Sebut Saiful Mujani Elite Kaya Raya, Habiburokhman: Waspadai Propaganda Hitam Berkedok Kritik

M Nurhadi

Senin, 13 April 2026 | 10:14 WIB
Sebut Saiful Mujani Elite Kaya Raya, Habiburokhman: Waspadai Propaganda Hitam Berkedok Kritik
Ketua Komisi III DPR sekaligus politisi Partai Gerindra Habiburokhman. [Suara.com/Bagaskara]
  • Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mendukung pernyataan Seskab Teddy mengenai fenomena inflasi pengamat yang bersifat propaganda hitam.
  • Habiburokhman menyoroti objektivitas Saiful Mujani yang dinilai provokatif dan cenderung memiliki kepentingan politik untuk menjatuhkan Presiden Prabowo.
  • Masyarakat diimbau tetap kritis memilah informasi agar stabilitas negara terjaga hingga masa jabatan Presiden Prabowo berakhir 2029.

Suara.com - Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan, kritik adalah "vitamin" untuk pemerintah agar bisa terus berbenah dan maju. Tapi, ia menyorot ada pula kritik pengamat yang justru tampak seperti propaganda hitam atau black propaganda.

Habiburokhman secara terbuka mendukung pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letnan Kolonel Teddy Indrawijaya, yang menyebut adanya tren 'inflasi pengamat; di Tanah Air.

Menurut politisi Gerindra ini, fenomena tersebut memang nyata adanya, di mana ruang publik kini dibanjiri oleh berbagai opini yang tidak semuanya memiliki niat tulus untuk memperbaiki bangsa.

"Pernyataan Seskab Teddy soal fenomena inflasi pengamat, ada benarnya," kata Habiburokhman, Senin (13/4/2026).

Dia menjelaskan, banyak sekali pengamat yang menyampaikan kritik membangun dan tersampaikan kepada Presiden Prabowo.

Dengan begitu, banyak pula kritik yang ditindaklanjuti pemerintah dalam bentuk program maupun perubahan-perubahan signifikan dalam tata kelolanya.

"Tapi ada pula fenomena kritik berbeda, yakni yang bersifat merusak atau toxic. Ini yang harus diwaspadai masyarakat, karena kritik macam ini tak berlandaskan fakta maupun data, tapi hanya kepentingan pragmatis," kata dia.

Dia mencontohkan, terdapat pengamat yang mengklaim melontarkan kritik, tapi justru berbentuk propaganda hitam berisi kebohongan serta kebencian terhadap pemerintah.

"Bisa saja motif mereka hanyalah merebut kekuasaan, baik dengan jalur konstitusional maupun inkonstitusional," tegasnya.

Sentilan Pedas untuk Saiful Mujani

Dalam pernyataan yang lebih spesifik, Habiburokhman menyoroti keterlibatan pendiri lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani.

Ia mempertanyakan objektivitas Saiful Mujani yang belakangan ini dinilai sangat vokal, bahkan cenderung provokatif dalam menyuarakan ajakan untuk menjatuhkan Presiden Prabowo.

Habiburokhman memandang perlu ada filter publik dalam menerima pernyataan dari tokoh-tokoh, yang memiliki rekam jejak berseberangan secara politik sejak masa pemilihan presiden.

"Kita tahu, Saiful Mujani adalah elite politik kaya raya, yang selama ini berseberangan dengan Presiden Prabowo, termasuk pada pilpres lalu. Apakah kritik dia murni disebarkan untuk perbaikan, atau hal tersebut hanya operasi politik partisan," tanya Habiburokhman retoris.

Lebih lanjut, ia menekankan setiap warga negara memiliki hak untuk berambisi dalam politik, termasuk keinginan untuk berkuasa.

Tapi, ia mengingatkan agar ambisi pribadi tersebut tidak mengorbankan stabilitas negara dan kepentingan rakyat banyak, melalui cara-cara yang melanggar hukum.

"Kalau toh Saiful Mujani bernafsu untuk merebut kekuasaan, itu merupakan hak beliau. Namun terlalu besar ongkos politik yang harus dibayar oleh rakyat, jika ada pihak yang menginginkan perebutan kekuasaan secara inkonstitusional," tambahnya.

Menjaga Mandat Rakyat Hingga 2029

Habiburokhman mengajak masyarakat untuk lebih cerdas dalam memilah informasi, dan tidak mudah terhasut oleh narasi-narasi yang memecah belah.

Ia menegaskan, dalam sistem demokrasi yang dianut Indonesia, evaluasi terhadap kinerja presiden dilakukan melalui mekanisme pemilu yang sah.

Ia mengingatkan, Presiden Prabowo memiliki mandat penuh untuk memimpin selama lima tahun ke depan.

Rakyat diminta untuk bersabar dan memberikan kesempatan bagi pemerintah untuk membuktikan janji-janji kampanyenya.

"Presiden Prabowo punya waktu setidaknya 5 tahun untuk memenuhi janji-janji politiknya, rakyat bisa melakukan evaluasi pada Pemilu 2029. Jika kinerja Pak Prabowo tidak memuaskan, rakyat bisa hentikan mandat. Tapi jika dianggap memuaskan, rakyat bisa lanjutkan memberi mandat untuk 5 tahun berikutnya," kata dia.

Menutup pernyataannya, Habiburokhman menekankan bahwa hingga detik ini, kebebasan berpendapat di Indonesia tetap terjaga dengan baik di bawah komando Presiden Prabowo.

Ia membandingkan situasi saat ini dengan kekhawatiran banyak pihak di masa lalu mengenai potensi represi.

Faktanya, menurut Habiburokhman, pemerintahan saat ini justru menunjukkan sikap yang sangat toleran terhadap kritik, sejauh hal tersebut tidak melanggar aturan hukum yang berlaku.

"Yang jelas Presiden Prabowo berkomitmen menjaga demokrasi. Itulah sebabnya, setelah hampir 1,5 tahun Presiden Prabowo berkuasa, tidak ada seorang pun warga negara Indonesia dijatuhi hukuman karena mengkritik atau bahkan menghina Presiden Prabowo," tuturnya.

Bagi Habiburokhman, edukasi kepada masyarakat adalah kunci utama dalam menghadapi "serangan" kritik yang tidak sehat.

Pemerintah dan pendukungnya memiliki tanggung jawab untuk memberikan pemahaman, agar rakyat tidak terpapar "racun" demokrasi yang disebarkan oleh oknum-oknum dengan kepentingan politik terselubung.

"Kita tidak boleh menggeneralisir bahwa semua kritikan itu tidak bagus, sebaliknya kita juga tidak boleh menggenaralisir bahwa semua kritikan itu bagus. Kritikan yang bagus kita tindak lanjuti, sementara kritikan yang tidak bagus kita sikapi dengan edukasi kepada rakyat agar jangan sampai justru menjadi racun bagi demokrasi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?

Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?

News | Sabtu, 11 April 2026 | 22:47 WIB

Laporkan Saiful Mujani, MPSI: Jangan Coba-Coba Giring Publik Lengserkan Presiden di Luar Konstitusi

Laporkan Saiful Mujani, MPSI: Jangan Coba-Coba Giring Publik Lengserkan Presiden di Luar Konstitusi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 18:00 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB

Polda Metro Dalami Laporan Terhadap Saiful Mujani Buntut Seruan Gulingkan Prabowo

Polda Metro Dalami Laporan Terhadap Saiful Mujani Buntut Seruan Gulingkan Prabowo

News | Jum'at, 10 April 2026 | 13:49 WIB

Saiful Mujani Dipolisikan! Dituding Hasut Makar Usai Serukan Narasi Jatuhkan Prabowo

Saiful Mujani Dipolisikan! Dituding Hasut Makar Usai Serukan Narasi Jatuhkan Prabowo

News | Kamis, 09 April 2026 | 13:30 WIB

Terkini

IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya

IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 00:18 WIB

Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur

Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:37 WIB

AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!

AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:51 WIB

Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah

Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:50 WIB

Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya

Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:57 WIB

Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul

Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:50 WIB

Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam

Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:36 WIB

Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!

Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:04 WIB

Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa

Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:56 WIB

PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra

PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:00 WIB