat oleh Iran.

Mengapa Perundingan Islamabad Berakhir Buntu?

Pertemuan maraton selama 25 jam di Islamabad pada Sabtu (11/4) yang dihadiri Wakil Presiden AS J.D. Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf berakhir tanpa kesepakatan. Ada tiga ganjalan utama yang membuat diplomasi ini layu sebelum berkembang:

  • Isu Kedaulatan Selat Hormuz: Iran bersikeras mempertahankan kehadiran militernya, sementara AS mengancam akan memulai blokade angkatan laut internasional dalam waktu dekat.
  • Ambisi Nuklir: AS menuntut pembongkaran fasilitas, sementara Iran menganggap nuklir sebagai harga mati kedaulatan mereka.
  • Faktor Israel dan Lebanon: Serangan udara besar-besaran Israel ke Lebanon pada 8 April lalu memperkeruh suasana. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyebut negosiasi dengan AS bisa menjadi sia-sia jika agresi terhadap sekutu mereka terus berlanjut.

Akankah Perang Terbuka Meletus?

Meski gagal di Islamabad, harapan tipis masih tersisa. Donald Trump menyebut pembicaraan berjalan baik meski poin nuklir tetap buntu. Di sisi lain, para pengamat internasional, termasuk Andrea Abdul Rahman Azzqy, menilai kunci perdamaian terletak pada jaminan keamanan bagi Iran dan mekanisme pengawasan bersama di Selat Hormuz di bawah hukum internasional.

Bagi Indonesia, stabilitas di kawasan ini bukan sekadar urusan politik luar negeri. Gejolak di Selat Hormuz berdampak langsung pada harga BBM dan stabilitas ekonomi nasional. Presiden Prabowo Subianto bahkan telah menyatakan kesiapannya untuk menjadi mediator demi mendinginkan tensi yang membara.

Di balik ketenangan sementara, dunia kini menatap dengan waspada. Nasib stabilitas Timur Tengah, dan bahkan ekonomi global, akan sangat bergantung pada apakah dua kekuatan ini mampu menurunkan ego dan menemukan jalan damai yang nyata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran

Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 06:45 WIB

Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata

Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata

News | Minggu, 12 April 2026 | 06:09 WIB

Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS

Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS

News | Sabtu, 11 April 2026 | 09:49 WIB

Terkini

Operasi Senyap di Blok M: Sehari Diintai, 13 Jukir Liar Tak Berkutik Terjaring Razia Gabungan!

Operasi Senyap di Blok M: Sehari Diintai, 13 Jukir Liar Tak Berkutik Terjaring Razia Gabungan!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:49 WIB

Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu: Dia Penjahat Perang!

Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu: Dia Penjahat Perang!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:34 WIB

Alarm Bahaya Militerisme: Ruang Demokrasi Menyempit, Ekonomi Kian Terancam

Alarm Bahaya Militerisme: Ruang Demokrasi Menyempit, Ekonomi Kian Terancam

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:29 WIB

Modus Tambang Luar IUP Terbongkar, Kejagung Jebloskan Bos Bauksit Sudianto Aseng ke Penjara

Modus Tambang Luar IUP Terbongkar, Kejagung Jebloskan Bos Bauksit Sudianto Aseng ke Penjara

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:02 WIB

Konjen RI di Istambul Ungkap 9 WNI Ditendang, Dipukul dan Disetrum Selama Diculik Israel

Konjen RI di Istambul Ungkap 9 WNI Ditendang, Dipukul dan Disetrum Selama Diculik Israel

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:10 WIB

Daftar Harta yang Disita dari Tersangka Korupsi Dirjen SDA Kementerian PU

Daftar Harta yang Disita dari Tersangka Korupsi Dirjen SDA Kementerian PU

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:56 WIB

Begini Rangkaian Pemulangan 9 WNI Bebas dari Israel, Visum hingga Forensik

Begini Rangkaian Pemulangan 9 WNI Bebas dari Israel, Visum hingga Forensik

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:49 WIB

Update 9 WNI Bebas dari Israel, Kini Sudah Sampai Turki Bersama Ratusan Aktivis GSF

Update 9 WNI Bebas dari Israel, Kini Sudah Sampai Turki Bersama Ratusan Aktivis GSF

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:26 WIB

Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza

Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:18 WIB

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:11 WIB